Haul Wali Pacah Ampat di Desa Sampanahan, Kotabaru.
BOMINDONESIA.COM, KOTABARU – Ratusan warga padati area makam Pacah Ampat dalam acara Haul Sayyid Pandan di Desa Sampanahan, Kotabaru, Senin (23/3/2026).
Haul yang dipercaya masyarakat sekitar seorang ulama besar bernama Sayyid Pandan (guru nya para raja-raja kambatang 5) yakni Sampanahan, Bangkalan, Cantung, Pagatan, dan Bakau ini rutin digelar setiap tahunnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tokoh Masyarakat Ahmad Jazuli menyampaikan, rutinitas haul ini dulunya berada di Wilayah kerajaan Tanah Bomboe di Sampanahan.
“Alhamdulillah kita di kampong sampanahan selama ini telah rutin mengadakan acara seperti ini. Tujuan di adakannya haul ini di antaranya adalah untuk memperingati jasa jasa perjuangan beliau dan untuk meneruskan perjuangan beliau, yakni menyatukan Ummat, mempererat keluarga dan kerukunan sesama,” ujarnya.
Haul Wali Pacah Empat bukan sekadar acara tahunan. Ia adalah jembatan spiritual antara generasi masa kini dan para pendahulu yang mulia. Semoga tradisi ini terus terjaga, dan keberkahan para wali senantiasa menaungi kita semua.
Wasiat Wali Pacah Ampat
Tokoh masyarakat lainnya M Syafii menceritakan, bahwa Wali Pacah Ampat ini nama aslinya Sayyid Pandan Al Aydrus. Beberapa bulan sebelum wafat, beliau pernah berwasiat kepada murid-muridnya: Wahai murid-muridku, kalau nanti sudah tiba saatnya Allah memanggil aku, maka kuburkanlah badanku di tempat kuburan raja-raja, tanganku di samping rumah (sekarang ini disebut Tiang Ulin), kakiku di Kersik Hitam dekat Sungai Sanduk, dan kepalaku di kuburan muslimin.

Ringkas cerita setelah beberapa bulan kemudian, maka tibalah saatnya Allah memanggil beliau. Setelah beliau wafat, seorang raja yang bernama Sultan Prabu Mangkuhina mengumpulkan semua murid beliau. Setelah semua murid hadir, lalu baginda raja berkata: Wahai saudara-saudara seperguruan, kita sama-sama telah mengemban amanah dari guru kita beberapa bulan yang lewat, sekarang tibalah saatnya amanah itu harus kita laksanakan. Siapa di antara kalian semua yang sanggup memisah-misahkan jasad guru kita ini sesuai dengan amanah beliau? Tanya baginda raja.
Semua murid yang hadir menundukkan kepalanya dengan bercucuran air mata karena mengingat betapa beratnya melaksanakan amanah tersebut. Akhirnya semuanya memutuskan tidak sanggup dan keputusannya dikembalikan kepada baginda raja.
Kata baginda raja: Kalau begitu, kita buat saja satu lubang makam dulu, nanti kita lihat apa yang terjadi selanjutnya.
Setelah lubang makam hampir selesai, maka bersiaplah beberapa murid beliau untuk memandikan. Perlahan-lahan mereka membuka kain penutup jenazah.
Setelah dibuka, ternyata antara badan, kaki, tangan, dan kepala beliau sudah berpisah dengan sendirinya. Nah di situlah keajaiban terjadi atas diri seorang wali, sehingga beliau dikenal orang sebagai waliyullah yang berpecah empat. Sampai sekarang makam beliau disebut Makam Pecah Empat.
“Adapun jasad beliau tadi dimandikan satu persatu dan dimakamkan satu persatu sesuai amanah beliau. Sekian riwayat singkat ini, kami mohon ampun dan maaf sekiranya terdapat kesalahan ataupun kekurangan dalam kisah ini. Dahulu ada anak kecil berfoto di makam beliau. Setelah foto diperbesar, ternyata di belakangnya ada sosok tinggi besar tersenyum ke arah kamera,” tutupnya.
Penulis : Hamdani












