Selat Hormuz Urat Nadi Minyak Global – bomindonesia.com

Selat Hormuz Urat Nadi Minyak Global

- Redaksi

Rabu, 18 Maret 2026 - 12:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selat Hormuz

Selat Hormuz

BOMINDONESIA.COM – Selat Hormuz bukan sekadar perairan sempit ia adalah jalur pelayaran paling krusial bagi keamanan energi global. Terletak di antara Oman dan Iran, selat ini menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Meski lebarnya hanya sekitar 33 kilometer di titik tersempitnya, dampak ekonomi yang mengalir melaluinya dirasakan oleh seluruh penduduk bumi.

  1. Urat Nadi Minyak Global

Mengapa dunia begitu cemas setiap kali ada ketegangan di wilayah ini? Jawabannya sederhana: Angka.

  • Volume Perdagangan: Sekitar 20-30% dari total konsumsi minyak dunia melewati jalur ini setiap hari.
  • Komoditas Utama: Tidak hanya minyak mentah, selat ini juga menjadi jalur utama bagi Gas Alam Cair (LNG) dari Qatar, salah satu pengekspor gas terbesar di dunia.
  • Ketergantungan Asia: Negara-negara industri besar di Asia seperti China, Jepang, India, dan Korea Selatan sangat bergantung pada pasokan yang melewati titik ini.
  1. Geopolitik dan Ketegangan Abadi

Posisi geografis Selat Hormuz menjadikannya alat tawar-menawar politik yang kuat, terutama bagi Iran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai negara dengan garis pantai terpanjang di sepanjang sisi utara selat, Iran berulang kali melontarkan ancaman untuk menutup jalur ini jika terjadi konflik militer atau sanksi ekonomi yang dianggap mencekik. Di sisi lain, Amerika Serikat melalui Armada Kelimanya berkomitmen menjaga selat ini tetap terbuka bagi navigasi internasional sesuai dengan hukum laut internasional.

  1. Mengapa Selat Ini Begitu Rentan?

Secara teknis, Selat Hormuz sangat sulit untuk dijaga sekaligus sangat mudah untuk diganggu:

  • Jalur Sempit: Kapal tanker raksasa harus mengikuti jalur navigasi yang lebarnya hanya sekitar 3 kilometer (dua jalur untuk masuk dan keluar).
  • Risiko Militer: Penggunaan ranjau laut, drone, atau kapal cepat oleh aktor regional dapat dengan mudah melumpuhkan lalu lintas kapal tanker dalam waktu singkat.
  • Dampak Harga: Gangguan kecil saja di selat ini dapat memicu lonjakan harga minyak mentah global secara instan, yang berujung pada kenaikan inflasi di berbagai negara.

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Voice of Baceprot Ukir Sejarah di Copenhell 2026, Harumkan Nama Indonesia di Panggung Metal Dunia
Tangis Maldini Iringi Kepergian Franco Baresi, Milan Kehilangan Kapten Abadi
Dari Gendongan Sang Legenda Menuju Panggung Final Dunia: Kisah Messi dan Lamine Yamal
Kecam Keras Penahanan Jurnalis Indonesia dalam Misi Kemanusiaan Gaza
Perang Lawan Geng Berlanjut, El Salvador Seret Ratusan Pimpinan MS-13 ke Meja Hijau
Kapal Indonesia Lewati Selat Hormuz, Ini Persetujuan Otoritas Iran
Perang Timur Tengah, Ini Korban Terbanyak
Serangan Israel Hantam Pos UNIFIL, Satu Prajurit TNI Gugur

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:26 WITA

Voice of Baceprot Ukir Sejarah di Copenhell 2026, Harumkan Nama Indonesia di Panggung Metal Dunia

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:35 WITA

Tangis Maldini Iringi Kepergian Franco Baresi, Milan Kehilangan Kapten Abadi

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:09 WITA

Dari Gendongan Sang Legenda Menuju Panggung Final Dunia: Kisah Messi dan Lamine Yamal

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:16 WITA

Kecam Keras Penahanan Jurnalis Indonesia dalam Misi Kemanusiaan Gaza

Minggu, 26 April 2026 - 23:46 WITA

Perang Lawan Geng Berlanjut, El Salvador Seret Ratusan Pimpinan MS-13 ke Meja Hijau

Berita Terbaru

Cermin

INDONESIA

Jumat, 21 Agu 2026 - 22:36 WITA

Peristiwa & Hukum

Diduga Bakar Lahan 17 Borongan, Polres HSS Amankan Petani

Jumat, 21 Agu 2026 - 22:02 WITA

Verified by MonsterInsights