Jejak Deep Purple dalam Revolusi Dangdut Rhoma Irama

Jejak Deep Purple dalam Revolusi Dangdut Rhoma Irama

- Redaksi

Rabu, 31 Desember 2025 - 20:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

BOMINDONESIA.COM, JAKARTA-Pengaruh musik rock terhadap dangdut bukan sekadar wacana, tetapi jejak nyata yang tertanam kuat dalam perjalanan musik Rhoma Irama.

Sang Raja Dangdut tak pernah menutupi fakta bahwa musik Barat—khususnya hard rock—ikut membentuk karakter musikalnya, terutama dalam permainan gitar elektrik.

Dalam berbagai kesempatan, Rhoma Irama secara terbuka mengakui kekagumannya pada band rock asal Inggris, Deep Purple.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warna permainan gitar yang agresif, penuh distorsi, dan kaya melodi menjadi salah satu ciri yang kemudian hadir dalam sejumlah karya dangdut yang ia populerkan sejak era 1970-an.

Pengaruh itu tampak jelas pada pilihan nada, warna suara, hingga teknik petikan senar yang mengisi bagian intro, interlude, maupun solo gitar dalam lagu-lagu Rhoma.

Baca Juga :  Antusias Haul Wali Pacah Ampat Kotabaru dan Cerita Tubuh Wali yang Terbagi Empat

Ia bukan sekadar menggunakan gitar elektrik sebagai pelengkap, melainkan menjadikannya elemen penting dalam membangun dinamika musik dangdut.

Seperti dilansir dari akun Instagram @pohonkenari, sejumlah kajian musik mencatat bahwa Rhoma Irama memang terinspirasi dari gaya permainan gitar Ritchie Blackmore, gitaris legendaris Deep Purple.

Andrew N. Weintraub, etnomusikolog yang meneliti dangdut, dalam bukunya Dangdut Stories (2010), menyebut bahwa Rhoma menyadari musik rock bisa menjadi ancaman sekaligus peluang bagi Orkes Melayu—cikal bakal dangdut.

Kesadaran inilah yang mendorong Rhoma melakukan adaptasi.

Alih-alih menolak pengaruh rock, ia justru mengolahnya untuk memperkaya basis musikal dangdut tanpa menghilangkan karakter esensialnya.

Distorsi gitar, energi permainan, dan nuansa hard rock dipadukan dengan ritme Melayu, menghasilkan warna baru yang kemudian dikenal luas sebagai dangdut modern.

Baca Juga :  Ketika Perompak Somalia Salah Pilih Lawan

Sosiolog William Frederick dalam kajiannya pada awal 1980-an juga menekankan hal serupa.

Menurutnya, Rhoma Irama berhasil memperluas spektrum musikal dangdut dengan menyerap unsur rock secara selektif, menjadikannya lebih kompetitif di tengah gempuran musik populer Barat saat itu.

Tak hanya Deep Purple, Rhoma Irama juga kerap menyebut pengaruh band-band besar seperti Rolling Stones dan Led Zeppelin

Namun, Ritchie Blackmore tetap menjadi sosok gitaris yang paling sering ia rujuk ketika berbicara tentang inspirasi musikalnya.

Bagi Rhoma, inovasi bukan berarti meninggalkan akar.

Justru dengan keberanian mengadopsi dan menyesuaikan pengaruh luar, dangdut tumbuh sebagai genre yang dinamis, bertahan lintas zaman, dan terus menemukan pendengarnya hingga hari ini.

Penulis/ Editor: Mercurius

bomindonesia

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Antusias Haul Wali Pacah Ampat Kotabaru dan Cerita Tubuh Wali yang Terbagi Empat
Aksi Dadakan Joey Jordison Selamatkan Penampilan Metallica di Download Festival 2004
Ketika Perompak Somalia Salah Pilih Lawan
Evolusi Nama Banjarmasih, Bandarmasih Hingga Banjarmasin
Festival Folk Song ’74 di Banjar Raya, Demam Musik Rakyat di Banjarmasin yang tak Pernah Benar-benar Padam
In Memoriam Rudy Laturete Cerita Pantera, Gang Tera, dan Jejak Rock yang Tak Pernah Mati
Jejak Ong Hok Liong dan Lahirnya Rokok Bentoel
Legenda Kiper Timnas Ronny Pasla Tutup Usia, Penepis Penalti Pele Itu Berpulang di Usia 79 Tahun

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 14:49 WITA

Antusias Haul Wali Pacah Ampat Kotabaru dan Cerita Tubuh Wali yang Terbagi Empat

Sabtu, 14 Maret 2026 - 13:50 WITA

Aksi Dadakan Joey Jordison Selamatkan Penampilan Metallica di Download Festival 2004

Selasa, 3 Maret 2026 - 17:22 WITA

Ketika Perompak Somalia Salah Pilih Lawan

Senin, 16 Februari 2026 - 11:53 WITA

Evolusi Nama Banjarmasih, Bandarmasih Hingga Banjarmasin

Rabu, 28 Januari 2026 - 01:46 WITA

Festival Folk Song ’74 di Banjar Raya, Demam Musik Rakyat di Banjarmasin yang tak Pernah Benar-benar Padam

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights