Evolusi Nama Banjarmasih, Bandarmasih Hingga Banjarmasin – bomindonesia.com

Evolusi Nama Banjarmasih, Bandarmasih Hingga Banjarmasin

- Redaksi

Senin, 16 Februari 2026 - 11:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Mansyur Mpd

BOMINDONESIA.COM – Nama Kota Banjarmasin ternyata memiliki sejarah panjang yang kental di masa kolonial Belanda. Nama Banjarmasin ini pun mulai disebut di abad ke 16.

Sejarahwan Kalsel, Mansyur Mpd, menyampaikan bahwa kata Banjar itu menunjukkan nama desa yang dulu di sekitar Cerucuk sekarang di samping desa Sarapat, Balandean, Tamban atau Balitung dan Kuin.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Desa Banjar ini disebut pula Banjarmasih, karena tetuha desa disebut Patih Masih. Istilah Patih Masih inipun bukan nama aslinya.Banjarmasih adalah desa tempat orang Malayu berdiam, yang dalam Bahasa Dayak Ngaju disebut Oloh Masi. Patih Masih adalah Patih Oloh Masi atau Patih orang Malayu atau tetuha orang Malayu di Muara Sungai Kuyin tersebut.Jadi patih “Oloh Masi” atau patih orang-orang Melayu, tidak lain Adalah sebutan untuk kepala suatu kelompok etnis eli daerah ini.

1. Nama Besar Patih Masih

Dalam Hikayat Banjar ada disebutkan: “Maka bemama Banjarmasih karena nama orang basarnya eli Banjar itu bernama Patih Masih”. Banjar sendiri berarti berderet-deret sebagai letak perumahan kampung pedukuhan atau desa di atas air sepanjang pinggir sungai, Nama Banjar Masih atau Banjar Oloh Masi, pada hakekatnya tak lain dari Kampung Melayu yang terdapat di Kuin, di antara kampung-kampung Oloh Ngaju di Balitung, Balandean, Anjir Sarapat, Tamban dan sebagainya.Kampung Melayu pertama yang berpusat di Kampung Karaton, di Kuin sekarang, terkenal dengan sebutan Banjarmasih atau Banjar, lambatlaun menyebar dan menjadi nama wilayah dan kerajaan yang kemudian meliputi wilayah Banjar sekarang dan Kalimantan Selatan padaumumnya dan dalam evolusinya kemudian berubah menjadi Banjamasin menurut ucapan orang-orang Belanda yang datang kemudian.

2. Banjarmasin identik dengan kampung melayu

Banjarmasih dapat berarti Banjar-dekat-pantai di mana patihnya memerintah semua orang Malayu-pantai, di daerah Baritu Hilir, adalah identik dengan Kampung Melayu yang berada di tengah desa-desa Oloh Ngaju. Bandarmasih dalam evolusi perkembangan peristilahannya menjadi Banjarmasin menurut J.J. Ras, berarti “Banjar di pinggir pantai “.

Dalam perkembangannya kemudian, Selain amalgamasi dengan Oloh Ngaju, pembauran antar etnis ini dipersegar lagi di abad 16 dan 17 dengan unsur-unsur Melayu, Jawa, Madura, Bugis sebagai akibat proses tekanan-tekanan sejarah yang terjadi di sepanjang Selat Malaka dan pantai Jawa- Utara.

Dalam tahap pertama Banjar di Muhara Cerucuk ini adalah sebuah kampung orang Malayu atau kampung Oloh Masi. Setelah Raden Samudera dirajakan di Banjarmasih, kampung Melayu ini berfungsi pula sebagai bandar, lengkapnya Bandar Masih atau Bandar Patih Masih “, dan dalam tahap ketiga menjadi ibukota kerajaan yang baru. Demikian maka muncullah Bandar Patih Masih yang kemudian menjadi Ibukota kerajaan Banjar, tetap dengan sebutan Banjarmasih. Sejak itu bandar tidak lagi berpindah-pindah dari wilayah ini, walaupun sesudah 1612 ibu kota dipindahkan lagi ke pedalaman Martapura (Kuala Tambangan, Kayu Tangi dan sebagainya).

Dalam Hikayat Banjar kita temui istilah istilahseperti Negeri Banjar – di samping negeri Banjarmasin, Orang Banjar– di samping orang Banjar-masin, – Raja Banjar – di samping raja Banjarmasin, Raja di Banjar – di samping raja di Banjarmasin, Tanah Banjar-di samping tanah Banjarmasin. Dalam Arsip colonial, Daghregister Batavia di Abad-17 untuk menyebutkan Banjarmasin, Belanda kadang-kadang masih menggunakan sebutan Banjarmasih atau Banjarmassingh, yang jelas dari kata Banjarmasih.

3. Abad 17 Belanda merubah sebutan Banjarmasih ke Banjamasin

Jadi perubahan kata dari Banjarmasih ke Banjamasin ini baru terjadi dalam Abad 17.

Hal mana bersumber pada dua kemungkinan. Pertama, ejaan lidah asing dari Belanda yang mengubahnya dari Banjarmasihmenjadi Banjarmassingh, menjadi Banjarmasin. Kedua, pedagang-pedagang Jawa Utara yang tiap tahun berlayar dan berdagang ke Banjarmasin lebih mengenalnya mula-mula dengan istilah negeri Banjar, kota Banjar, rajaBanjar, orang Banjar, tanah Banjar. Mereka pulang ke Jawa dengan kapal layarnya pada musim kemarau, disaat-saat sungai Baritu dan Martapura airnya menjadi asin, dalam bahasa Banjar-“masin”. Setelah selama musim barat berlabuh di Cerucuk, mereka pulang dari Banjar yang airnya sudah masin; dari Banjar-yang masin airnya.

Dari dua kemungkinan ini jelas kemungkinan yang berasal dari ucapan Belanda-lah datangnya nama Banjarmasin dan mengubahnya dari Banjarmasih.

Dalam tahun 1664 (kontrak tahun 1664) orang Belanda masih menyebutkan Banjarmasih seperti terlihat dalam kcntrak yang antara lain berbunyi Pangeran Suryanata di Bandzermasch (Banjarmasih), Pangeran Ratu di Bandzermasch (Banjarmasih) dan Pangeran di Bandzermasch (Banjarmasih). Diabad 18, nama ini berubah menjadi sebutan Banjermassingh sebagaisebutan resmi dalam kontrak sampai dengan permuiaan abad ke-19. Dalam abad ke-19, hingga tahun 1845, digunakan kata Bandjermasin. Sesudah ini setiap surat-surat resmi Belanda menyebutkan sesuai logat Belanda mereka.

Untuk menyebut bahasa, sungai, negeri, kerajaan, raja, orang dan kebudayaan tetap digunakan istilah Banjar, yakni bahasa Banjar, rumah Banjar, raja Banjar tanah Banjar, tetapi tidak kebudayaan Banjarmasin. Kalau istilah Banjar kemudian meluas untuk sebutan bermacam istilah dalam wilayah Kalimantan Selatan, nama kota Banjarmasin hanya untukmenyebutkan sebuah wilayah terbatas dalam kota saja, walaupun kota tersebut meluas sampai dalam bentuk sekarang ini.

Jadi jelas sekali nama Banjarmasin yang aslinya adalah Banjarmasih. Baru dizaman Hindia Belanda, istilah Bandjermasin diperluas penggunaannya, untuk selain menyebut nama kota Bandjermasin sebagai nama ibukota dari “de Residentie der Zuider en ooster afdeling van Borneo (ResidensiAfdeling Selatan dan Timur Borneo).

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Area Makam ‘Raja Banjar’ Ditata Ulang, Sabil Tegaskan Steril Dari Pedagang dan Pengemis
Area Makam ‘Raja Banjar’ Ditata Ulang, Sabil Tegaskan Steril Dari Pedagang dan Pengemis
Kabel Semrawut Ditata, Pemko Banjarmasin Siapkan Aturan Fiber Optik
HUT ke-2 FKPWK Bertabur Penghargaan, dari Pelajar Berprestasi hingga Seniman Banjar
Pembangunan Taman Satwa Edukasi Rampung, Anak Banjarmasin Bisa Bermain dan Belajar
Dinkes Banjarmasin Siap Bagikan 15 Ribu Masker
BREAKING NEWS Kebakaran Kembali Landa Banjarmasin , Api Berkobar di Gang Damai Simpang Jagung
Dalam Sepekan, Tercatat 1.972 Warga Banjarmasin Terserang ISPA

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:17 WITA

Area Makam ‘Raja Banjar’ Ditata Ulang, Sabil Tegaskan Steril Dari Pedagang dan Pengemis

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:51 WITA

Area Makam ‘Raja Banjar’ Ditata Ulang, Sabil Tegaskan Steril Dari Pedagang dan Pengemis

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:35 WITA

HUT ke-2 FKPWK Bertabur Penghargaan, dari Pelajar Berprestasi hingga Seniman Banjar

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 07:57 WITA

Pembangunan Taman Satwa Edukasi Rampung, Anak Banjarmasin Bisa Bermain dan Belajar

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 04:00 WITA

Dinkes Banjarmasin Siap Bagikan 15 Ribu Masker

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights