BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN,– Buku “Sintong Panjaitan, Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando” karya Hendro Subroto, terbitan Kompas 2009, mencatat sebuah peristiwa pada Maret 1983 yang melibatkan Prabowo Subianto saat masih berpangkat Kapten.
Dalam buku tersebut, pada Hlm 450-455 dicatat, Kapten Prabowo menggerakkan pasukan Detasemen 81 untuk mengamankan Benny Moerdani dan beberapa jenderal lain.
Katanya Benny mau mengudeta Soeharto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mayor Luhut tidak percaya isu kudeta tersebut.
Puncak ketegangan terjadi di Markas Den 81/Antiteror.
Saat Luhut dipanggil, Prabowo menariknya keluar kantor dengan alasan: “Ini bahaya, Bang.
Seluruh ruangan kita sudah disadap. Pak Benny akan melakukan kudeta dan sudah memasukkan senjata.”
Luhut kemudian memerintahkan semua pasukan siaga di dalam dan tidak ada yang keluar tanpa perintahnya.
Upaya itu pun gagal.
Menurut buku itu, senjata yang dipersoalkan itu belakangan dijelaskan sebagai operasi intelijen atas izin Presiden Soeharto untuk membantu pejuang Mujahidin Afghanistan melawan Uni Soviet, melalui Operasi Babut Mabur.
Senjata itu adalah senjata bekas bantuan Soviet era Trikora dan Dwikora yang dihapus nomor serinya.
Karier Luhut Surut Setelah Peristiwa Itu
Setelah peristiwa 1983 itu, hubungan Luhut dan Prabowo tidak baik.
Luhut yang dicap sebagai “orangnya Benny” ikut menjadi korban de-benny-sasi.
Luhut dilaporkan macam-macam kepada Soeharto sehingga ia menjadi pemegang kartu mati.
Karier Luhut pun suram.
Dalam buku itu Luhut mengaku: “Jangankan jabatan Pangdam, jabatan Kasdam pun tak pernah saya alami.”
Faktanya, Luhut tak pernah menduduki jabatan Danjen Kopassus.
Dia hanya pernah menjadi Komandan Grup 3 Sandi Yudha dan Komandan Pusat Pendidikan Pasukan Khusus.
Jabatan teritorial tertinggi yang pernah diraihnya hanyalah Komandan Korem Madiun 081/Dhirotsaha Jaya pada 1995, satu-satunya jabatan teritorial yang pernah diembannya.
Referensi: Buku “Sintong Panjaitan, Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando” karya Hendro Subroto, Penerbit Buku Kompas 2009, Hlm 450-455.
Editor : Mercurius









