BOMINDONESIA.COM BANJARMASIN- Kekhawatiran warga Jalan Veteran Banjarmasin soal nasib permukiman mereka setelah Jembatan Simpang Ulin rampung akhirnya terjawab.
Jumat (2/10/2026) , sekitar pukul 10.00 Wita, Ombudsman RI Perwakilan Kalsel bersama YLKI Intan Kalsel turun langsung meninjau lokasi.
Di barisan terdepan, tampak sosok yang dikenal luas di kalangan advokat dan aktivis Banua, Ketua YLKI Intan Kalsel DR. H. Fauzan Ramon, SH., MH.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pria yang juga dikenal sebagai advokat legendaris Banua, dosen di STIH Sultan Adam Banjarmasin dan sosok yang ringan tangan di mata kawan-kawannya ini datang bukan sekadar formalitas.
Dikenal loyal dan cepat tanggap terhadap masalah konsumen, kehadiran Fauzan Ramon menjadi penegas bahwa pembangunan tidak boleh merugikan rakyat kecil.
Turut hadir Kepala Ombudsman Kalsel Hadi Rahman, S.I.P., MPA, perwakilan Satlantas Polresta Banjarmasin, Dishub Kalsel, Balai Jalan PUPR Kalsel, lurah, aktivis hingga warga yang diwakili Ida Yati.
Jembatan Simpang Ulin sendiri memang sudah selesai 100 persen dan sudah bisa dilalui kendaraan.
Namun justru di situlah masalah baru muncul.
Posisi badan jembatan jauh lebih tinggi dibandingkan rumah-rumah warga Veteran yang berada tepat di bawah turunan jembatan.
Saat ini masih musim kemarau, tapi warga sudah cemas membayangkan musim hujan tiba.
Air dikhawatirkan akan mengalir deras ke permukiman mereka yang lebih rendah karena gorong-gorong dan drainase belum maksimal.
“Potensi banjirnya karena kami rendah. Mohon gorong-gorong dimaksimalkan supaya mengantisipasi banjir,” ujar Ida Yati, warga Veteran dengan nada khawatir.
Kekhawatiran kedua adalah keselamatan.
Kontur jembatan yang tinggi dan menurun tajam membuat kendaraan yang turun dari jembatan langsung berhadapan dengan aktivitas warga.
“Untuk keamanan juga, untuk keamanan orang rumah, warga sekitar dan pengguna jalan secara umum,” ungkapnya. “Kami mendukung semua proyek pemerintah. Tapi tolong dua hal tadi diperhatikan, yaitu potensi banjir dan keamanan,” tegas Ida.
Menanggapi itu, Kepala Ombudsman Kalsel Hadi Rahman menyebut fokus tinjauan kali ini adalah antisipasi banjir dan pengamanan arus lalu lintas. Bahkan di lokasi dilakukan simulasi dengan dua unit mobil damkar untuk melihat aliran air.
Sementara itu, DR. H. Fauzan Ramon dengan gaya khasnya yang lugas menegaskan komitmennya mengawal warga.
“Pembangunan untuk Kalsel, terutama di Banjarmasin untuk penanganan banjir, kita dukung. Tapi jangan sampai perusahaan merugikan masyarakat, termasuk konsumen. Boleh mencari untung, tapi jangan merugikan masyarakat atau rakyat,” tegas advokat yang juga aktif di Partai Golkar dan berbagai organisasi kemasyarakatan ini.
Bagi warga Veteran, kehadiran sosok seperti Fauzan Ramon yang dikenal tidak segan turun langsung ke lapangan memberi harapan.
Mereka berharap ada solusi nyata sebelum hujan datang, bukan janji di atas kertas.
“Harapan kami ada tindakan cepat. Jangan sampai sudah kebanjiran baru diperbaiki,” tutup Ida.
Penulis/ Editor: Mercurius















