BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Masjid Al Jihad Banjarmasin kembali dipastikan menjadi masjid dengan jumlah sapi kurban terbanyak di Kalimantan Selatan pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
HINGGA Jumat (22/5/2026), panitia kurban telah menerima 97 ekor sapi dan tiga ekor kambing, bahkan ditargetkan mampu menembus 100 ekor sapi sebelum pendaftaran ditutup.
Ketua Takmir Masjid Al Jihad Banjarmasin H Taufik Hidayat mengatakan, apabila jumlah sapi kurban telah mencapai 100 ekor, maka pendaftaran akan langsung ditutup.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Per hari ini sudah masuk 97 ekor sapi dan tiga ekor kambing. Jika sudah mencapai 100 ekor sapi, maka pendaftaran kurban ditutup,” ujar H Taufik Hidayat dalam keterangannya, Jumat (22/5/2026).
Jumlah tersebut melampaui pelaksanaan kurban tahun sebelumnya yang mencapai 91 ekor sapi. Peningkatan itu sekaligus mempertegas Masjid Al Jihad sebagai salah satu pusat pelaksanaan ibadah kurban terbesar di Kalimantan Selatan.
Penyembelihan hewan kurban dijadwalkan berlangsung pada hari kedua Iduladha, Kamis (28/5/2026), di area parkir belakang masjid usai salat subuh hingga selesai.
Panitia menyiapkan sekitar 10 ribu kupon pembagian daging kurban yang akan disalurkan kepada para pekurban, masyarakat, jemaah rutin Masjid Al Jihad, dan serta panitia pelaksana.
Untuk menjaga amanah para pekurban dan memperlancar pelaksanaan, sekitar 500 panitia akan diterjunkan menangani seluruh proses, mulai penyembelihan, pemotongan hingga distribusi daging kurban.
Sekitar 50 persen panitia berasal dari kalangan muda sebagai bagian dari pengkaderan. ‘’Kemudian, sekitar 20 persen dari panitia senior merupakan tenaga ahli dan terampil. Itu termasuk 18 juru sembelih bersertifikat Juru Sembelih Halal (Juleha) dan 60 orang ahli pengulitan,’’ beber Taufik.
Adapun sapi kurban, imbuh dia, sekitar 45 ekor dipasok peternak binaan BSI Maslahat. ‘’Berdasarkan pengalaman tahun lalu, sapi mereka tergolong unggul, dagingnya lebih padat dan kotorannya tidak berbau. Kami juga sudah meninjau langsung ke loksi peternakan binaan BSI Maslahat di Kabupaten Tanah Laut. Kami melihat selain diberi pakan pilihan, sapi-sapi tersebut rutin diperdengarkan murotal Al Quran,” kata Taufik.
Untuk mempercepat proses penyembelihan, panitia menyiapkan dua unit restraining box. Penggunaan alat tersebut dinilai mampu menghemat waktu sehingga pembagian daging kepada sekitar 10 ribu penerima kupon dapat diselesaikan dalam satu hari.
Tak hanya itu, seluruh hewan kurban dipastikan telah mengantongi sertifikat kesehatan dan dinyatakan bebas penyakit. Takmir masjid juga mendatangkan dokter hewan guna memeriksa kondisi sapi sebelum disembelih.
Proses penyembelihan nantinya mengikuti pedoman pemerintah serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait pelaksanaan pemotongan hewan kurban di luar rumah potong hewan (RPH).
Taufik menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pekurban yang kembali mempercayakan pelaksanaan ibadah kurban di Masjid Al Jihad Banjarmasin.
“Alhamdulillah, sampai saat ini penyembelihan hewan kurban di Masjid Al Jihad Banjarmasin masih yang terbanyak, mungkin untuk seluruh Indonesia,” ujarnya.
Ia berharap seluruh panitia dapat menjalankan amanah dengan sungguh-sungguh sehingga pelaksanaan ibadah kurban berjalan tertib, lancar, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.












