BOMINDONESIA.COM, MILAN – Dunia sepak bola kembali berduka.
Legenda AC Milan dan Timnas Italia, Franco Baresi, meninggal dunia pada usia 66 tahun setelah sekitar satu tahun berjuang melawan penyakit paru-paru.
Prosesi pemakaman yang berlangsung di Basilika Sant’Ambrogio, Milan, Selasa (4/8/2026) waktu setempat, dipenuhi ribuan pelayat, suporter AC Milan, hingga legenda sepak bola dunia yang datang memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang selama dua dekade menjadi simbol kesetiaan Rossoneri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Momen paling mengharukan terjadi ketika Paolo Maldini tak mampu membendung air mata saat mengantarkan mentor sekaligus sahabatnya ke tempat peristirahatan terakhir.
Bahkan, Maldini ikut menggotong peti jenazah bersama sejumlah legenda AC Milan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sang kapten.
Dalam pesan perpisahannya, Maldini mengenang Baresi sebagai sosok yang membimbingnya sejak masih muda.
“Anda melindungi saya ketika saya masih kecil, membimbing saya saat beranjak dewasa, dan menginspirasi saya ketika menjadi orang dewasa. Anda adalah pesepak bola terbaik yang pernah mendapat kehormatan bermain bersama saya. Kami akan merindukanmu, Kapten.”
Sejak pagi hari, ribuan pendukung AC Milan memadati kawasan sekitar gereja.
Saat mobil jenazah tiba, tepuk tangan panjang menggema selama beberapa menit.
Syal merah-hitam dan jersey nomor 6 milik Baresi diangkat tinggi sambil meneriakkan yel-yel kebanggaan.
“Un capitano, c’è solo un capitano” atau “Hanya ada satu kapten” bergema mengiringi kepergian pria yang sepanjang karier profesionalnya memilih setia membela satu klub, AC Milan.
Sejumlah tokoh besar sepak bola dunia turut hadir, di antaranya Roberto Baggio, Marco van Basten, Clarence Seedorf, Alessandro Costacurta, Roberto Donadoni, Fabio Capello, Claudio Ranieri, Dida, Daniele Massaro, Dejan Savicevic, hingga beberapa pemain AC Milan saat ini yang menyempatkan diri datang meski tim sedang menjalani tur pramusim.
Di dalam basilika, peti jenazah Baresi dihiasi bendera AC Milan, Inter Milan, dan Lega Serie A sebagai simbol penghormatan dari seluruh insan sepak bola Italia.
Jersey nomor 6 AC Milan dan Timnas Italia dipajang di sisi altar, sementara ratusan karangan bunga dari FIFA, klub-klub Eropa, hingga berbagai organisasi sepak bola memenuhi ruang gereja.
Franco Baresi dikenang sebagai salah satu bek terbaik sepanjang sejarah sepak bola.
Selama sekitar 20 tahun membela AC Milan, ia mempersembahkan berbagai gelar domestik maupun Eropa dan menjadi ikon kesetiaan yang sulit ditandingi.
Duetnya bersama Paolo Maldini juga dikenang sebagai salah satu lini pertahanan terbaik sepanjang masa, menjadi fondasi kejayaan AC Milan di era 1980-an hingga 1990-an.
Kepergian Franco Baresi bukan hanya meninggalkan duka bagi keluarga besar AC Milan, tetapi juga bagi dunia sepak bola yang kehilangan salah satu bek paling elegan, tangguh, dan loyal dalam sejarah permainan.
Penulis/ Editor : Mercurius










