BOMINDONESIA.COM, LOS ANGELES–Band rock progresif legendaris asal Kanada, Rush, resmi memulai tur reuni bertajuk Fifty Something Tour di Kia Forum, Los Angeles, Amerika Serikat, Minggu (7/6/2026) waktu setempat.
Dilansir ultimate classicrock.com, konser tersebut menjadi momen bersejarah bagi Rush karena merupakan penampilan penuh pertama mereka dalam hampir 11 tahun terakhir, sekaligus konser perdana tanpa kehadiran drummer legendaris Neil Peart yang meninggal dunia pada 2020.
Sorotan utama malam itu tertuju kepada drummer asal Jerman, Anika Nilles, yang dipercaya mengisi posisi di belakang perangkat drum. Musisi yang sebelumnya dikenal sebagai anggota band tur Jeff Beck tersebut dinilai sukses menjawab ekspektasi para penggemar Rush di seluruh dunia.
Dalam konser berdurasi hampir tiga jam tersebut, Rush membawakan 24 lagu yang mewakili berbagai era perjalanan karier mereka. Anika tampil percaya diri membawakan materi-materi kompleks yang selama puluhan tahun identik dengan permainan Neil Peart.
Salah satu momen yang ramai diperbincangkan terjadi saat lagu pembuka Xanadu.
Anika sempat menjatuhkan stik drum ketika memainkan salah satu bagian lagu.
Namun ia mampu mengambil kembali stik tersebut tanpa menghentikan permainan dan tetap menjaga ritme lagu.
Alih-alih menjadi kesalahan yang mencolok, aksi spontan itu justru mendapat tepuk tangan dari ribuan penonton yang mengapresiasi kemampuan dan ketenangannya di atas panggung.
Selain menjadi ajang reuni, konser tersebut juga dipenuhi penghormatan kepada Neil Peart.
Vokalis sekaligus bassist Rush, Geddy Lee, secara khusus menyampaikan penghormatan kepada sahabat dan rekan bermusiknya itu di hadapan para penggemar.
“Kami berada di sini karena banyak alasan. Kami berada di sini untuk merayakan lebih dari 50 tahun musik yang saya, Alex dan Neil Peart ciptakan bersama.
Kami juga berada di sini untuk memberikan penghormatan kepada Neil,” ujar Geddy Lee dari atas panggung.
Penghormatan terhadap Peart juga ditampilkan menjelang akhir konser melalui tayangan khusus yang melibatkan aktor Paul Rudd dan Jason Segel, yang dikenal sebagai penggemar berat Rush melalui film komedi I Love You, Man.
Tur Fifty Something dijadwalkan berlanjut di sejumlah kota di Amerika Utara hingga April 2027 mendatang.
Kehadiran Anika Nilles dalam formasi baru Rush pun mendapat banyak pujian dari penggemar maupun pengamat musik yang menilai sang drummer mampu membawakan warisan musik Neil Peart dengan penuh penghormatan tanpa kehilangan karakter permainannya sendiri.
Bagi banyak penggemar, konser pembuka ini bukan hanya menandai kembalinya Rush ke panggung besar setelah lebih dari satu dekade, tetapi juga menjadi babak baru perjalanan salah satu band rock progresif paling berpengaruh dalam sejarah musik dunia.
*/ Editor Mercurius












