BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Keresahan sopir angkutan selain sulit mendapatkan bahan bakar solar ditambah dengan praktek premanisme yang memalak ratusan ribu rupiah hanya sekedar untuk mengantri di SPBU.
Yadi salah satu sopir angkutan asal Banjarmasin ini mengaku resah, setiap ngantri harus setor Rp 100 ribu sampai 200 ribu bahkan bisa lebih kepada seorang pria berpakaian preman.
Jika tidak dikasih, tidak diperbolehkan ikut ngantri beli solar.
Katanya, pengalaman pahitnya itu sama dirasakan rekan sesama sopir lainnya dan berjalan sudah lama. Ia pun menyebut, Banyak SPBU di Banjarmasin yang menjalankan praktek ilegal tersebut.
“Ya mau tidak mau, saya kasih saja duit seratus agar bisa ikut ngantri, dari pada tidak dapat solar,” ucapnya.
Yadi pun mengharapkan persoalan yang sudah lama mencekik para sopir ini bisa ditindak aparat hukum. Ia menilai, harusnya aparat mudah memberantas para preman itu.
“Kami berharap pemerintah maupun kepolisian bisa memberantas praktik ini dan kami mudah mendapatkan bbm,” tutupnya












