Kisah Diplomat yang Membuat Indonesia Diakui Dunia – bomindonesia.com

Kisah Diplomat yang Membuat Indonesia Diakui Dunia

- Redaksi

Senin, 25 Mei 2026 - 22:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kisah Diplomat yang Membuat Indonesia Diakui Dunia

Kisah Diplomat yang Membuat Indonesia Diakui Dunia

BOMINDONESIA.COM, JAKARTA – Perjuangan Indonesia menjadi negara kepulauan yang diakui dunia tidak lahir begitu saja. Ada sosok diplomat sekaligus akademisi yang berjuang puluhan tahun hingga Indonesia diakui sebagai negara maritim dunia melalui United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982.

Kisah itu diangkat dalam film dokumenter drama 12 Mile: Guiding the Archipelago yang diputar DPP Partai NasDem di Auditorium Perpustakaan Panglima Itam, NasDem Tower, Senin (25/5/2026).

Diskusi film yang resmi dirilis pada 4 Februari 2026 itu dibuka Wasekjen DPP Partai NasDem Jakfar Sidik. Hadir pula Direktur Hukum dan Perjanjian Kewilayahan Kemenlu RI Andy Aron, Kepala Lab 45 Jaleswari Pramodhawardani, Sutradara sekaligus Penulis Naskah Film Tubagus Deddy, serta Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini sebagai moderator.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Jakfar Sidik menegaskan NasDem Tower dibangun sebagai ruang politik berbasis gagasan dan pengetahuan. Menurutnya, politik tanpa pengetahuan hanya melahirkan kepentingan jangka pendek.

Ia juga menyoroti perjuangan panjang Indonesia sebagai negara maritim. Setelah kemerdekaan, wilayah Indonesia awalnya hanya diakui sejauh tiga mil laut dari garis pantai sehingga kapal asing bebas melintasi perairan Indonesia.

Melalui Deklarasi Djuanda 1957 dan perjuangan Prof. Mochtar Kusumaatmadja hingga pengakuan UNCLOS 1982, Indonesia akhirnya diakui sebagai negara kepulauan yang utuh.

“Prof. Mochtar Kusumaatmadja kemudian berjuang, sampai 1982 lahirlah Indonesia hari ini, hadir terdiri dari tanah dan air yang dua pertiganya laut,” ujar politisi kelahiran Jambi itu.

Ia menambahkan, Indonesia perlu mengembalikan paradigma maritim yang sebelumnya terbuai paradigma agraris. Menurutnya, paradigma maritim sudah hidup sejak era Kerajaan Majapahit, Sriwijaya, hingga Demak yang berorientasi ke laut.

“Paradigma maritim itu bukan hanya soal kita menghadap laut tapi soal bagaimana kita menjadi bangsa yang kosmopolitan, terbuka terhadap banyak hubungan dan konstelasi yang sesungguhnya sudah terjadi sejak dahulu,” katanya.

Sementara itu, Sutradara Film 12 Mile: Guiding the Archipelago, Tubagus Deddy mengungkapkan banyak masyarakat belum memahami pentingnya konsep Wawasan Nusantara yang diperjuangkan Prof. Mochtar.

“Awalnya kita tidak tahu Wawasan Nusantara itu apa. Ternyata itu tentang keutuhan teritorial darat dan laut Indonesia,” ujar Deddy.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebelum pengakuan UNCLOS 1982, laut Indonesia masih dianggap ‘bolong’.

“Dulu kapal perang Belanda bisa lewat begitu saja karena laut Indonesia belum utuh. Konsep Wawasan Nusantara dari Prof. Mochtar membuat wilayah Indonesia dipagari dari titik terluar sehingga darat dan laut menjadi satu kesatuan,” jelasnya.

Film 12 Mile: Guiding the Archipelago tidak hanya mengangkat sosok Mochtar Kusumaatmadja sebagai akademisi, tetapi juga diplomat yang mempertahankan kedaulatan Indonesia di mata dunia.

Melalui pemutaran film ini, Partai NasDem berharap semangat nasionalisme dan wawasan maritim generasi muda semakin tumbuh, sekaligus memahami bahwa keutuhan NKRI hari ini merupakan hasil perjuangan panjang para pendiri bangsa.

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

ORI Kalimantan Selatan segera Berdiri, Tegaskan Komitmen Perjuangkan Hak dan Kesejahteraan Pekerja secara Independen
Gelar Musda V Partai Demokrat Kalsel di Banjarmasin
Resmi Dibuka Penjaringan Bakal Calon Ketua DPD Partai Demokrat Kalsel
Habib Hasyim bin Alwi Al bin Yahya Jadi Anggota DPRD Kalsel, NasDem: Berkontribusi untuk Masyarakat
Pro dan Kontra ‘Ambang Batas Parlemen’ di Tingkat Daerah
Tawarkan Political Block ‘NasDem-Gerindra’
Partai Politik Boleh Sponsori Halte, Asal Bayar!
Dapil Nasional: Jangan Paksa Semua Politisi Bertarung di Daerah

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:30 WITA

ORI Kalimantan Selatan segera Berdiri, Tegaskan Komitmen Perjuangkan Hak dan Kesejahteraan Pekerja secara Independen

Sabtu, 30 Mei 2026 - 23:30 WITA

Gelar Musda V Partai Demokrat Kalsel di Banjarmasin

Senin, 25 Mei 2026 - 22:27 WITA

Kisah Diplomat yang Membuat Indonesia Diakui Dunia

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:59 WITA

Resmi Dibuka Penjaringan Bakal Calon Ketua DPD Partai Demokrat Kalsel

Kamis, 30 April 2026 - 20:54 WITA

Habib Hasyim bin Alwi Al bin Yahya Jadi Anggota DPRD Kalsel, NasDem: Berkontribusi untuk Masyarakat

Berita Terbaru

Banjarmasin Bungas

Kabel Semrawut Ditata, Pemko Banjarmasin Siapkan Aturan Fiber Optik

Minggu, 23 Agu 2026 - 20:43 WITA

Verified by MonsterInsights