BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) terus berkomitmen meningkatkan kapasitas generasi muda melalui pengembangan kompetensi bahasa asing.
Komitmen itu diwujudkan melalui Pelatihan Bahasa Inggris bagi Pemuda Kota Banjarmasin sebagai bagian dari implementasi 22 Program Prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin.
Kegiatan bertema “Empowering Banua Youth for the World” itu dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda, bertempat di Aula Banjarmasin Culture Hub, Kamis (16/07/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Disbudporapar Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, para peserta pelatihan, serta jajaran terkait lainnya.
Mewakili Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR, Ananda mengatakan bahwa program tersebut merupakan salah satu bentuk nyata pelaksanaan visi dan misi kepemimpinan Yamin–Ananda dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul dan siap bersaing di tingkat global.
“Hari ini mewakili Pak Wali Kota Banjarmasin, kami membuka secara resmi English Language Training. Ini merupakan salah satu pengejawantahan atau perwujudan visi dan misi Yamin–Ananda. Mudah-mudahan melalui pembelajaran bahasa asing ini dapat menjadi bekal bagi generasi muda Kota Banjarmasin dalam menata masa depannya,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dengan lembaga Global English Kampung Pare, Kediri, yang notabenenya telah memiliki pengalaman panjang dalam membina kemampuan bahasa Inggris generasi muda.
“Kita dibantu oleh Global English dari Kampung Pare, Kediri yang memang sudah sangat berpengalaman membantu generasi muda belajar bahasa Inggris. Kita berharap pelatihan ini dapat dilaksanakan secara maksimal sehingga peserta memperoleh manfaat yang besar untuk pengembangan diri mereka,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Disbudporapar Banjarmasin, Ibnu Sabil, menjelaskan bahwa proses seleksi peserta dilakukan secara bertahap untuk memastikan peserta yang mengikuti pelatihan merupakan pemuda yang memiliki komitmen tinggi dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris.
Ia menyampaikan, sejak pendaftaran dibuka melalui media sosial Disbudporapar beberapa bulan lalu, antusiasme pemuda Kota Banjarmasin sangat tinggi.
“Pendaftar tahun ini mencapai 243 orang. Setelah dilakukan seleksi administrasi, sebanyak 193 peserta dinyatakan lolos. Mereka kemudian mengikuti pembelajaran awal, hingga akhirnya terseleksi menjadi 60 peserta. Dari jumlah tersebut kembali diseleksi menjadi 40 peserta yang mengikuti pelatihan lanjutan secara offline,” jelasnya.
Menurut Ibnu, tahapan seleksi tidak berhenti sampai di situ. Dari 40 peserta tersebut nantinya akan dipilih kembali sebanyak 20 orang terbaik untuk mengikuti program pembelajaran langsung di Kampung Inggris Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
“Nantinya akan dipilih lagi menjadi 20 peserta terbaik yang akan kami kirim langsung ke Kampung Inggris Pare melalui kerja sama dengan Global English. Seluruh pembiayaan telah menjadi bagian dari kerja sama tersebut. Bahkan di sana nanti mereka akan diseleksi kembali untuk mendapatkan kesempatan mengikuti berbagai program lanjutan, termasuk peluang beasiswa apabila memenuhi persyaratan,” bebernya lagi.
Lebih lanjut, Ibnu Sabil berharap para peserta yang telah mendapatkan pembinaan nantinya dapat menjadi motor penggerak lahirnya komunitas bahasa asing di Kota Banjarmasin.
“Kami berharap setelah mengikuti pelatihan ini mereka membentuk komunitas. Komunitas tersebut nantinya dapat mengajak pemuda lainnya untuk belajar dan membiasakan penggunaan bahasa asing. Hal ini penting karena Kota Banjarmasin terus berkembang sebagai kota pariwisata yang membutuhkan sumber daya manusia yang mampu berkomunikasi dengan wisatawan maupun mitra internasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, sasaran program ini merupakan kalangan pemuda sesuai ketentuan usia kepemudaan.
“Peserta merupakan pemuda berusia 16 hingga maksimal 35 tahun sesuai dengan kategori kepemudaan. Jadi memang program ini kami khususkan untuk membekali generasi muda Kota Banjarmasin,” jelasnya.
Ke depan, Disbudporapar juga berencana mengembangkan program serupa dengan materi bahasa asing lainnya sesuai kebutuhan perkembangan dunia kerja dan investasi.
“Kami berharap program ini terus berlanjut. Tahun depan bukan tidak mungkin materi pelatihannya tidak hanya bahasa Inggris, tetapi juga bahasa asing lain seperti Mandarin yang saat ini cukup banyak dibutuhkan dalam dunia perdagangan maupun dunia kerja. Namun untuk saat ini kami fokus menyukseskan program bahasa Inggris terlebih dahulu. Setelah selesai, para peserta juga kami harapkan menjadi penggerak komunitas bahasa asing di Kota Banjarmasin,” pungkasnya.
Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap lahir generasi muda yang memiliki kemampuan berbahasa asing, berdaya saing tinggi, serta mampu menjadi duta daerah dalam mendukung kemajuan sektor pariwisata, pendidikan, dan perekonomian menuju Banjarmasin Maju dan Sejahtera.









