BOMINDONESIA.COM, MOSKOW- Ketegangan di Benua Biru semakin memuncak. Sejumlah negara di Eropa kini meningkatkan kesiapan militer dan sipil secara besar-besaran untuk mengantisipasi potensi eskalasi konflik dari Rusia.
Langkah siaga satu ini diambil setelah adanya peringatan intelijen bahwa Moskow berpotensi meningkatkan operasi hibrida berupa sabotase, serangan siber, hingga ancaman drone dan rudal ke negara-negara anggota NATO yang selama ini mendukung Ukraina.
Seperti dilansir dari Suara.com, pemerintah di berbagai negara Eropa mulai melakukan langkah antisipatif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mulai dari Prancis yang merancang perlindungan infrastruktur vital, Jerman yang menyiapkan rumah sakit darurat,
Lituania yang memperbarui jalur evakuasi warga, hingga Polandia yang menyiagakan sistem pertahanan udara di perbatasan.
Presiden Prancis Emmanuel Macron bahkan telah memanggil para pimpinan partai ke ruang krisis Istana Elysee pada Jumat lalu untuk memaparkan ancaman tersebut.
Macron menyebut ancaman hibrida Rusia terhadap Eropa dan Prancis telah meningkat secara signifikan.
Senada dengan itu, Perdana Menteri Polandia Donald Tusk juga memperingatkan adanya risiko nyata drone atau proyektil Rusia memasuki wilayah NATO dalam beberapa bulan ke depan.
Polandia sendiri kini telah bergabung dalam koalisi pengembangan rudal anti-balistik bersama Ukraina dan beberapa negara Eropa lainnya sebagai alternatif dari sistem Patriot AS.
Perang Rusia-Ukraina yang berlangsung sejak Februari 2022 hingga kini masih menjadi pemicu utama meningkatnya kewaspadaan di seluruh kawasan Eropa.
*/ Editor : Mercurius









