BOMINDONESIA.COM,BANJARMASIN- Usulan Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Jihan Hanifah, SH yang memperjuangkan BPJS Ketenagakerjaan bagi relawan banjir dan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK/Karhutla) mendapat dukungan penuh dari Gerakan Pemuda Asli Kalimantan (GEPAK) Kalsel
Ketua GEPAK Kalsel H Junaidi yang juga dikenal sebagai Pembina Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) Kalsel dan FKPWK menilai usulan itu sangat layak diapresiasi.
“Perlu di aprisiasi rencana ketua Komisi IV DPRD Prov. Kalsel, Jihan Hanifah, SH, mengusulkan dan memperjuangkan hak relawan banjir dan pemadam kebakaran (BPK, karhutla) untuk mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Junaidi yang akrab disapa Bos Rokok, Rabu (4/11/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“GEPAK Kalsel sangat mendukung hal diatas dan berharap secepatnya direalisasi, ini juga klo terjadi bencana banjir mereka jg yg berjibaku,” tegasnya.
Dukungan ini bukan tanpa alasan, tegas Junaidi.
Plot perjuangan BPK dan relawan di Kalsel sangat nyata.
Banjarmasin sendiri dikenal sebagai Kota 1000 Pemadam Kebakaran dengan 266 unit portable dan 7086 personil pemadam swasta yang tersebar di tiap kelurahan.
Mereka tidak hanya memadamkan api, tapi juga evakuasi banjir, orang tenggelam, hingga kecelakaan.
Di sisi lain, risiko mereka sangat tinggi. Data terbaru, karhutla kembali melanda Kabupaten Banjar pada Selasa (3/11/2026) setelah sempat mereda, bahkan peralatan BPK dilaporkan rusak saat penanganan karhutla.
Sepanjang 2026, sedikitnya sembilan petugas dan relawan meninggal dunia saat penanganan karhutla di Indonesia, salah satunya relawan BPK Sarimi Kayu Bulan, Nordin (51) yang meninggal saat memadamkan karhutla di Handil Bakti, Batola pada 21 Oktober 2026.
“Jangan sampai mereka berjuang tanpa jaminan. Kalau ada BPJS Ketenagakerjaan, ada perlindungan saat kecelakaan kerja di lapangan. Mereka garda terdepan,” pungkas Junaidi.
Penulis / Editor : Mercurius









