Perang Lawan Geng Berlanjut, El Salvador Seret Ratusan Pimpinan MS-13 ke Meja Hijau – bomindonesia.com

Perang Lawan Geng Berlanjut, El Salvador Seret Ratusan Pimpinan MS-13 ke Meja Hijau

- Redaksi

Minggu, 26 April 2026 - 23:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para narapidana di dalam sel penjara Pusat Penahanan Kontra-Terorisme (CECOT), tempat ratusan anggota geng MS-13 dan 18 Street ditahan, di Tecoluca, El Salvador, 27 Januari 202 (
Marvin RECINOS / AFP via Getty Images)

Para narapidana di dalam sel penjara Pusat Penahanan Kontra-Terorisme (CECOT), tempat ratusan anggota geng MS-13 dan 18 Street ditahan, di Tecoluca, El Salvador, 27 Januari 202 ( Marvin RECINOS / AFP via Getty Images)

BOMINDONESIA.COM, EL SALVADOR – Pemerintah El Salvador memulai persidangan massal terhadap ratusan orang yang diduga sebagai pemimpin geng kriminal MS-13, dalam salah satu proses hukum terbesar dalam sejarah negara tersebut.

Sebanyak 486 terdakwa diadili secara kolektif dengan tuduhan melakukan lebih dari 47.000 tindak kejahatan sepanjang 2012 hingga 2022.

Kejahatan tersebut mencakup pembunuhan, pemerasan, perdagangan narkoba, hingga kepemilikan senjata ilegal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah ini merupakan bagian dari kebijakan keras Presiden Nayib Bukele dalam memberantas geng kriminal, terutama setelah gelombang kekerasan pada Maret 2022 yang menewaskan 87 orang hanya dalam satu akhir pekan.

Di tengah persidangan, jaksa menyatakan memiliki bukti kuat untuk menjerat para terdakwa dengan hukuman maksimal.

Namun, hingga kini belum dipastikan berapa lama proses persidangan akan berlangsung.

Kelompok MS-13 dikenal sebagai geng kriminal lintas negara yang memiliki reputasi kekerasan ekstrem. Geng ini didirikan di Los Angeles pada 1980-an oleh imigran asal El Salvador, sebelum akhirnya berkembang luas di kawasan Amerika Tengah.

Selain pembunuhan dan pemerasan, para terdakwa juga menghadapi dakwaan berat seperti femisida, yakni pembunuhan terhadap perempuan karena alasan gender, serta kasus penghilangan orang secara paksa.

Bahkan, mereka juga didakwa melakukan “pemberontakan” karena berupaya menguasai wilayah dan membentuk struktur kekuasaan sendiri.

Dari total terdakwa, sebanyak 413 orang telah ditahan, sementara 73 lainnya diadili secara in absentia setelah surat perintah penangkapan dikeluarkan.

Pemerintah El Salvador sendiri telah menetapkan status darurat sejak 2022 untuk memperluas kewenangan aparat dalam memberantas geng.

Kebijakan ini memungkinkan penangkapan massal terhadap siapa saja yang diduga terkait aktivitas geng, meskipun menuai kritik dari kelompok hak asasi manusia.

Selain itu, perubahan hukum juga memungkinkan dilakukannya persidangan massal seperti yang tengah berlangsung saat ini.

Geng MS-13 dikenal memiliki metode rekrutmen brutal, termasuk ritual pemukulan selama 13 detik bagi anggota baru.

Mereka juga kerap memaksa anggotanya melakukan kejahatan serius sebagai bentuk loyalitas.

Menurut data penegak hukum Amerika Serikat, kelompok ini telah menyebar luas hingga ke berbagai negara bagian dan memiliki puluhan ribu anggota, dengan sebagian besar aktivitas kini berpusat di Amerika Tengah.

Persidangan ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah El Salvador untuk mengembalikan stabilitas keamanan, meski pendekatan keras yang diambil masih memicu perdebatan di tingkat internasional.

Sumber: BBC News Indonesia.          Editor : Mercurius

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tri Hambodo Resmi Jabat Dirpolairud Polda Kalsel, Siap Perkuat Pengamanan Perairan dan Pelayanan Masyarakat
Sejumlah 10.321 Ekstasi Langka dan 19 Kg Sabu Gagal Beredar di Banjarmasin
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Diduga Terkait Kasus TPPU
4 Pembunuh Polisi dalam Tragedi Katingan Masih Diburu
Babe Aldo Ditahan Polda Kalsel, Kuasa Hukum Siapkan Gugatan Praperadilan
Video Viral di Komplek Herlina, Polisi Luruskan Informasi Perkelahian dan Amankan Pembawa Sajam
Dari Gendongan Sang Legenda Menuju Panggung Final Dunia: Kisah Messi dan Lamine Yamal
Kuasa Hukum SPBUN Kuala Tambangan Kecam Unggahan TikTok yang Sebut Nama Klien, Ingatkan akan Tempuh Jalur Hukum

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 23:57 WITA

Tri Hambodo Resmi Jabat Dirpolairud Polda Kalsel, Siap Perkuat Pengamanan Perairan dan Pelayanan Masyarakat

Senin, 27 Juli 2026 - 17:04 WITA

Sejumlah 10.321 Ekstasi Langka dan 19 Kg Sabu Gagal Beredar di Banjarmasin

Sabtu, 25 Juli 2026 - 01:46 WITA

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Diduga Terkait Kasus TPPU

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:45 WITA

4 Pembunuh Polisi dalam Tragedi Katingan Masih Diburu

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:38 WITA

Babe Aldo Ditahan Polda Kalsel, Kuasa Hukum Siapkan Gugatan Praperadilan

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights