BOMINDONESIA .COM, MARTAPURA–Kecelakaan tragis terjadi di Desa Tambak Babi, Kecamatan Beruntung Baru, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Sabtu (23/5/2026) sore.
Tiga perempuan dilaporkan meninggal dunia usai diduga tertabrak alat berat jenis motor grader yang sedang bergerak mundur di area proyek.
Peristiwa maut tersebut sontak menggegerkan warga sekitar setelah video kejadian beredar luas di media sosial Instagram melalui akun @wargabanua.official.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam rekaman video yang beredar, terdengar suara warga menyebut ketiga korban merupakan warga Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden terjadi saat alat berat jenis grader tengah beroperasi di lokasi.
Diduga operator tidak mengetahui ada warga berada di belakang kendaraan saat alat berat bergerak mundur hingga akhirnya menabrak para korban.
Akibat benturan keras tersebut, ketiga perempuan mengalami luka berat dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Motor grader sendiri merupakan alat berat yang biasa digunakan untuk meratakan permukaan jalan maupun lahan proyek.
Kendaraan ini memiliki blade atau pisau baja panjang yang berfungsi membentuk dan merapikan permukaan tanah.
Namun di balik fungsinya, grader juga dikenal memiliki tingkat risiko tinggi apabila beroperasi tanpa sistem pengamanan area yang ketat.
Selain berbobot belasan ton, alat berat tersebut memiliki titik buta atau blind spot cukup luas yang membuat operator sulit melihat orang maupun objek kecil di sekitar kendaraan.
Benturan dengan alat berat seperti grader dapat menyebabkan cedera fatal, mulai dari patah tulang serius hingga luka remuk akibat tekanan kendaraan yang sangat besar.
Karena itu, standar keselamatan kerja mengharuskan adanya pembatas area operasi, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta pengawasan ketat ketika alat berat sedang beroperasi.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait identitas lengkap korban maupun kronologi pasti kecelakaan tersebut. Petugas disebut masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.
Penulis Editor Mercurius











