BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN– Penghargaan Adipura bukan lagi yang dikejar Kota Banjarmasin. Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina pun mengaku tak tertarik lagi dengan penghargaan kota bersih itu.
Hal itu beralasan, karena Pemko sekarang ini hanya fokus bagaimana bisa keluar dari darurat sampah yang dirasakan sekarang ini.
Pemko saat ini masih mencari solusi bagaimana sampah-sampah dari masyarakat bisa dikelola dengan baik.
“Saya rasa tidak ada lagi untuk memikirkan adipura, karena tidak Banjarmasin saja, ada 306 daerah yang bernasib sama. Menteri Lingkungan Hidup akan menutup TPA di seluruh Indonesia yang masih menerapkan sistim open dumping,” ucapnya, Minggu (16/2/2025)
Ibnu menyampaikan, kondisi darurat sampah di Banjarmasin ini juga memaksa pihaknya untuk melakukan efisiensi anggaran. Melakukan penggeseran kegiatan untuk diperuntukan penanganan sampah.
Kemudian, pihaknya juga mulai melakukan kajian soal darurat sampah agar bisa mengambil biaya tak terduga (BTT).
“Walau bagaiamana pun ini adalah musibah, semua tidak tahu KLH secara dadakan menutup TPA. Kondisi ini kita perlu pergeseran annggaran dan BTT yang sekarang sedang kita kaji,” katanya.
Wali Kota dua periode ini juga mengajak semua warga agar bisa mendukung program pilah sampah dari rumah.
Sekarang ini ia menyampaikan bahwa sudah berhasil mengelola dan memilah sampah sebanyak 350 ton. Data itu berasal dari, kegiatan TPS 3R, Bank Sampah dan termasuk sampah yang dibuang ke TPS Banjarbakula di Banjarbaru.
Jadi masih ada sekitar 300 ton sampah yang setiap harinya terus menumpuk hingga sekarang ini.
“Tidak ada siapa yang disalahkan, mari kita semua mendukung pilah sampah dari rumah. Musibah ini adalah hikmah agar kita semua bisa mengelola sampahnya sendiri dan kalau tidak setiap harinya sampah kita akan menumpuk 300 ton,” tutupnya.
Editor : Hamdani












