BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN- Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Pemuda Asli Kalimantan (GEPAK) Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya untuk mendorong pemberdayaan pemuda, menjaga adat istiadat, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan Banua.
Komitmen tersebut disampaikan dalam program Ngobrol Bareng Komunitas (Ngobras) di Pro 1 RRI 97,6 FM Banjarmasin, Sabtu (10/10/2026) malam.
Mengangkat tema “Menjaga Banua, Menggerakkan Masyarakat”, kegiatan ini menghadirkan Ketua DPW GEPAK Kalsel H. Junaidi, Sekretaris Mahlan Kusairi, Wakil Ketua Sugiannoor, dan Bendahara Saleh Makkie.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua DPW GEPAK Kalsel, H. Junaidi, menjelaskan bahwa GEPAK merupakan lembaga swadaya masyarakat yang bertujuan menggerakkan pemuda melalui semangat kecintaan terhadap Kalimantan untuk mendukung pembangunan.
Menurut Junaidi, pembinaan generasi muda menjadi penting agar mereka mampu menghadapi persoalan ketidakadilan dalam kesempatan berusaha dan mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah.
“Tujuannya membina generasi muda, karena ketidakadilan dalam berusaha. Banyak orang luar menguasai Kalimantan, sangat prihatin kondisinya,” ungkap Junaidi yang juga Pembina ormas DPP FKPWK.
Ia mengungkapkan, GEPAK sempat vakum hampir setahun setelah ketua sebelumnya, Anang Misran, meninggal dunia pada tahun lalu.
Organisasi tersebut belum kembali aktif karena saat itu belum menerima mandat dari pengurus pusat.
Junaidi menegaskan, tujuan GEPAK dijalankan berdasarkan AD/ART dengan menjunjung tinggi adat istiadat sebagai bagian penting dari kehidupan masyarakat Kalimantan.

Pecinta budaya ini juga menyoroti nilai-nilai budaya dan filosofi kehidupan masyarakat yang menurutnya mengajarkan keadilan antarsesama manusia serta kepercayaan kepada Tuhan.
Nilai-nilai tersebut dinilainya sejalan dengan semangat yang terkandung dalam Pancasila.
Dalam pemberdayaan masyarakat, lanjutnya, GEPAK berperan sebagai fasilitator, terutama untuk membuka ruang kolaborasi dengan kalangan akademisi agar kapasitas masyarakat terus meningkat.
“Agar kemampuannya meningkat, jadi jangan hanya teriak tidak adil, tapi pemuda harus memperbaiki dirinya melalui keahlian dan bakat,” harap Junaidi yang juga Pembina DPD ORI Kalsel.
Ia mengingatkan, pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton ketika menghadapi persoalan pembangunan, termasuk kerusakan lingkungan. Karena itu, GEPAK mendorong kerja sama dengan akademisi dan masyarakat adat untuk memperkuat pemahaman mengenai pelestarian alam.
“Intinya bagaimana pemuda harus utamakan pendidikan dan tingkatkan kapasitas serta kualitas diri. Pasti akan banyak peluang baru. Jadi pemuda harus bersatu, belajar dan maju untuk pembangunan lebih maju,” terangnya.
Sementara itu, Bendahara DPW GEPAK Kalsel, Saleh Makkie, menyampaikan keprihatinannya terhadap pergaulan generasi muda, khususnya yang berpotensi menjerumuskan mereka pada penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, waktu dan energi anak muda perlu diarahkan pada kegiatan positif yang dapat membangun prestasi serta masa depan mereka.
Sekretaris DPW GEPAK Kalsel, Mahlan Kusairi, sependapat bahwa semangat menjadi bagian dari GEPAK tidak semata-mata ditentukan oleh tempat tinggal seseorang, tetapi juga oleh asal-usul dan keterikatannya dengan Kalimantan.
“Jadi ia harus lahir di Kalimantan meski berada di Pulau Jawa,” ujarnya.
Mahlan juga menekankan pentingnya peran pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, dalam menggerakkan generasi muda.
Ia menilai pola hidup sehat, pendidikan, dan pembinaan karakter perlu kembali mendapat perhatian.
Ia mencontohkan kebiasaan generasi terdahulu yang membiasakan diri bangun subuh untuk berolahraga serta belajar dan mengaji pada malam hari. Menurutnya, pola hidup dan konsumsi makanan juga perlu menjadi perhatian dalam menjaga kesehatan.
Selain itu, Mahlan menyebut pelestarian budaya, seperti tari-tarian daerah, serta pertanian yang lebih ramah lingkungan perlu terus dikembangkan. Dalam hal ini, anak muda diharapkan ikut berperan membina masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Mahlan mengungkapkan, kepengurusan GEPAK telah dibentuk di 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan. Karena itu, koordinasi antara DPW dan DPD perlu diperkuat, termasuk membangun komunikasi dengan pemerintah daerah dan memanfaatkan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR untuk kepentingan masyarakat.
“Kalsel juga memiliki banyak sumber daya alam. Karena itu, diperlukan ide dan terobosan yang didukung semua pihak,” katanya.
Adapun Wakil Ketua DPW GEPAK Kalsel, Sugiannoor, SH, menegaskan pentingnya memperkuat peran putra-putri Kalimantan agar mampu mengambil posisi strategis dalam pemerintahan dan pembangunan nasional.
“Jangan hanya orang Jawa dan Sumatera maupun Sulawesi,” pungkas Ketua SWI Kalsel ini.
Penulis /.Editor : Mercurius









