Kado Akhir Tahun, Akselerasi ODF Kota Banjarmasin Rampung 100 Persen – bomindonesia.com

Kado Akhir Tahun, Akselerasi ODF Kota Banjarmasin Rampung 100 Persen

- Redaksi

Rabu, 31 Desember 2025 - 17:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Kesehatan kembali menggelar Deklarasi Open Defecation Free (ODF) atau gerakan Stop Buang Air Besar Sembarangan yang menyasar 8 kelurahan di Kota Banjarmasin, di Lobi Balai Kota, Selasa (30/12/2025).

Deklarasi sekaligus penandatangan ikrar seluruh perwakilan tokoh masyarakat di 8 kelurahan itu turut disaksikan Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj. Ananda, didampingi Plt Kadinkes Kota Banjarmasin, M. Ramadhan, perwakilan Dinkes Prov Kalsel, hadir Sekdako Banjarmasin, Ikhsan Budiman, Ketua Forum Kota Sehat Banjarmasin, Fathurrahman, Kepala SKPD, Perusda, Camat dan Lurah terkait.

8 kelurahan tersebut meliputi kelurahan Sungai Jingah, Tanjung Pagar, Murung Raya, Kelayan Timur, Kelayan Selatan, Teluk Tiram, Basirih serta Mantuil sehingga capaian ODF Kota Banjarmasin kini telah rampung 100 persen menyasar 52 kelurahan di kota Seribu Sungai.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perlu diketahui, ODF sendiri merupakan salah satu indikator dalam terwujudnya pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2014 yang coba digalakkan oleh Pemkot Banjarmasin agar membiasakan perilaku hidup masyarakat bersih dan sehat sekaligus memastikan terjaganya sanitasi lingkungan kota dan sungai.

Mewakili Wali Kota Banjarmasin, pada kesempatan itu, Wawali Ananda menegaskan bahwa pencapaian ODF di 52 kelurahan ini menjadi fondasi utama menuju predikat Kota Sehat yang berkelanjutan.

Menurutnya, tantangan terbesar bukan terletak pada pembangunan fisik jamban yang sehat, melainkan mengubah stigma masyarakat, terutama bagi mereka yang bermukim di bantaran sungai dan telah terbiasa menggunakan sungai dalam aktivitas sehari-hari.

“Prinsipnya kita apresiasi deklarasi hari ini, apalagi komitmen bersama ini sudah 100 persen dicapai. Seharusnya dan idealnya tidak ada lagi jamban-jamban di sungai kita,” tegas Ananda.

Sebagai langkah lanjutan, Ia meminta agar komitmen bersama ini tidak berhenti pada seremonial semata. Dirinya ingin seluruh perangkat daerah dan tokoh masyarakat harus mampu bekerja sama mengawasi kondisi lingkungan masing-masing.

Ananda melanjutkan, apabila masih didapati bangunan jamban usang di tepi sungai ataupun masyarakat yang kedapatan masih buang air besar sembarangan, dirinya tak segan meminta stakeholder terkait untuk melakukan penindakan.

“Jadi apabila didapati masih ada jamban di sungai kita maka akan kita bongkar dan robohkan. Makanya ulun ingin memastikan seluruh elemen terkait baik Camat, Lurah, Dinkes, DPUPR, jajaran forum Kota Sehat dan tokoh masyarakat bisa saling mengawasi dan memberi edukasi terkait pentingnya ini sebagai wujud sanitasi aman,” jelasnya.

Senada hal itu, Kadinkes Banjarmasin, Ramadhan menyambut baik capaian indeks ODF Kota Banjarmasin yang akhirnya terpenuhi 100 persen lewat deklarasi pada hari ini.

“Komitmen ini harus kita jaga bersama-sama kelompok dan tokoh masyarakat yang ada sehingga upaya menjadikan Banjarmasin kota yang sehat dapat maksimal,” ungkapnya.

Ramadhan menilai, ODF memang membutuhkan partisipasi dan kesadaran penuh dari masyarakat yang bersangkutan. Oleh karena itu, pihaknya akan menggandeng stakeholder terkait untuk terus konsisten mengamati kondisi riil di lapangan, termasuk apa saja langkah mitigasi yang akan dilakukan.

“Artinya dari masyarakat untuk masyarakat, kita ingin bersama kelurahan, tokoh masyarakat dan forum kota sehat sekiranya bisa turun mengawasi sebagai bagian daripada menjaga kebersihan lingkungan. Apabila ada yang melakukan (BABS, red) agar dapat ditegur lisan dan diberi peringatan,” bebernya.

“Tetap kita bangun edukasi preventif dan promotif supaya masyarakat tidak lagi membuang air besar ke jamban, termasuk sinergi kita untuk memastikan adanya pembangunan jamban atau toilet umum yang lebih ideal dan standar,” timpalnya lagi.

Disisi lain, Hairani salah seorang tokoh masyarakat Sungai Jingah mengaku bersyukur tempatnya bermukim kini bisa mendeklarasikan gerakan Stop Buang Air Besar Sembarangan. Menurutnya, di Sungai Jingah sendiri tercatat lebih dari 80% warga di wilayah itu sudah memiliki akses sanitasi yang layak dan tidak lagi membuang kotoran ke sungai.

Kendati begitu, ia menuturkan, masih terdapat tantangan di beberapa titik rumah warga. Kendala utamanya adalah keterbatasan kondisi lahan karena posisi bangunan rumah yang kurang ideal dan berada tepat di bantaran sungai.

“Alhamdulillah, di Sungai Jingah lebih dari 80% sudah tidak ada lagi yang BABS di sungai. Memang masih ada di beberapa RT, salah satunya RT 22, tapi jumlahnya sedikit dan bisa dihitung dengan jari,” ujarnya seusai kegiatan deklarasi.

Menyikapi hal itu, pihaknya menyatakan siap bersinergi dengan Kelurahan dan Forum Kota Sehat untuk mencari solusi teknis bagi rumah di tepian sungai. Langkah pemantauan rutin akan dilakukan guna memastikan seluruh warga beralih ke pola hidup sehat.

“Kami sudah berbincang dengan Ketua Forum Kota Sehat agar warga yang terkendala kondisi tanah ini bisa difasilitasi. Intinya kami siap bersinergi untuk melakukan pemantauan bersama,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Slogan ‘Maju Sejahtera’ Terus Diaplikasikan Dengan Penataan Ruang Wisata dan Pembangunan Terukur
Banjarmasin Bekali IKM Unggulan “Cap” SNI untuk Dorong Daya Saing Ekspor
Akhirnya Banjarmasin Terima Bantuan Karhutla Senilai Rp20 Miliar
TERIMA KASIH, PAK PRESIDEN! Pemko Banjarmasin Dapat Banpres Rp20 Miliar untuk Penanganan Karhutla
Dinkes Banjarmasin Bekali Mahasiswa ULM Ilmu Kesmas
Kesiapsiagaan Dinkes Banjarmasin Hadapi Ancaman Penyakit KLB Saluran Pernapasan
Tertib Arsip Perkuat Transparansi Pemerintahan hingga Tingkat Kelurahan
Lindungi Anak Dengan Imunisasi dan Resiko Kabut Asap

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:05 WITA

Slogan ‘Maju Sejahtera’ Terus Diaplikasikan Dengan Penataan Ruang Wisata dan Pembangunan Terukur

Kamis, 29 Oktober 2026 - 04:53 WITA

Banjarmasin Bekali IKM Unggulan “Cap” SNI untuk Dorong Daya Saing Ekspor

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:48 WITA

Akhirnya Banjarmasin Terima Bantuan Karhutla Senilai Rp20 Miliar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:22 WITA

Dinkes Banjarmasin Bekali Mahasiswa ULM Ilmu Kesmas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:11 WITA

Kesiapsiagaan Dinkes Banjarmasin Hadapi Ancaman Penyakit KLB Saluran Pernapasan

Berita Terbaru

Banjarmasin Bekali IKM Unggulan “Cap” SNI untuk Dorong Daya Saing Ekspor

Banjarmasin Bungas

Banjarmasin Bekali IKM Unggulan “Cap” SNI untuk Dorong Daya Saing Ekspor

Kamis, 29 Okt 2026 - 04:53 WITA

Akhirnya Banjarmasin Terima Bantuan Karhutla Senilai Rp20 Miliar

Banjarmasin Bungas

Akhirnya Banjarmasin Terima Bantuan Karhutla Senilai Rp20 Miliar

Rabu, 28 Okt 2026 - 09:48 WITA

Murung Raya Raih Juara Umum Tiga di FSQ Kalteng 2026

Daerah

Murung Raya Raih Juara Umum Tiga di FSQ Kalteng 2026

Rabu, 28 Okt 2026 - 09:03 WITA

Verified by MonsterInsights