Ketua BP3K-RI Diminta Keterangan Kejari Kotabaru Terkait Laporan Dugaan Penyimpangan Proyek Jembatan Rp15,6 Miliar – bomindonesia.com

Ketua BP3K-RI Diminta Keterangan Kejari Kotabaru Terkait Laporan Dugaan Penyimpangan Proyek Jembatan Rp15,6 Miliar

- Redaksi

Rabu, 3 September 2025 - 15:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua BP3K-RI Muslim Ma’in (kaos hitam) saat memenuhi panggilan Kejari Kotabaru untuk dimintai keterangan terkait laporan proyek Jembatan Sulangkit–Tanjung Samalantakan, Rabu (3/9/2025). (foto:istimewa)

Ketua BP3K-RI Muslim Ma’in (kaos hitam) saat memenuhi panggilan Kejari Kotabaru untuk dimintai keterangan terkait laporan proyek Jembatan Sulangkit–Tanjung Samalantakan, Rabu (3/9/2025). (foto:istimewa)

BOMINDONESIA.COM, KOTABARU – Ketua Badan Pengawas Pembangunan dan Pengelolaan Keuangan Republik Indonesia (BP3K-RI), Muslim Ma’in, memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotabaru, Rabu (3/9/2025).

Pemanggilan tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan yang sebelumnya diajukan BP3K-RI terkait dugaan penyimpangan dalam proyek pembangunan Jembatan Sulangkit–Tanjung Samalantakan senilai Rp15,6 miliar, yang bersumber dari APBD Kabupaten Kotabaru 2024.

Muslim Ma’in menyampaikan keterangannya selama hampir satu jam kepada tim jaksa. Ia menegaskan pihaknya hanya menjalankan fungsi pengawasan publik.
“Kami menyampaikan data dan dokumen awal yang mendukung laporan. Semuanya demi transparansi dan akuntabilitas proyek daerah,” katanya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga menegaskan, BP3K-RI siap bersinergi dengan aparat penegak hukum dalam mengawal penggunaan anggaran negara maupun daerah. “Tujuan kami hanya satu, memastikan uang rakyat dipakai tepat sasaran,” tambahnya.

Muslim menyebut pihak Intelijen Kejari juga memberikan imbauan penting. “Jika ada tekanan atau upaya kriminalisasi terhadap pelapor maupun pengawas, segera laporkan ke Kejari,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya proyek jembatan yang menelan anggaran Rp15,6 miliar dari APBD 2024 itu disebut sarat masalah.

Temuan di lapangan menunjukkan banyak kejanggalan: besi tulangan berkarat, pondasi tanpa perlindungan, jembatan kayu sementara lapuk, material menumpuk tanpa standar K3, hingga metode kerja yang sembrono.

Ironisnya, meski progres jauh dari harapan, Rp5 miliar sudah dicairkan ke kontraktor pelaksana PT Rekayasa Daya Konstruksi.

Sementara Rp10 miliar dikembalikan ke kas daerah. “Kerugian negara tetap nyata, sebab pekerjaan yang sudah dibayar tidak bisa dimanfaatkan masyarakat,” papar Muslim waktu

Penulis/ Editor : Mercurius

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wabup Syairi Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas Lingkup Pemkab Kotabaru
Pemkab Kotabaru Sampaikan KUA-PPAS 2027 dan Tiga Raperda Prioritas Pada Rapat Paripurna DPRD
Ribuan Bangkai Ikan Penuhi Sungai di Astambul, Pemkab Banjar dan Relawan Bergerak Cepat
Belum Ada Kepastian Ganti Rugi, Korban Kapal Tenggelam Harapkan MBP Bertanggungjawab
Pasar Lima Banjarmasin Kembali Terbakar, Puluhan Toko di Bantaran Sungai Martapura Diduga Ludes
Bentuk Tim Koordinasi, Pemkab Kotabaru Percepat Penurunan Angka Kematian Ibu
Tegakkan Disiplin ASN, Pemkab Kotabaru Terapkan PP 94/2021 dan Optimalkan Aplikasi I-DIS
DPRD Kotabaru Sahkan Dua Buah Raperda dalam Rapat Paripurna Masa Persidangan III
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:19 WITA

Wabup Syairi Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas Lingkup Pemkab Kotabaru

Senin, 13 Juli 2026 - 18:03 WITA

Pemkab Kotabaru Sampaikan KUA-PPAS 2027 dan Tiga Raperda Prioritas Pada Rapat Paripurna DPRD

Sabtu, 11 Juli 2026 - 17:48 WITA

Ribuan Bangkai Ikan Penuhi Sungai di Astambul, Pemkab Banjar dan Relawan Bergerak Cepat

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:55 WITA

Belum Ada Kepastian Ganti Rugi, Korban Kapal Tenggelam Harapkan MBP Bertanggungjawab

Sabtu, 11 Juli 2026 - 00:09 WITA

Pasar Lima Banjarmasin Kembali Terbakar, Puluhan Toko di Bantaran Sungai Martapura Diduga Ludes

Berita Terbaru

Screenshot

Banjarmasin Bungas

‘Banyu Sudah Masin’, Zulbadi Imbau Masyarakat Bijak Gunakan Air Bersih

Jumat, 17 Jul 2026 - 19:52 WITA

Verified by MonsterInsights