BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Menindaklanjuti keluhan masyarakat maraknya pelangsir BBM yang berdampak kelangkaan dan harga. Dinas Perdagangan dan Industri Kota Banjarmasin, sidak monitoring aktivitas SPBU di kota ini, Selasa (12/5/2026).
Sidak dilaksanakan mulai pukul 09.00 pagi bersama Dinas Perhubungan dan Satpol PP Kota Banjarmasin. Petugas menyiris ke SPBU di Jalan Gubernur Soebarjo dan Lingkar Dalam Selatan. Sedikitnya ada empat titik SPBU yang disidak.
Hasilnya tak disangka, tak satupun ada SPBU yang mengaku telah melayani pelangsir. Semua bertutur manis dihadapan petugas.
Plt Kadis Perdagin, Noorsyahdi menyampaikan, bahwa pihaknya sudah berkomunikasi kepada pihak SPBU, dari empat titik yang ditemui tak satupun dari mereka mengaku melayani pelangsir BBM yang sekarang ini menjadi keluhan masyarakat. Memang, stok setiap SPBU berbeda-beda ada yang 15 ribu-25 ribu liter, namun kecurigaan adanya pelangsir itu belum terjawab.

Hanya saja ada temuan terkait antrian panjang dan bahkan sampai memakan jalan yang menyebabkan terganggunnya kenyamanan berlalu lintas.
“Tidak ada temuan saat kita monitoring tadi, tapi ada SPBU yang terjadi antrian panjang. Namun hal itu tadi sudah ditegur oleh Dishub Kota Banjarmasin agar lebih ditertibkan,” ujarnya.
Nosyahdi mengaku tidak berhenti di monotoring, pihaknya akan terus memantau kembali adanya laporan masyarakat itu.
Tidak menutup kemungkinan jika ada ditemui SPBU yang bekerjasama dengan para pelangsir, maka pihaknya akan bertindak tegas dan melibatkan aparat hukum. “Kita terus pantau aktivitas SPBU dan ambil sikap tegas jika ada temuan aktivitas pelangsir itu,” tutupnya.
Pengawas, SPBU 647106, Junaidi mengaku tidak ada melayani pelangsir karena sudah ada aturannya. Tidak itu saja ia juga telah menyiapkan lahan parkir seluas 600 meter untuk menopang antrian truk yang ingin membeli BBM.
Sedikitnya kantong parkir SPBU di Jalan Gubernur Soebardjo ini bisa menampung 100 lebih truk besar, sebagai antisipasi kemacetan.
penulis : Hamdani












