Monitoring SPBU dan keluhan pengurangan jatah solar

Monitoring SPBU, Disperdagin Terima Keluhan Sopir Soal Jatah Solar

- Redaksi

Jumat, 15 Mei 2026 - 14:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Screenshot

Screenshot

BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Sejumlah SPBU di Banjarmasin kembali menerima kunjungan tim monitoring gabungan Dinas Perdagangan dan Industri, Dinas Perhubungan dan Satpol PP Kota Banjarmasin, Jumat (15/5/2026).

Monitoring yang dipimpin Plt Kadispergadin Kota Banjarmasin, Noorshahdi memastikan stok dan harga BBM di SPBU lancar dan terkendali menjelang Idul Adha.

Sedikitnya ada 5 SPBU dimulai dari SPBU Teluk Dalam, Belitung, A Yani Km 5, Banua Anyar, dan Sultan Adam. Hasil semuanya menyampaikan stok yang aman dan cukup melayani masyarakat.

Kondisi bisa terpantau dari antrian yang relatif stabil dan kondusif.

Baca Juga :  Wali Kota Yamin Minta Pengawasan dan Harga Bapok Terkendali

Hanya saja, keluhan diterima Syahdi tentang jatah solar truk angkutan yang dikurangi hampir 50 persen. Karena alasan aturan dari Pertamina.

“Hari ini kita monitoring lagi ke 5 SPBU, stok aman Rata-rata SPBU mendapat jatah solar variasi mulai 8 ribu liter-16 ribu liter perhari. Namun ada keluhan soal jatah solar yang di kurangai. Para sopir minta 80 liter namun SPBU hanya boleh memberi 58 liter karena alasan aturan Pertamina,” ucapnya.

Syahdi juga menerima laporan tentang isu kenaikan harga solar di SPBU dari Rp 6.800 menjadi Rp 12 ribu.

Baca Juga :  Bawa Budaya Banjar, Kaikoukai dan Pemko Banjarmasin Kirim 15 Anak Banjar Kerja ke Jepang

Hal itupun dibantah semua SPBU karena harga solar sudah sistem yakni Rp 6.800. Saat dirinya langsung menanyakan pihak SPBU.

Pengawas SPBU Banua Anyar, Lukman mengaku tidak berani memberi harga lebih, karena harga sudah het. Ketetapan harga solar 6.800 harus dijalankan.

Lukman memilih bekerja yang baik-baik tak ingin melenceng dari aturan.

“Itu berita tidak benar, kita menjual solar Rp 6.800 dan kita tidak berani melenceng, kita ingin bekerja berkelanjutan saja,” ujarnya.

penulis : Hamdani

bomindonesia
Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Ada Kasus Hantavirus di Banjarmasin, Kuncinya Kebersihan
Sopir Ngeluh, Mau Ngantri di SPBU Dipalak Bayar 100 ribu dulu
Tak Satupun SPBU di Banjarmasin Mengaku Melayani Pelangsir
SMSI Kalsel dan FISIP ULM Bahas Fenomena Homeless Media dan Ancaman Profesi Jurnalis
Jika Konsisten, PAD Banjarmasin Bisa Tercapai Rp 1 Triliun
Viral Anggaran Susu dan Buah, KAKI Kalsel Sindir Wawali tak Klarifikasi Langsung ke Publik
Anggaran Susu dan Buah Wawali yang Sedang Viral Siap Dikembalikan ke Kas Daerah
Wawali Ananda Dikukuhkan sebagai Ketua KORMI Banjarmasin

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 14:58 WITA

Monitoring SPBU, Disperdagin Terima Keluhan Sopir Soal Jatah Solar

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:55 WITA

Tak Ada Kasus Hantavirus di Banjarmasin, Kuncinya Kebersihan

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:46 WITA

Sopir Ngeluh, Mau Ngantri di SPBU Dipalak Bayar 100 ribu dulu

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:39 WITA

Tak Satupun SPBU di Banjarmasin Mengaku Melayani Pelangsir

Senin, 11 Mei 2026 - 19:37 WITA

SMSI Kalsel dan FISIP ULM Bahas Fenomena Homeless Media dan Ancaman Profesi Jurnalis

Berita Terbaru

Screenshot

Banjarmasin Bungas

Monitoring SPBU, Disperdagin Terima Keluhan Sopir Soal Jatah Solar

Jumat, 15 Mei 2026 - 14:58 WITA

Screenshot

Banjarmasin Bungas

Tak Ada Kasus Hantavirus di Banjarmasin, Kuncinya Kebersihan

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:55 WITA

Screenshot

Banjarmasin Bungas

Sopir Ngeluh, Mau Ngantri di SPBU Dipalak Bayar 100 ribu dulu

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:46 WITA

Verified by MonsterInsights