BOMINDONESIA.COM, PURUK CAHU – Bupati Murung Raya, Heriyus, bersama Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Murung Raya, Sri Karyawati, memimpin pelaksanaan kegiatan Manugal atau Nukan, tradisi menanam padi lokal, di Kecamatan Tanah Siang, Sabtu.
Kegiatan yang mengusung tema “Dayak Ije Simpei” bukan sekadar kegiatan seremonial semata, melainkan wujud nyata upaya menjaga warisan leluhur sekaligus ajakan kepada seluruh masyarakat untuk terus melestarikan dan mengamalkan prinsip hidup lokal Handap Bapakat.
Nilai ini mencerminkan jati diri masyarakat Dayak yang saling menyayangi, bersatu, dan bekerja sama demi kemaslahatan bersama, esensi dari semangat gotong royong yang senantiasa dijaga turun-temurun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Murung Raya, Heriyus, dalam kesempatan tersebut menyampaikan harapannya agar tradisi ini tidak hanya tetap hidup, tetapi juga semakin dihayati maknanya oleh generasi penerus.
“Manugal bukan sekadar kegiatan menanam padi. Di balik itu ada pesan kebersamaan, kerendahan hati, dan rasa syukur kepada Sang Pencipta. Semoga tradisi ini terus hidup di hati kita semua, membawa berkah panen yang melimpah, dan mempererat kebersamaan warga di bumi Tana Malai Tolung Lingu tercinta. Mari kita jaga warisan ini, karena kearifan lokal adalah identitas kita yang tak ternilai,” ujar Bupati Heriyus.
Semangat Dayak Ije Simpei menjadi pengingat bahwa dalam kebersamaan, kita kuat. Semoga tradisi Manugal senantiasa lestari dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Murung Raya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Nisha Anggraeni, serta mantan Kepala Dinas Kominfo SP Murung Raya, Agus Sumadi.
Penulis: Maya
Editor : Mercurius









