BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN– Pemerintah Kota Banjarmasin menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden RI melalui akun resmi Instagram @pemko banjarmasin.
Dalam postingan yang diunggah, Pemko menulis:
TERIMA KASIH, PAK PRESIDEN!
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dukungan Rp20 miliar untuk penanganan karhutla menjadi penguat langkah Pemerintah Kota Banjarmasin dalam melindungi masyarakat dari ancaman kebakaran dan kabut asap.
Amanah ini akan kami kelola secara transparan dan bertanggung jawab, dengan fokus pada keselamatan warga dan manfaat nyata bagi masyarakat.
Bersama, kita perkuat penanganan karhutla dan lindungi warga.
Postingan tersebut menandai cairnya Bantuan Presiden (Banpres) untuk Kota Banjarmasin setelah sebelumnya menjadi satu-satunya kabupaten/kota di Kalsel yang belum memperoleh dana karhutla.
Berdasarkan penelusuran bomindonesia.com , Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, mendorong pemerintah segera menindaklanjuti permohonan bantuan Presiden sebesar Rp20 miliar yang diajukan Pemerintah Kota Banjarmasin untuk mendukung penanganan karhutla.
Desakan itu berbuah hasil. Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas bantuan dana Rp20 miliar untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat di Kalimantan Selatan.
Yamin juga mengapresiasi dukungan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, seluruh anggota DPR RI dapil Kalsel, serta jajaran kementerian terkait.
Dana tersebut dipastikan akan dimanfaatkan secara tepat sasaran. Wali Kota Banjarmasin menjelaskan bahwa alokasi bantuan anggaran Rp20 miliar ini akan difokuskan pada tiga sektor utama.
Yakni Penguatan Pencegahan dan Penanganan Kebakaran, peningkatan Sarana, Prasarana, dan Alat Pelindung Diri (APD) dan Penanganan Kesehatan Masyarakat.
“Bagi kami, yang paling utama adalah keselamatan masyarakat dan para relawan. Bantuan ini bukan hanya tentang anggaran Rp20 miliar, tetapi tentang kepedulian dan kehadiran negara dalam melindungi rakyatnya,” ujar Yamin.
Sebelumnya, dalam rincian alokasi Banpres karhutla Rp100 miliar untuk Kalsel, nama Kota Banjarmasin tidak tercantum sebagai penerima langsung, di tengah kondisi kota yang harus bersiaga 24 jam menghadapi dampak asap meski tidak memiliki kawasan hutan luas.
Dengan cairnya Banpres ini, Pemko menegaskan akan terus memperkuat kesiapsiagaan, mendukung operasional petugas dan relawan BPK, serta mengurangi dampak karhutla terhadap kesehatan dan pendidikan warga.
Penulis/ Editor Mercurius









