AS Kerahkan Bomber Nuklir ke Semenanjung Korea, Respons Rudal Korut

- Jurnalis

Senin, 4 November 2024 - 22:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua pesawat pengebom B-1B Angkatan Udara AS (tengah atas), empat jet tempur F-35 Angkatan Udara Korea Selatan dan empat jet tempur F-16 Angkatan Udara AS terbang di atas Semenanjung Korea Selatan selama operasi gabungan, latihan udara yang disebut

Dua pesawat pengebom B-1B Angkatan Udara AS (tengah atas), empat jet tempur F-35 Angkatan Udara Korea Selatan dan empat jet tempur F-16 Angkatan Udara AS terbang di atas Semenanjung Korea Selatan selama operasi gabungan, latihan udara yang disebut "Vigilant Storm," di Korea Selatan, Sabtu (5/11/2022). Sebuah pesawat pengebom strategis B-1B milik Amerika Serikat (AS) berpartisipasi dalam latihan udara gabungan yang tengah berlangsung dengan Korea Selatan (Korsel). Keterlibatan pesawat pengebom AS itu diumumkan setelah rentetan peluncuran rudal yang dilakukan Korea Utara (Korut). (Foto Istimewa)

BOMINDONESIA.COM, JAKARTA — Amerika Serikat mengerahkan pesawat pengebom jarak jauh berkemampuan nuklir dalam latihan trilateral bersama Korea Selatan dan Jepang pada Minggu (3/11/2024) sebagai respons terhadap uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) baru oleh Korea Utara yang dirancang untuk menyerang daratan AS, seperti yang disampaikan oleh militer Korea Selatan.

Uji coba rudal Hwasong-19 oleh Korea Utara pada Kamis lalu mencatat rekor ketinggian dan durasi penerbangan tertinggi dibandingkan dengan peluncuran sebelumnya.

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, menyebutnya sebagai “tindakan militer yang tepat” untuk menghadapi ancaman keamanan eksternal dari para pesaingnya.

Dilansir Associated Press, pesawat B-1B AS terbang bersama jet tempur Korea Selatan dan Jepang di sekitar Semenanjung Korea, menunjukkan tekad dan kesiapan ketiga negara dalam menghadapi program nuklir dan misil Korea Utara yang terus berkembang, menurut pernyataan Kepala Staf Gabungan Korea Selatan.

Baca Juga :  Pemerintah dan DPR Sepakat Berhentikan Pengangkatan Tenaga Honorer Tahun 2025, Penataan jadi ASN Harus Selesai Tahun Ini

Adapun Latihan udara trilateral ini merupakan yang kedua pada tahun ini. AS sering merespons uji coba rudal besar Korea Utara dengan pengerahan sementara aset militer canggih seperti pembom jarak jauh, kapal induk, dan kapal selam bertenaga nuklir ke atau di dekat Semenanjung Korea.

Pengerahan ini biasanya mendapat reaksi keras dari Korea Utara yang menuduh AS mempersiapkan invasi dan sering kali menanggapi dengan uji coba senjata tambahan.

Baca Juga :  Banjarmasin Raih Predikat A Dalam Kepatuhan Pelayanan Publik

Hwasong-19, rudal balistik antarbenua pertama yang diuji Korea Utara dalam hampir setahun, menunjukkan kemajuan dalam program misilnya.

Namun, sejumlah ahli mengatakan bahwa Korea Utara masih menghadapi beberapa kendala teknis sebelum dapat mengembangkan ICBM yang berfungsi penuh untuk meluncurkan serangan nuklir terhadap daratan AS.

Mereka juga mencatat bahwa Hwasong-19 terlihat terlalu besar untuk digunakan secara efektif dalam perang. Uji coba ini diperkirakan bertujuan menarik perhatian Amerika menjelang pemilihan presiden AS minggu ini dan merespons kecaman internasional terkait dugaan pengiriman ribuan pasukan Korea Utara ke Rusia guna mendukung perang di Ukraina.

Editor : Mercurius

Berita Terkait

Viral Buaya Raksasa Mirip ‘Godzilla’, Inilah Fakta Ilmiahnya
Penerjemah Presiden Erdogan, Ini Fatima Ali Ahmad Ghulam Abushanab
Good Bye Perang Rusia-Ukraina, Trump Buka Jalan Akhiri Konflik
Israel Bebaskan 183 Tahanan Palestina
Kecelakaan Pesawat Medis di Philadelphia.
Radja Nainggolan Ditangkap Polisi, Ini Sebabnya
Rusia Tawarkan Vaksin Kanker Berbasis mRNA 2025
Arab Saudi, dan 4 Negara Muslim Ini tak Merayakan Isra Miraj, Ini Sebabnya

Berita Terkait

Sabtu, 15 Februari 2025 - 23:42 WITA

Viral Buaya Raksasa Mirip ‘Godzilla’, Inilah Fakta Ilmiahnya

Sabtu, 15 Februari 2025 - 20:49 WITA

Penerjemah Presiden Erdogan, Ini Fatima Ali Ahmad Ghulam Abushanab

Jumat, 14 Februari 2025 - 01:14 WITA

Good Bye Perang Rusia-Ukraina, Trump Buka Jalan Akhiri Konflik

Sabtu, 8 Februari 2025 - 21:29 WITA

Israel Bebaskan 183 Tahanan Palestina

Sabtu, 1 Februari 2025 - 10:59 WITA

Kecelakaan Pesawat Medis di Philadelphia.

Berita Terbaru

Banjarmasin Bungas

Setelah Dilantik, Wali Kota Yamin Masuk Akademi Militer

Rabu, 19 Feb 2025 - 15:23 WITA

Pengamat Dr Didi Susanto (foto:bomindonesia)

Kalimantan Membangun

Dr Didi Susanto: Makan Bergizi Gratis Kebijakan Bagus

Rabu, 19 Feb 2025 - 14:17 WITA