Disperdagin Banjarmasin Gandeng Pedagang Rumuskan Strategi D

Disperdagin Banjarmasin Gandeng Pedagang Rumuskan Strategi Dongkrak Daya Saing Pasar

- Redaksi

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Screenshot

Screenshot

BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Eksistensi pasar rakyat di Kota Banjarmasin kini berada di persimpangan jalan. Di tengah gempuran e-commerce yang menawarkan kecepatan dan kenyamanan, pasar tradisional dituntut untuk segera bertransformasi jika tidak ingin ditinggalkan konsumen.

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) menggelar sosialisasi dan diskusi Penguatan Daya Saing Pasar Rakyat, yang berlangsung di Aula Kayuh Baimbai, Selasa (19/5/2026). Selama dua hari secara bergantian, bersama ratusan perwakilan pedagang pasar, pemerintah ingin merumuskan formula terbaik bagi keberlanjutan penataan pasar kota.

Sebagai kota yang meletakkan fondasi pembangunan pada sektor perdagangan dan jasa, redupnya aktivitas pasar memantik alarm keras bagi Pemkot Banjarmasin.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR mengakui bahwa sejumlah pasar di kota Banjarmasin masih dibayangi sederet persoalan klasik yang tak kunjung usai. Mulai dari masalah penataan, manajemen pengelolaan, minimnya standar kenyamanan, hingga kualitas pelayanan yang dinilai masih tertinggal jauh dari ritel modern.

“Pasar rakyat merupakan urat nadi ekonomi kerakyatan kita. Di sana roda ekonomi masyarakat kecil kita bergerak, lapangan pekerjaan tercipta, dan interaksi sosial tumbuh setiap hari,” ujar Yamin disela membuka kegiatan.

Baca Juga :  Sekretariat Relawan Damkar Banjarmasin Barat Diresmikan

Lebih lanjut, ia menegaskan jika seluruh pihak memiliki kepedulian yang sama untuk membenahi persoalan ini, tantangan tersebut justru dapat diubah menjadi peluang besar bagi penguatan ekonomi lokal.

“Kita tahu masyarakat saat ini memiliki opsi belanja yang kian beragam dan lebih cepat, bahkan sesuai pola konsumsi mereka. Kalau tidak menyesuaikan dan menutup mata, maka pedagang kita di pasar akan semakin tertinggal,” jelasnya.

Saat ini, langkah konkret yang tengah dikebut oleh Pemkot Banjarmasin tidak hanya menyentuh perbaikan fisik pasar, tetapi juga perombakan total pada sistem tata kelolanya. Ia menyoroti peran Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar sebagai leading sector agar dapat mengambil peran secara lebih agresif terkait hal ini.

Kendati begitu, Wali Kota menilai kemegahan infrastruktur yang dibangun akan menjadi sia-sia jika tidak dibarengi dengan perubahan perilaku dan manajemen dari para pengelola dan pedagang itu sendiri.

“Kami saat ini terus berupaya untuk mendorong revitalisasi pasar baik secara fisik maupun tata kelolanya. Infrastruktur yang layak itu belum cukup membuat pasar ramai apabila tata pengelolaan tidak diubah,” tekannya.

“Kami juga mendorong peran aktif Perumda Pasar yang sejatinya sebagai leading sektor pengelolaan. Memang tidak mudah dengan berbagai persoalannya, tentu kita membenahinya pelan-pelan dan menghidupkan kembali geliat pasar, khususnya di pasar-pasar besar seperti Pasar Antasari,” tambahnya.

Baca Juga :  Sampah Hanya Disusun dan Dikarungi di TPS

Sementara itu, Plt Kepala Disperdagin Banjarmasin, Noorsyahdi menyebut ruang diskusi ini sengaja diciptakan untuk menyamakan persepsi sekaligus mencari titik temu terbaik antara regulasi pemerintah dan kebutuhan riil pedagang di lapangan. Pihaknya sengaja mengundang perwakilan pedagang secara bertahap agar aspirasi dari akar rumput dapat terserap secara optimal.

“Kita tahu Banjarmasin ini kota perdagangan dan jasa, makanya sosialisasi dan diskusi bersama para pedagang atau pelaku usaha pasar pada hari ini menjadi sangat penting. Kita ingin pasar ini bisa berkembang kembali seperti sebelumnya. Ini penting untuk memastikan tata kelola pasar kita bisa lebih baik di tengah tantangan yang ada,” jelas Noorsyahdi.

Ia juga menekankan pentingnya sinergitas dua arah dengan para pedagang. “Sesuai arahan Pak Wali tadi, bagaimana betul-betul bersinergi pedagang dan pemerintahnya agar para pedagang bisa menjaga dan memelihara kebersihan, keamanan, dan kenyamanannya,” lugasnya.

Melalui kegiatan ini, Pemkot Banjarmasin ingin ekosistem pasar rakyat tidak hanya akan bertahan, tetapi mampu bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi daerah yang jauh lebih tangguh dan kompetitif.

bomindonesia

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mobil Terbakar di Jembatan Alalak, Pasutri Diduga Mabuk
HUT ke-45, Wali Kota Yamin Minta Tanaman Saja
Aksi Panjat Yamin Meriahkan Pembukaan Wali Kota Cup Panjat Tebing di Kampus IBITEK
Monitoring SPBU, Disperdagin Terima Keluhan Sopir Soal Jatah Solar
Tak Ada Kasus Hantavirus di Banjarmasin, Kuncinya Kebersihan
Sopir Ngeluh, Mau Ngantri di SPBU Dipalak Bayar 100 ribu dulu
Tak Satupun SPBU di Banjarmasin Mengaku Melayani Pelangsir
SMSI Kalsel dan FISIP ULM Bahas Fenomena Homeless Media dan Ancaman Profesi Jurnalis

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 08:46 WITA

Mobil Terbakar di Jembatan Alalak, Pasutri Diduga Mabuk

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:47 WITA

Disperdagin Banjarmasin Gandeng Pedagang Rumuskan Strategi Dongkrak Daya Saing Pasar

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:51 WITA

HUT ke-45, Wali Kota Yamin Minta Tanaman Saja

Senin, 18 Mei 2026 - 19:10 WITA

Aksi Panjat Yamin Meriahkan Pembukaan Wali Kota Cup Panjat Tebing di Kampus IBITEK

Jumat, 15 Mei 2026 - 14:58 WITA

Monitoring SPBU, Disperdagin Terima Keluhan Sopir Soal Jatah Solar

Berita Terbaru

Banjarmasin Bungas

Mobil Terbakar di Jembatan Alalak, Pasutri Diduga Mabuk

Rabu, 20 Mei 2026 - 08:46 WITA

Banjarmasin Bungas

HUT ke-45, Wali Kota Yamin Minta Tanaman Saja

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:51 WITA

Verified by MonsterInsights