Viral di Jagat Maya, Lukisan ‘Tikus dalam Garuda’ Karya Rochyat, Maestro asal Banua – bomindonesia.com

Viral di Jagat Maya, Lukisan ‘Tikus dalam Garuda’ Karya Rochyat, Maestro asal Banua

- Redaksi

Jumat, 21 Februari 2025 - 23:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Viral di Jagat Maya, Lukisan ‘Tikus dalam Garuda’ Karya Rochyat, Maestro asal Banua

Lukisan Tikus dalam Garuda yang viral di jagat Maya, dan sang Maestro, Rochyat (Foto Istimewa/Bomindonesia)

BOMINDONESIA.COM,BANJARMASIN-Dunia seni rupa Indonesia kembali digemparkan dengan karya maestro asal Banjarmasin, Rochyat.

Lukisan bertajuk Tikus dalam Garuda menuai beragam interpretasi dari masyarakat, terutama karena simbolisme kuat yang terkandung di dalamnya. Karya ini viral di dunia maya setelah dipamerkan dalam pameran Maestro di Badry Gallery, Kompleks DPR Kalsel, Jalan Pramuka Km 6, Banjarmasin.

Pameran ini berlangsung dari 1 Januari hingga 18 Maret 2025, menampilkan 15 karya terbaik Rochyat. Sebagai salah satu karya yang paling banyak dibicarakan, Tikus dalam Garuda memiliki nilai eksklusif di mata kolektor seni.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut kurator pameran sekaligus pemilik Badri Gallery, Badri Hurmansyah, karya ini bukan hanya berbicara dari sisi estetika, tetapi juga memiliki makna mendalam yang membuatnya semakin berharga.

“Untuk karya Tikus dalam Garuda, saat ini kami amankan. Dari pihak gallery dan seniman, keberadaan karyanya belum bisa kami beritahukan lebih lanjut,” ungkap pria muda kelahiran Amuntai 1 Januari 1995 ini, Kamis (20/2/2025)

Hal ini semakin menegaskan eksklusivitas lukisan tersebut, yang nilainya tidak hanya diukur dalam angka, tetapi juga dalam daya tarik dan pesan yang disampaikan.

Sebagai seorang seniman yang telah berkarya selama puluhan tahun, Rochyat mengaku banyak terinspirasi oleh maestro seni rupa Indonesia, Affandi. “Saya selalu mengagumi cara Affandi menangkap emosi dan energi dalam setiap sapuan kuasnya. Dia membiarkan perasaannya mengalir di atas kanvas, dan saya pun ingin melakukan hal yang sama,” ungkap Rochyat.

Pengaruh Affandi terasa dalam beberapa karyanya, terutama dalam penggunaan warna-warna ekspresif dan garis-garis dinamis yang menggambarkan emosi mendalam.

Lukisan Tikus dalam Garuda menjadi pusat perhatian setelah viral di media sosial.

Wartawan bomindonesia.com bersama sahabat SMA Said Syech Firdaus (Paling Kanan) sempat berfoto bersama sang Maestro Rochyat (dua dari kanan) dan kurator Badri Hurmansyah (kanan) di salah satu karya lukisannya (Foto Istimewa)
Wartawan bomindonesia.com bersama sahabat SMA Said Syech Firdaus (Paling Kanan) sempat berfoto bersama sang Maestro Rochyat (dua dari kanan) dan kurator Badri Hurmansyah (kiri) di salah satu karya lukisannya (Foto Istimewa)

Tak hanya mendapat apresiasi, karya ini juga memancing diskusi luas di berbagai platform. Di Twitter, akun @localprideindonesia menulis, “Lukisan ‘Tikus dalam Garuda’ ini adalah tamparan halus bagi realitas bangsa kita. Karya yang luar biasa dari seorang maestro!”

Sementara di Instagram, pengguna @senirupa_nusantara berkomentar, “Goresan detail, warna yang tegas, dan makna mendalam. Rochyat membuktikan bahwa seni bisa menjadi media refleksi sosial yang kuat.”

Di Facebook, akun komunitas Pecinta Seni Indonesia turut mengapresiasi, “Tak hanya indah, lukisan ini mengajak kita berpikir. Siapa tikus di dalam Garuda kita?”

Sementara itu, komentar lain dari pengguna @duniakritikmenyeni berbunyi, “Garuda tetap gagah, meskipun ada tikus di dalamnya. Sebuah pesan kuat dari seorang maestro.”

Menanggapi viralnya lukisan ini, Rochyat menyatakan, “Saya tidak pernah punya tujuan untuk viral, saya hanya menciptakan karya dengan totalitas. Namun, jika ini membantu seni rupa Banjar dikenal lebih luas, saya sangat bersyukur. Yang berbicara adalah karya saya, bukan saya,” ungkapnya.

Kurator pameran, Badri Hurmansyah, juga memberikan pandangannya. “Ketika kita mengamati karya ini, kita menemukan banyak makna yang terkandung. Ini bukan sekadar kritik, tetapi spirit bagaimana Garuda tetap gagah meskipun menghadapi tantangan.”jekas lulusan S2 ISI Solo

Badri yang keseharian nya adalah dosen di STKIP PGRI menegaskan bahwa viralnya lukisan ini adalah bukti bahwa Rochyat layak disebut sebagai seorang Maestro.

Wartawan bomindonesia.com beruntung bisa langsung bertemu dengan sang maestro Rochyat dan kurator Badri Hormansyah dalam pameran ini.

Pertemuan ini dimungkinkan berkat jasa sahabat Said Syech Firdaus, yang pernah bekerja sama dengan Rochyat di kafe Mariga miliknya. Said Syech Firdaus juga dikenal sebagai owner Kawasuki, yang berlokasi di Jalan Ujung Murung, Banjarmasin.

Pameran ini juga menampilkan sesi diskusi bersama para pakar seni, termasuk Badri Hurmansyah dan akademisi dari berbagai universitas.

Tiket masuk pameran ini dibanderol Rp30.000 per orang. Dengan antusiasme yang tinggi, “Maestro”. diprediksi menjadi salah satu acara seni terbesar tahun ini.

Para pencinta seni dan masyarakat umum diundang untuk menghadiri pameran ini dan merasakan sendiri kekuatan karya Rochyat dalam menyuarakan realitas sosial melalui seni.

Bagi yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut, pendaftaran kunjungan dapat dilakukan melalui akun Instagram @badrigallery atau media sosial penyelenggara pameran @badri.hurmansyah.

Penulis : Mercurius

Editor : Mercurius

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wisuda Sarjana XX dan Angkat Sumpah Profesi Ners UCB, Lulusan Didorong Berkontribusi bagi Masyarakat
Langit Handil Bakti Memerah, 2 Karhutla Hanya Jarak 2 Jam, Rumah Warga Tersambar
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Dramatis Lewat Adu Penalti
Penyelaman KM Virgo Dihentikan, SAR Perluas Pencarian 55 Korban ke Kalsel-Kalteng-Kalbar
Sebelum jadi Kapolri, Suyudi Ario Seto Pernah Semifinalis Cover Boy Majalah Mode 1988, Ini Potret Masa Mudanya
Komisi III DPR Aklamasi Setujui Komjen Suyudi jadi Calon Kapolri, Segera Dibawa ke Paripurna
Babak Baru Kasus KM Virgo Transport 8, Nahkoda Ditetapkan Tersangka
Hari ke 17 Evakuasi Tiga Korban KM Virgo Transport 8 Ditemukan Tim Penyelam, 61 Masih Dicari

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:55 WITA

Wisuda Sarjana XX dan Angkat Sumpah Profesi Ners UCB, Lulusan Didorong Berkontribusi bagi Masyarakat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:24 WITA

Langit Handil Bakti Memerah, 2 Karhutla Hanya Jarak 2 Jam, Rumah Warga Tersambar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:54 WITA

Penyelaman KM Virgo Dihentikan, SAR Perluas Pencarian 55 Korban ke Kalsel-Kalteng-Kalbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:27 WITA

Sebelum jadi Kapolri, Suyudi Ario Seto Pernah Semifinalis Cover Boy Majalah Mode 1988, Ini Potret Masa Mudanya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:44 WITA

Komisi III DPR Aklamasi Setujui Komjen Suyudi jadi Calon Kapolri, Segera Dibawa ke Paripurna

Berita Terbaru

Karhutla Serang Kawasan Kampus Uniska, Ribuan Mahasiswa Dipulangkan

Banjarmasin Bungas

Karhutla Serang Kawasan Kampus Uniska, Ribuan Mahasiswa Dipulangkan

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:48 WITA

Verified by MonsterInsights