BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Dinas Budaya Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin melakukan penataan ulang
Destinasi wisata religi Makam Sultan Suriansyah (Raja Banjar) di Kuin Utara, Banjarmasin Utara.
Benar saja, hal itu dilakukan menyusul mencuatnya keluhan masyarakat terhadap aktivitas pedagang dan pengemis yang dinilai telah mengganggu kenyamanan pengunjung.
Oleh Kepala Disbudporapar, DR Ibnu Sabil, wisata religi Makan Raja Banjar itu salah satu objek yang memiliki daya tarik tersendiri karena nilai kebudayaannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tentu, lingkungan makam harus dibuat senyaman mungkin, agar pengunjung merasa betah dan memberi kesan yang positif.
“Ini tindak lanjut keluhan masyarakat yang ingin Makam Raja Banjar agar ditata dengan baik, karena semrawutnya pedagang ditambah lagi adanya aktivitas pengemis,”
“Hari ini kita memastikan dan langsung meninjau ke makam bersama Camat, Satpol PP, Polsek, Kodim dan Dishub. Kita juga sekaligus sosialisasi kepada para pedagang agar tidak berjualan lagi di area makam,

Sabil berharap, upaya pihaknya itu agar bisa dipahami Karena penataan tidak lain semata-mata untuk kebaikan bersama.
Kemudian hal ini juga sekaligus sebagai penghormatan kepada pendahulu yakni Sultan Suriansyah yang masa kejayaannya duduk sebagai raja Banjar serta lainnya di kawasan makam ini
Camat Banjarmasin Utara, Norrahmawati menyampaikan, bahwa Makam Sultan Suriansyah merupakan situs cagar budaya yang nilainya harus dijaga dengan baik.
Penataan area makam tersebut sudah lama diinginkan masyarakat dan warga berharap tidak ada lagi aktivitas pedagang dan pengemis yang masuk area makam. Kemudian soal parkir yang belum ditata dengan baik.
“Mudahan setelah adanya peninjauan dan sosialisasi ini, penataan kawasan Makam Raja Banjar berjalan baik, masyarakat maupun pengunjung merasa nyaman,” tutupnya.
Penulis : Hamdani









