BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Sejumlah SPBU di Banjarmasin kembali menerima kunjungan tim monitoring gabungan Dinas Perdagangan dan Industri, Dinas Perhubungan dan Satpol PP Kota Banjarmasin, Jumat (15/5/2026).
Monitoring yang dipimpin Plt Kadispergadin Kota Banjarmasin, Noorshahdi memastikan stok dan harga BBM di SPBU lancar dan terkendali menjelang Idul Adha.
Sedikitnya ada 5 SPBU dimulai dari SPBU Teluk Dalam, Belitung, A Yani Km 5, Banua Anyar, dan Sultan Adam. Hasil semuanya menyampaikan stok yang aman dan cukup melayani masyarakat.
Kondisi bisa terpantau dari antrian yang relatif stabil dan kondusif.
Hanya saja, keluhan diterima Syahdi tentang jatah solar truk angkutan yang dikurangi hampir 50 persen. Karena alasan aturan dari Pertamina.
“Hari ini kita monitoring lagi ke 5 SPBU, stok aman Rata-rata SPBU mendapat jatah solar variasi mulai 8 ribu liter-16 ribu liter perhari. Namun ada keluhan soal jatah solar yang di kurangai. Para sopir minta 80 liter namun SPBU hanya boleh memberi 58 liter karena alasan aturan Pertamina,” ucapnya.
Syahdi juga menerima laporan tentang isu kenaikan harga solar di SPBU dari Rp 6.800 menjadi Rp 12 ribu.
Hal itupun dibantah semua SPBU karena harga solar sudah sistem yakni Rp 6.800. Saat dirinya langsung menanyakan pihak SPBU.
Pengawas SPBU Banua Anyar, Lukman mengaku tidak berani memberi harga lebih, karena harga sudah het. Ketetapan harga solar 6.800 harus dijalankan.
Lukman memilih bekerja yang baik-baik tak ingin melenceng dari aturan.
“Itu berita tidak benar, kita menjual solar Rp 6.800 dan kita tidak berani melenceng, kita ingin bekerja berkelanjutan saja,” ujarnya.
penulis : Hamdani












