BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Kemarau panjang yang terjadi tahun 2026 ini rentan terjadinya kebakaran baik di hutan maupun pemukiman bermaterial kayu.
Di Kota Banjarmasin, kemarau ini memang menambah resiko terjadinya kebakaran, namun Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Banjarmasin, Hendro, menyampaikan kenyataan yang ada bahwa adanya penurunan angka kebakaran di tahun 2026.
Tahun ini sampai bulan Agustus telah tercatat ada 88 kasus kebakaran, mulai skala kecil hingga besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bila dibanding dengan tahun sebelumnya 2025 di bulan yang sama justru lebih tinggi yakni 97 kasus kebakaran. Hanya saja, kasus kebakaran difase kemarau panjang ini terbilang tinggi.
“Kasus kebakaran mulai Januari sampai Agustus antara tahun 2025 dan 2026 mengalami penurunan. Namun fase kemarau ini kasus kebakaran memang lebih tinggi,” ujarnya
Sebenarnya kebakaran terjadi karena ada pemicunya, seperti membakar sampah yang dekat dengan lahan kering, korsleting listrik dan aktivitas manusia yang kurang kontrol.
Cara Pencegahan dan Mitigasi
Jangan Bakar Sampah: Hentikan kebiasaan membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar di dekat area kering.
Cek Instalasi Listrik: Periksa kabel secara berkala dan hindari penggunaan colokan listrik bertumpuk.
Sediakan Alat Pemadam: Siapkan air atau APAR (Alat Pemadam Api Ringan) di area rawan rumah atau tempat usaha.








