Antusias Haul Wali Pacah Ampat Kotabaru dan Cerita Tubuh Wali yang Terbagi Empat

Antusias Haul Wali Pacah Ampat Kotabaru dan Cerita Tubuh Wali yang Terbagi Empat

- Redaksi

Selasa, 31 Maret 2026 - 14:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Screenshot

Screenshot

Haul Wali Pacah Ampat di Desa Sampanahan, Kotabaru.

BOMINDONESIA.COM, KOTABARU – Ratusan warga padati area makam Pacah Ampat dalam acara Haul Sayyid Pandan di Desa Sampanahan, Kotabaru, Senin (23/3/2026).

Haul yang dipercaya masyarakat sekitar seorang ulama besar bernama Sayyid Pandan (guru nya para raja-raja kambatang 5)  yakni Sampanahan, Bangkalan, Cantung, Pagatan, dan Bakau ini rutin digelar setiap tahunnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tokoh Masyarakat Ahmad Jazuli menyampaikan, rutinitas haul ini dulunya berada di Wilayah kerajaan Tanah Bomboe di Sampanahan.

“Alhamdulillah kita di kampong sampanahan selama ini telah rutin mengadakan acara seperti ini. Tujuan di adakannya haul ini di antaranya adalah untuk memperingati jasa jasa perjuangan beliau dan untuk meneruskan perjuangan beliau, yakni menyatukan Ummat, mempererat keluarga dan kerukunan sesama,” ujarnya.

Haul Wali Pacah Empat bukan sekadar acara tahunan. Ia adalah jembatan spiritual antara generasi masa kini dan para pendahulu yang mulia. Semoga tradisi ini terus terjaga, dan keberkahan para wali senantiasa menaungi kita semua.

Baca Juga :  Banjarmasin Terima Dana Fiskal Rp5,7 Miliar

Wasiat Wali Pacah Ampat 

Tokoh masyarakat lainnya M Syafii menceritakan, bahwa Wali Pacah Ampat ini nama aslinya Sayyid Pandan Al Aydrus. Beberapa bulan sebelum wafat, beliau pernah berwasiat kepada murid-muridnya: Wahai murid-muridku, kalau nanti sudah tiba saatnya Allah memanggil aku, maka kuburkanlah badanku di tempat kuburan raja-raja, tanganku di samping rumah (sekarang ini disebut Tiang Ulin), kakiku di Kersik Hitam dekat Sungai Sanduk, dan kepalaku di kuburan muslimin.

Makam Wali Pacah Ampat di Sampanahan, Kotabaru.

Ringkas cerita setelah beberapa bulan kemudian, maka tibalah saatnya Allah memanggil beliau. Setelah beliau wafat, seorang raja yang bernama Sultan Prabu Mangkuhina mengumpulkan semua murid beliau. Setelah semua murid hadir, lalu baginda raja berkata: Wahai saudara-saudara seperguruan, kita sama-sama telah mengemban amanah dari guru kita beberapa bulan yang lewat, sekarang tibalah saatnya amanah itu harus kita laksanakan. Siapa di antara kalian semua yang sanggup memisah-misahkan jasad guru kita ini sesuai dengan amanah beliau? Tanya baginda raja.

Semua murid yang hadir menundukkan kepalanya dengan bercucuran air mata karena mengingat betapa beratnya melaksanakan amanah tersebut. Akhirnya semuanya memutuskan tidak sanggup dan keputusannya dikembalikan kepada baginda raja.

Baca Juga :  Diduga Stres, Seorang Pria Ganggu Salat Tarawih di Masjid Mujahidin Tadi Malam

Kata baginda raja: Kalau begitu, kita buat saja satu lubang makam dulu, nanti kita lihat apa yang terjadi selanjutnya.

Setelah lubang makam hampir selesai, maka bersiaplah beberapa murid beliau untuk memandikan. Perlahan-lahan mereka membuka kain penutup jenazah.

Setelah dibuka, ternyata antara badan, kaki, tangan, dan kepala beliau sudah berpisah dengan sendirinya. Nah di situlah keajaiban terjadi atas diri seorang wali, sehingga beliau dikenal orang sebagai waliyullah yang berpecah empat. Sampai sekarang makam beliau disebut Makam Pecah Empat.

“Adapun jasad beliau tadi dimandikan satu persatu dan dimakamkan satu persatu sesuai amanah beliau. Sekian riwayat singkat ini, kami mohon ampun dan maaf sekiranya terdapat kesalahan ataupun kekurangan dalam kisah ini. Dahulu ada anak kecil berfoto di makam beliau. Setelah foto diperbesar, ternyata di belakangnya ada sosok tinggi besar tersenyum ke arah kamera,” tutupnya.

Penulis : Hamdani

bomindonesia

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lomba Bertutur Meriahkan Harjad ke -76 Kotabaru
Festival Olahraga Tradisional Sukses Digelar, Kormi Apresiasi Dukungan Pemkab Kotabaru
Kasus Kopbun Sawit Sejati Diharapkan Segera Ditetapkan Tersangka
SMSI Kalsel dan FISIP ULM Bahas Fenomena Homeless Media dan Ancaman Profesi Jurnalis
Calon Jamaah Haji Asal Kotabaru Kloter 13 Masuk Asrama Haji Banjarbaru
Pesan Wabup Kotabaru Syairi Mukhlis Kepada Pengurus HMI cabang Kotabaru-Tanah Bumbu
Wujudkan Sinergitas Antar daerah Pemkab Kotabaru Hadiri Acara Puncak Hari Jadi HSU
Nelayan Terjatuh saat Melaut dari KM Putra di Muara Kintap, Tim SAR Sisir Laut hingga 70 Mil

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:23 WITA

Lomba Bertutur Meriahkan Harjad ke -76 Kotabaru

Jumat, 15 Mei 2026 - 22:46 WITA

Festival Olahraga Tradisional Sukses Digelar, Kormi Apresiasi Dukungan Pemkab Kotabaru

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:32 WITA

Kasus Kopbun Sawit Sejati Diharapkan Segera Ditetapkan Tersangka

Senin, 11 Mei 2026 - 19:37 WITA

SMSI Kalsel dan FISIP ULM Bahas Fenomena Homeless Media dan Ancaman Profesi Jurnalis

Senin, 11 Mei 2026 - 08:24 WITA

Calon Jamaah Haji Asal Kotabaru Kloter 13 Masuk Asrama Haji Banjarbaru

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights