BOMINDONESIA.COM, BAMJARMASIN– Setelah lebih dari satu tahun tidak berkumpul secara langsung, komunitas Kelatau Batang yang beranggotakan alumni SMAN 3 Banjarmasin (Smagha) angkatan 2006 kembali menggelar silaturahmi.
Pertemuan berlangsung di Koordinat Cafe, Banjarmasin, Jumat malam (9/10/2026), dalam suasana akrab yang dipenuhi canda, nostalgia, dan cerita perjalanan hidup masing-masing.
Sudah lebih dari satu tahun kami tidak berkumpul karena kesibukan masing-masing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Malam ini yang penting bisa kembali duduk bersama, bercanda, dan menyambung silaturahmi seperti dulu,” ujar Yandi Pratama.
“Bagi kami, Kelatau Batang bukan sekadar grup alumni, tetapi persahabatan yang sudah terjalin sejak SMA dan harus tetap dijaga, sesibuk apa pun perjalanan hidup masing-masing,” tambahnya.
Pertemuan ini menjadi momen istimewa bagi para sahabat yang selama ini lebih banyak berkomunikasi melalui grup WhatsApp.
Kesibukan pekerjaan, usaha, dan aktivitas di berbagai bidang membuat mereka tidak mudah meluangkan waktu untuk duduk bersama seperti dahulu.
Namun, jeda lebih dari satu tahun tidak menghapus kedekatan yang telah terbangun sejak bangku SMA.
Ketika kembali bertemu, suasana keakraban seolah langsung menyambung, tanpa sekat profesi, jabatan, maupun kesibukan yang kini mewarnai kehidupan mereka.
Sejumlah anggota yang hadir dalam pertemuan tersebut di antaranya Yandi Pranajaya, pemilik Alfina Motor; Yandi Pratama, pengusaha muda sekaligus musisi dan promotor musik; Widiawan Fachrizal, notaris di Banjarmasin; Rizky Febrianor; Miftah Hadi; Ari Gorey yang dikenal sebagai pemandu hura-hura dalam lingkaran pertemanan mereka; Aris Buham; serta Ijab.
Dari Dunia Usaha hingga Musik
Di antara anggota Kelatau Batang, Yandi Pranajaya dikenal sebagai pengusaha yang menjalankan Alfina Motor.
Aktivitasnya di dunia usaha menjadi salah satu warna dalam lingkaran pertemanan alumni yang memiliki latar belakang profesi beragam.
Sementara itu, Yandi Pratama merupakan salah satu anggota yang memiliki perjalanan karier di dunia usaha sekaligus musik.
Pria asal Banjarmasin ini dikenal sebagai pengusaha yang juga duduk di kepengurusan DPP Kadin dan penggemar musik rock yang pernah menjadi drummer grup Sandal Jepit.
Namanya juga pernah menghiasi pemberitaan media melalui kiprahnya sebagai promotor musik.
Yandi tercatat pernah mendatangkan grup rock legendaris Elpamas dan Grass Rock serta lady rocker Nicky Astria ke Banjarmasin dalam rangkaian pertunjukan musik pada 2018.
Kecintaannya terhadap musik tidak berhenti pada panggung hiburan.
Yandi juga terlibat dalam berbagai proyek musik dan kegiatan yang mempertemukan musisi lintas generasi.
Di luar aktivitas tersebut, ia memiliki pengalaman dalam organisasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia .
Profil Yandi Pratama sebelumnya pernah diulas dalam sejumlah pemberitaan media yang menyoroti perjalanan kariernya sebagai musisi, promotor dan pengusaha.
Adapun Widiawan Fachrizal dikenal berprofesi sebagai notaris di Banjarmasin.
Ia juga menjadi salah satu sosok yang dikaitkan dengan upaya menjaga komunikasi dan kebersamaan Kelatau Batang, termasuk melalui pertemuan informal antarsahabat.
Rizky Febrianor merupakan bagian dari lingkaran pertemanan tersebut.
Sementara Miftah Hadi dan Ijab anggota yang berkecimpung di sektor pertambangan.
Anggota lainnya, Aris Buham, turut melengkapi kebersamaan dalam pertemuan kali ini.
Adapun Ari Gorey memiliki peran khas dalam suasana pertemanan mereka.
Julukan pemandu hura-hura menggambarkan sisi santai dan jenaka yang menjadi bagian dari dinamika pergaulan Kelatau Batang.
Perbedaan profesi dan aktivitas masing-masing justru memperkaya perjalanan persahabatan mereka.
Ada yang bergelut di dunia usaha, hukum, musik, maupun bidang pekerjaan lainnya, tetapi ketika berkumpul, semuanya kembali menjadi kawan lama yang memiliki kenangan bersama.
Persahabatan yang Tidak Bergantung pada Frekuensi Pertemuan
Kelatau Batang bukan sekadar nama sebuah grup alumni.
Komunitas ini menjadi ruang untuk mempertahankan hubungan pertemanan yang tumbuh sejak masa sekolah, ketika kebersamaan dibangun melalui interaksi sehari-hari, cerita sederhana, dan pengalaman yang kini menjadi kenangan.
Kelatau Batang digambarkan sebagai komunitas alumni Smagha 2006 yang menjaga solidaritas melalui komunikasi di grup WhatsApp, pertemuan informal, serta kegiatan silaturahmi dan reuni.
Bagi mereka, persahabatan tidak harus dibuktikan dengan pertemuan setiap minggu atau setiap bulan.
Ada kalanya pekerjaan dan tanggung jawab membuat waktu bersama sulit diwujudkan.
Namun, hubungan yang terpelihara dengan baik memungkinkan keakraban kembali tumbuh ketika kesempatan bertemu datang.
Pertemuan di Koordinat Cafe malam itu menjadi gambaran sederhana tentang persahabatan yang bertahan melewati perubahan usia dan kehidupan.
Obrolan santai, canda khas kawan lama, serta cerita tentang aktivitas masing-masing menjadi pengikat yang mempertemukan kembali kenangan masa lalu dengan kehidupan mereka saat ini.
Waktu boleh berjalan, profesi boleh berbeda, dan kesibukan boleh semakin padat.
Namun, persahabatan yang dibangun sejak bangku SMA tetap memiliki tempat tersendiri.
Bagi Kelatau Batang, kebersamaan malam itu bukan sekadar melepas rindu setelah lama tidak bertemu, melainkan juga menjaga agar hubungan yang telah terjalin selama bertahun-tahun tidak berhenti sebagai kenangan.
Sebab, pada akhirnya, persahabatan sejati bukan tentang seberapa sering seseorang hadir, melainkan tentang hubungan yang tetap terjaga meski kehidupan membawa setiap orang ke arah yang berbeda.
Penulis/ Editor : Mercurius









