BOMINDONESIA.COM, LONDON– Dunia musik metal pernah menyaksikan momen tak terlupakan saat Download Festival 2004 di Donington Park, Inggris.
Penampilan band legendaris Metallica yang dijadwalkan menjadi headliner hampir batal setelah drummer mereka, Lars Ulrich, mendadak dilarikan ke rumah sakit akibat kelelahan ekstrem.
Peristiwa yang terjadi pada 6 Juni 2004 itu membuat situasi di area festival sempat tegang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Puluhan ribu penonton yang telah memadati lokasi terancam tidak bisa menyaksikan penampilan salah satu band metal terbesar di dunia tersebut.
Dalam kondisi mendesak, Metallica mengambil langkah berani dengan mencari drummer pengganti dari band lain yang juga tampil di festival tersebut.
Alih-alih membatalkan konser, beberapa musisi dihubungi untuk membantu mengisi posisi drum secara dadakan.
Keputusan ini tentu berisiko, mengingat mereka harus tampil di hadapan puluhan ribu penonton tanpa persiapan latihan penuh.
Dilansir dari akun Instagram rockstarmagz, di tengah situasi tersebut drummer Slipknot, (almarhum) Joey Jordison, langsung menawarkan diri untuk membantu Metallica tampil malam itu.
Bagi Jordison, kesempatan itu bukan sekadar panggilan darurat.
Sebelum terkenal bersama Slipknot, ia diketahui pernah bermain di band tribute Metallica, sehingga cukup familiar dengan lagu-lagu band tersebut.
Malam itu, Jordison tampil memainkan 8 dari 11 lagu dalam set Metallica.
Ia bahkan tetap mengenakan topeng khas Slipknot selama penampilan, menjadikan momen tersebut semakin ikonik di kalangan penggemar musik metal.
Beberapa lagu yang dimainkan di antaranya “For Whom The Bell Tolls,” “Creeping Death,” “Seek and Destroy,” serta “Enter Sandman.”
Sementara itu, set konser dibuka oleh drummer Slayer, Dave Lombardo, yang memainkan lagu “Battery” dan “The Four Horsemen.”
Satu lagu lainnya dibantu oleh drum tech Metallica, Flemming Larsen.
Kolaborasi dadakan tersebut akhirnya menyelamatkan penampilan Metallica di Download Festival 2004 dan menjadi salah satu momen paling legendaris dalam sejarah konser musik metal dunia.
Bagi banyak penggemar, aksi Joey Jordison malam itu membuktikan bahwa solidaritas di dunia musik metal bisa melahirkan momen epik yang tak terlupakan.
Penulis/Editor : Mercurius












