Ketika Perompak Somalia Salah Pilih Lawan

Ketika Perompak Somalia Salah Pilih Lawan

- Redaksi

Selasa, 3 Maret 2026 - 17:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto Istimewa)

(Foto Istimewa)

BOMINDONESIA.COM, SAMUDERA HINDIA, – Aksi pembajakan kapal kembali mengguncang perairan Laut Arab pada Maret 2011 lalu.

Kapal kargo MV Sinar Kudus yang membawa 20 pelaut Indonesia serta muatan bernilai lebih dari Rp1 triliun dibajak kelompok perompak bersenjata asal Somalia.

Dilansir akun Instagram @pratama_tactical kapal tersebut kemudian ditarik menuju wilayah yang diduga menjadi basis para perompak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nyawa 20 awak kapal berada dalam ancaman, sementara proses negosiasi berlangsung alot.

Namun Indonesia tidak tinggal diam.

Pemerintah menggelar operasi militer bersandi Operasi Duta Samudera dengan mengerahkan Satuan Tugas Merah Putih.

Baca Juga :  Ketegangan di Mekkah: Pasukan Islam di Ambang Kemenangan Tanpa Tanding

Pasukan elite dari unsur Denjaka dan Kopaska diterjunkan, didukung unsur TNI lainnya.

Dua kapal perang fregat diberangkatkan menembus ribuan mil laut menuju lokasi pembajakan.

Di dalamnya, turut dibawa tim sea rider serta dukungan helikopter taktis untuk skenario penyelamatan berisiko tinggi di luar wilayah NKRI.

Memasuki 1 Mei 2011, situasi mencapai titik krusial.

Setelah proses negosiasi dan upaya taktis untuk memastikan keselamatan sandera, kondisi memanas ketika kelompok perompak lain mencoba mendekat untuk kembali menguasai kapal.

Dalam momentum genting tersebut, pasukan elite bergerak cepat.

Manuver laut dan udara dilakukan untuk memotong jalur perompak di tengah gelombang Samudera Hindia.

Baca Juga :  Rock Action 83, Momen Berkumpulnya Jagoan Rock Indonesia

Kontak senjata pun tak terhindarkan. Dalam operasi itu, empat perompak dilaporkan tewas, sementara sisanya melarikan diri.

Kapal berhasil diamankan dan seluruh 20 awak kapal dinyatakan selamat.

Operasi ini menjadi salah satu catatan penting dalam sejarah operasi militer Indonesia di luar negeri.

Selain berhasil mengamankan kapal dan awaknya, operasi tersebut juga menunjukkan kesiapan dan profesionalisme pasukan Indonesia dalam menghadapi ancaman di wilayah internasional.

Peristiwa itu kemudian dikenal luas sebagai momen ketika perompak Somalia “salah pilih lawan”.

*/ Editor Mercurius

bomindonesia

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Antusias Haul Wali Pacah Ampat Kotabaru dan Cerita Tubuh Wali yang Terbagi Empat
Aksi Dadakan Joey Jordison Selamatkan Penampilan Metallica di Download Festival 2004
Evolusi Nama Banjarmasih, Bandarmasih Hingga Banjarmasin
Festival Folk Song ’74 di Banjar Raya, Demam Musik Rakyat di Banjarmasin yang tak Pernah Benar-benar Padam
In Memoriam Rudy Laturete Cerita Pantera, Gang Tera, dan Jejak Rock yang Tak Pernah Mati
Jejak Ong Hok Liong dan Lahirnya Rokok Bentoel
Jejak Deep Purple dalam Revolusi Dangdut Rhoma Irama
Legenda Kiper Timnas Ronny Pasla Tutup Usia, Penepis Penalti Pele Itu Berpulang di Usia 79 Tahun

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 14:49 WITA

Antusias Haul Wali Pacah Ampat Kotabaru dan Cerita Tubuh Wali yang Terbagi Empat

Sabtu, 14 Maret 2026 - 13:50 WITA

Aksi Dadakan Joey Jordison Selamatkan Penampilan Metallica di Download Festival 2004

Selasa, 3 Maret 2026 - 17:22 WITA

Ketika Perompak Somalia Salah Pilih Lawan

Senin, 16 Februari 2026 - 11:53 WITA

Evolusi Nama Banjarmasih, Bandarmasih Hingga Banjarmasin

Rabu, 28 Januari 2026 - 01:46 WITA

Festival Folk Song ’74 di Banjar Raya, Demam Musik Rakyat di Banjarmasin yang tak Pernah Benar-benar Padam

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights