BOMINDONESIA.COM,CHANGCUN– Kisah menyentuh datang dari Changchun, di mana tujuh ekor anjing menjadi viral setelah berhasil melarikan diri dari upaya penculikan dan berjalan sejauh 17 kilometer untuk kembali ke rumah mereka (foto tangkapan layar Instagram)
Peristiwa tersebut terjadi pada 16 hingga 19 Maret 2026.
Dikutip dari akun Instagram @y_dkristiyan, ketujuh anjing itu disebut tetap bersama selama perjalanan panjang tersebut, bahkan saling melindungi, terutama terhadap rekan mereka yang mengalami luka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam rombongan tersebut, seekor anjing jenis corgi disebut menjadi pemimpin yang mengarahkan perjalanan hingga akhirnya mereka berhasil kembali ke rumah pemiliknya.
Berawal pada 16 Maret 2026, seorang warganet bermarga Lu merekam momen mengharukan di sepanjang jalan tol yang ramai di Changchun.
Ketujuh anjing ini, yang ternyata adalah teman bermain dari desa yang sama, berhasil meloloskan diri dari truk.pencuri yang bekerja untuk toko daging anjing.
Tanpa pemandu manusia, mereka menempuh perjalanan sejauh 17 KM selama.dua hari penuh hingga sampai di rumah masing-masing dengan selamat.
Dunia takjub melihat bagaimana setiap jenis anjing menggunakan kelebihan alaminya untuk saling melindungi:
• Corgi (Sang Navigator Cerdas): Meski bertubuh kecil, kecerdasan dan sifat waspadanya menjadikannya pemimpin di depan.Ia terus menoleh ke belakang, menunjukkan naluri “herding” (penggembala) yang kuat untuk memastikan tidak ada anggota kelompok yang tertinggal.
• Golden Retriever & Labrador (Sang Pelindung Setia): Memanfaatkan ukuran tubuh mereka yang besar dan sifatnya yang protektif, mereka berjalan di sisi luar (dekat arus lalu lintas). Naluri pengabdi mereka berfungsi sebagai “pagar hidup” untuk memblokir bahaya kendaraan dari rekan-rekan mereka.
German Shepherd (Sang Pejuang yang Tangguh):
Meski sedang terluka kakinya, anjing ini menunjukkan ketahanan fisik luar biasa.
la tetap berjalan di tengah barisan, dilindungi oleh kawanannya yang mengakui posisi “alfa” atau anggota penting dalamkelompok mereka.
• Pekinese (Sang Penjaga Kecil): Ditengah kepungan anjing besar, ia tetap tenang dan mengikuti ritme perjalanan jauh, menunjukkan keberanian mental yang besar meski dengan keterbatasan fisik.
Saksi mata, Lu, mengatakan kepada Dahe Daily: “Mereka bergerak serempak seperti sekelompok adik kecil yang sedang dalam kesulitan sama sekali tidak seperti anjing liar.”
Kisah ini menjadi pengingat luar biasa bahwa setiap ras anjing memiliki kelebihan unik yang, jika digabungkan dalam solidaritas, mampu menciptakan keajaiban.
Kesetiaan dan kebersamaan mereka pun menuai simpati luas dari masyarakat.
Setibanya di rumah, para anjing tersebut disambut haru oleh keluarga pemilik.
Dalam video yang beredar, terlihat momen penuh kehangatan saat pemilik dan anggota keluarga memeluk serta memeriksa kondisi hewan peliharaan mereka.
Kisah ini pun ramai diperbincangkan di media sosial.
Banyak warganet menilai peristiwa tersebut menjadi gambaran nyata tentang kesetiaan hewan terhadap pemiliknya, bahkan di tengah kondisi sulit.
Tak sedikit pula yang menilai, dari perilaku hewan tersebut manusia dapat belajar tentang arti solidaritas, kepedulian, dan kebersamaan, yang terkadang justru sulit ditemukan dalam kehidupan sosial manusia.
Hingga kini, kisah tujuh anjing tersebut masih terus menjadi perbincangan dan mengundang empati publik di berbagai platform media sosial.
*/ Editor : Mercurius












