Tanker Rusia Tanpa Awak Hanyut di Mediterania

Tanker Rusia Tanpa Awak Hanyut di Mediterania, Eropa Siaga Bencana Ekologi

- Redaksi

Kamis, 19 Maret 2026 - 00:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOMINDONESIA.COM, JAKARTA – Sebuah kapal tanker liquefied natural gas (LNG) asal Rusia dilaporkan hanyut tanpa awak di perairan Laut Mediterania dan memicu kekhawatiran serius negara-negara Uni Eropa terhadap potensi bencana lingkungan.

Mengutip laporan Reuters (17/3/2026), yang dikutip dari CNBC Indonesia sembilan negara Eropa, termasuk Italia dan Prancis, mendesak Komisi Eropa untuk segera mengambil langkah darurat menyusul kondisi kapal yang dinilai membahayakan secara ekologis.

Kapal bernama Arctic Metagaz tersebut dilaporkan terombang-ambing di perairan antara Malta dan Italia dengan membawa sekitar 700 metrik ton bahan bakar serta muatan gas alam dalam jumlah besar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam surat resmi kepada Komisi
Eropa, negara-negara tersebut menyebut situasi ini sebagai ancaman “segera dan serius” yang dapat memicu krisis lingkungan di kawasan strategis tersebut.

Baca Juga :  Keji, Finalis Miss Switzerland Kristina Joksimovic Tewas Dibunuh Suami, Tubuhnya Diblender

Selain ancaman ekologis, keberadaan kapal ini juga menghadirkan dilema bagi Eropa. Di satu sisi, langkah penyelamatan diperlukan untuk mencegah bencana, namun di sisi lain tindakan tersebut berpotensi bertentangan dengan sanksi ketat yang dijatuhkan Uni Eropa terhadap Rusia sejak konflik dengan Ukraina pada 2022.

Kapal ini sebelumnya diidentifikasi sebagai bagian dari “Shadow Fleet” atau armada bayangan Rusia, yang digunakan untuk menghindari sanksi ekonomi internasional.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengonfirmasi bahwa kapal tersebut saat ini tidak berawak.

Ia menyebut kapal membawa berbagai jenis bahan bakar dan gas alam, serta pihak Rusia masih menjalin komunikasi dengan pemilik kapal dan otoritas terkait.

Baca Juga :  Nikel: Logam Strategis Abad Ini dan Perebutannya di Panggung Global

Namun, Rusia menegaskan bahwa tanggung jawab penanganan kapal berada pada negara-negara pesisir sesuai hukum internasional.
“Keterlibatan lebih lanjut akan bergantung pada keadaan tertentu,” ujar Zakharova dalam pernyataan resminya.

Sementara itu, kondisi pasti kapal masih simpang siur. Pihak Rusia sebelumnya menuding kapal tersebut diserang drone laut Ukraina yang diluncurkan dari wilayah Libya. Namun, laporan otoritas maritim Libya justru menyebut kapal telah tenggelam setelah mengalami kebakaran hebat.

Hingga kini, pemerintah Ukraina belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan serangan tersebut.

Situasi ini menambah ketegangan geopolitik di kawasan sekaligus meningkatkan kekhawatiran akan potensi bencana lingkungan besar di jalur maritim penting dunia.

*/ Editor Mercurius

bomindonesia

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kecam Keras Penahanan Jurnalis Indonesia dalam Misi Kemanusiaan Gaza
Perang Lawan Geng Berlanjut, El Salvador Seret Ratusan Pimpinan MS-13 ke Meja Hijau
Kapal Indonesia Lewati Selat Hormuz, Ini Persetujuan Otoritas Iran
Perang Timur Tengah, Ini Korban Terbanyak
Serangan Israel Hantam Pos UNIFIL, Satu Prajurit TNI Gugur
Sepertiga Rudal Iran Dihancurkan AS
Kisah 7 Anjing di China Viral, Kabur dari Penculikan dan Tempuh 17 Km Demi Pulang Bersama
Selat Hormuz Urat Nadi Minyak Global

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:16 WITA

Kecam Keras Penahanan Jurnalis Indonesia dalam Misi Kemanusiaan Gaza

Minggu, 26 April 2026 - 23:46 WITA

Perang Lawan Geng Berlanjut, El Salvador Seret Ratusan Pimpinan MS-13 ke Meja Hijau

Minggu, 5 April 2026 - 11:42 WITA

Kapal Indonesia Lewati Selat Hormuz, Ini Persetujuan Otoritas Iran

Sabtu, 4 April 2026 - 17:18 WITA

Perang Timur Tengah, Ini Korban Terbanyak

Senin, 30 Maret 2026 - 15:48 WITA

Serangan Israel Hantam Pos UNIFIL, Satu Prajurit TNI Gugur

Berita Terbaru

Banjarmasin Bungas

Pemadaman Listrik Akibat Kendala Teknis, Yamin Berharap Pemulihan Dipercepat

Selasa, 7 Jul 2026 - 19:55 WITA

Verified by MonsterInsights