penyemaian bibit padi Inpri 32 oleh Kadis DKP3 Kota Banjarmasin, Yuliansyah Efendi di Sungai Lulut, Banjarmasin Timur.
BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Di tengah kesulitan air dan cemaran air asin dampak kemarau ekstrem sekarang ini. Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin, mencoba terobosan melakukan penanaman padi jenis Inpari 32.
Padi yang menghasilkan beras pulen ini ditarget panen akhir Desember mendatang atau kurang lebih 105-120 hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas DKP3 Kota Banjarmasin, Yuliansyah Efendi, menyampaikan, mulai hari ini Jumat (25/9/2026) pihaknya memulai melakukan penyemaian menggunakan alat semai yang buat sendiri oleh kelompok masyarakat di Sungai Lulut, Banjarmasin Timur.
Sedikitnya ada lima hektar lahan yang dimanfaatkan sebagai percontohan jenis padi tersebut. Itu sebagai upaya memperkenalkan pertanian modern PMAS (Pertanian Modern-Advance Agriculture System).
“Hari ini kita mulai semai, sebuah implementasi proyek perubahan dan tugas akhir PKN Tingkat 2 angkatan 18 tahun 2026,”
“mudahan penanaman padi jenis Inpari 32 yang bisa panen dua kali setahun bahkan tiga kali ini berjalan lancar. Insyallah Desember mendatang sudah panen,” ucapnya.
Yuliansyah melanjutkan, proyek pertanian modern ini diharapkannya dapat menjadi contoh dan sekaligus edukasi kepada petani-petani yang ada di Banjarmasin.
Dengan itu petani mau menanam padi yang bisa panen dua kali setahun dan tentu bisa lebih mendapatkan keuntungan dari jenis padi lokal yang biasa ditanam masyarakat banjar.
“Mudahan Percontohan ini berhasil, dan petani-petani Banjarmasin mau mencoba dan tercipta petani yang modern, berdaya saing dan meningkatkan kesejahteraan,” tutupnya.
penulis : Hamdani









