BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Ada pemandangan yang tidak biasa di langit Kota Banjarmasin pada Minggu (27/9/2026) pagi. Di kala kabut asap pekat biasanya setia menyelimuti sudut kota pada awal hari, pagi itu payung langit justru membentang cukup cerah. Berkah cuaca yang bersahabat ini langsung disambut hangat oleh ratusan warga Kelurahan Kertak Baru Ilir (KBI), Kecamatan Banjarmasin Tengah.Sejak pukul 07.00 WITA, kawasan Jalan Mawar sudah disesaki warga yang antusias. Menariknya, meski matahari bersinar terang dan udara terasa lebih bersih dari biasanya, langkah antisipasi tetap berjalan di barisan start. Panitia dengan sigap membagikan masker kepada setiap peserta. Aksi kepedulian ini menjadi penanda kuat bahwa kesehatan warga tetap menjadi prioritas utama selama menempuh rute jalan santai (Fun Walk) berdurasi satu jam melintasi Jalan Nagasari, Jalan Dahlia, Jalan Cempaka, hingga kembali ke titik semula.
Langkah kaki ratusan warga pagi itu bukan dipacu oleh agenda kedinasan kelurahan, melainkan oleh sebuah gerakan mandiri: dari warga dan untuk warga. Kegiatan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi (Harjad) Kota Banjarmasin ke-500 ini menggaungkan spirit mendalam melalui tema “Lima Abad Kami Kawa Gawi Sabumi, Banjarmasin Maju Sejahtera”.Kemandirian warga KBI ini terbukti bukan sekadar slogan. Agenda besar ini murni digerakkan dari akar rumput. Peran pihak kelurahan hanya bersifat mendukung, di mana Lurah KBI, H. Hendra Agus Salim, S.Sos, hadir khusus untuk melepas dan membuka acara secara resmi. Di balik layar, seluruh urusan pergerakan hingga kepanitiaan dikoordinir langsung oleh kolaborasi kompak 15 Ketua Rukun Tetangga (RT) bersama Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) setempat.”Kegiatan Fun Walk ini sepenuhnya dilaksanakan atas inisiatif warga untuk warga. Jadi, kami serahkan sepenuhnya kepengurusan acara ini kepada para Ketua RT dan LPMK. Kami dari kelurahan mendukung penuh kebersamaan ini,” ujar H. Hendra Agus Salim dengan rona bangga.Suasana kawasan KBI yang dikenal sebagai pusat bisnis mendadak mencair penuh kekeluargaan. Tiap RT mengirimkan perwakilan warganya dengan jumlah bervariasi, berkisar 10 hingga 20 orang, menyesuaikan kelonggaran waktu masing-masing. Tak sekadar menyusuri jalanan, ratusan warga juga tampak memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang disediakan oleh RS Amanah Medical Centre.
Kemeriahan pun kian lengkap dengan jejeran stan UMKM serta sokongan belasan sponsor mulai dari perhotelan, pertokoan, hingga sektor perbankan setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tujuannya agar warga saling kenal-mengenal. Dari sini kita jadi tahu mana lurahnya, mana RT-nya, dan sesama tetangga bisa membaur,” cetus Ketua RT 12, Fadilah, yang merangkap sebagai Ketua Panitia sekaligus pemandu acara (MC) yang energik.
Ia bersyukur antusiasme Corporate Social Responsibility (CSR) dari para pengusaha perhotelan, rumah makan, dan perkantoran di KBI sangat tinggi untuk menyukseskan acara ini.
Dukungan serupa juga mengalir kuat dari dunia perbankan.
Branch Manager Bank Artha Niaga Internasional (AGI), Teguh Santoso, menegaskan komitmennya untuk selalu mendampingi ruang tumbuh warga. “Kami dari Bank AGI selalu siap mendukung wilayah KBI.
Terutama fokus kami pada pengembangan UMKM, mendidik warga berwirausaha agar bisa mandiri dan terus berkembang,” tutur Teguh.
Di tengah riuhnya pembagian doorprize, sepotong kisah toleransi yang menyejukkan lahir dari sudut RT 10 Jalan Niaga yang dipimpin oleh Yeni.
Meski wilayah yang dipimpinnya mayoritas dihuni oleh warga keturunan Tionghoa, Yeni mengakui kerukunan dan semangat toleransi antar-warga di lingkungannya sangatlah tinggi.
Rasa kekeluargaan yang erat inilah yang membuat wanita berpenampilan rapi bak aparatur sipil negara ini setia mengikuti acara dari awal hingga akhir.
Tak tanggung-tanggung, wanita keturunan Tionghoa berparas manis ini secara pribadi menyumbangkan 5 buah alat pancing premium yang diambil langsung dari toko pancing miliknya di kawasan Pasar Lima Banjarmasin.”Ya, saya dipercaya menjadi RT karena pak RT yang terdahulu sudah sepuh. Jadi warga di belakang kantor pajak memercayakan amanah ini kepada saya. Hubungan sosial dan toleransi kami di sini sangat luar biasa,” seloroh Yeni ramah.

Suasana kebersamaan kian memuncak dan penuh suka cita saat sesi pengundian hadiah tiba. Kebahagiaan mendalam menyelimuti seluruh warga yang berkumpul di depan panggung utama saat satu per satu nomor kupon mulai dicabut.
Lembar demi lembar keberuntungan dibagikan, mempererat tawa dan obrolan hangat antartetangga yang membaur menjadi satu.Kemeriahan di bawah langit KBI yang cerah akhirnya ditutup dengan pekikan kegembiraan dari para pemenang hadiah utama.
Rizki, seorang bocah berusia 10 tahun, melompat kegirangan setelah nomor kuponnya keluar sebagai pemenang sepeda gunung.
Sementara itu, hadiah paling dinanti berupa sepeda listrik sukses diraih oleh Masniah, warga RT 02 Kaca Piring Besar yang tinggal tak jauh di belakang kantor kelurahan.
Selain itu, puluhan hadiah elektronik seperti kipas angin dan dispenser juga ludes dibagikan kepada warga yang beruntung.
Minggu pagi itu, ratusan warga KBI pulang tidak sekadar membawa hadiah doorprize di tangan, tetapi juga membawa pulang rasa bangga: bahwa di usia kota yang menginjak lima abad, mereka mampu membuktikan esensi sejati dari kawa gawi sabumi—bekerja bersama demi kerukunan hidup sehari-hari.
Penulis/ Editor: Mercurius









