BOMINDONESIA.COM, KALSEL – Kalimantan Selatan siaga darurat banjir. BPBD Provinsi Kalsel menerangkan seluruh wilayah di Kalsel terdampak banjir mulai ringan hingga parah.
Namun, sedikitnya ada enam daerah di Kalsel yang paling terdampak banjir yakni Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Banjar, Tanah Laut, Barito Kuala, Banjarbaru dan Banjarmasin.
Kepala Bidang Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi menyampaikan, bahwa semua wilayah di Kalsel terdampak banjir mulai dari yang ringan hingga berat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Yang ringan seperti di Banjarmasin, terparah di Sungai Tabuk, HST dan Tanah Laut.
Hingga saat ini pihaknya terus melakukan pemantauan banjir di berbagai daerah. Seperti yang baru saja dipantaunya di wilayah Banjar, Sungai Tabuk. Setidaknya banjir di Sungai Tabuk sudah setinggi lutut orang dewasa.
“Semua wilayah di Kalsel terdampak Banjir, paling parah di wilayah Banjar, HST dan Tanah Laut,” ucapnya Selasa (28/1/2025).
Bambang melanjutkan, berdasarkan pantaunnya dalam periode 1 sampai 25 Januari 2025, jumlah warga yang terdampak banjir sebanyak 24.618 KK atau 68.072 jiwa.
Sedangkan rumah yang terendam 21.673 unit rumah. Diantaranya sudah ada warga terpaksa mengungsi namun datanya masih belum rangkum.
“Puluh ribuan warga di Kalsel terdampak banjir, ada laporan sudah ada warga yang mengungsi karena rumahnya terendam parah. Terkait berapa datanya yang mengungsi masih kita cek,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan dengan meluasnya titik banjir di Kalsel ini akibat cuaca ektrem di tambah banjir rob. Kalsel pun meningkatkan statusnya menjadi siaga darurat.
Cuaca ekstrem sekarang ini juga disampaikanya diprediksi sampai April mendatang.
Pemerintahan Provinsi sudah mengusulkan melakukan modifikasi cuaca untuk mengurangi dampak banjir. Ia juga berharap, intensitas hujan menurun sehingga dampak banjir berangsur menurun.
“Pak Gubernur sudah meminta agar segera melakukan modifikasi cuaca agar dampak banjir berkurang,” ujarnya.
Editor : Hamdani









