Arsip Aktuil: Emilia Contessa Pernah Terseret Sengketa Hak Cipta Lagu “Kehancuran”

Arsip Aktuil: Emilia Contessa Pernah Terseret Sengketa Hak Cipta Lagu “Kehancuran”

- Redaksi

Minggu, 21 Juni 2026 - 00:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Istimewa

Foto Istimewa

BOMINDONESIA.COM, JAKARTA, – Dunia musik Indonesia pada era 1970-an pernah diwarnai sengketa hak cipta yang menyeret nama penyanyi populer Emilia Contessa (almarhumah)

Peristiwa tersebut diungkap dalam arsip majalah musik legendaris Aktuil yang kini kembali dibagikan melalui akun Facebook Aktuil The Legend.

Dalam tulisan tersebut diceritakan, kantor Majalah Aktuil di Jalan Lengkong Kecil, Bandung, kedatangan seorang musisi asal Surabaya bernama Suud Irphan Deas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia merupakan pemain keyboard grup Spider yang kemudian berganti nama menjadi Quartet IKI.

Kedatangan Suud bukan untuk mempromosikan karya musik, melainkan mengadukan nasibnya sebagai pencipta lagu yang merasa karyanya telah diambil dan digunakan pihak lain tanpa izin.

Saat itu Quartet IKI beranggotakan Suud Irphan Deas, Soleh (gitar), Andi (bass), Rony (drum), Hardi (saksofon), serta Lies Hadi sebagai vokalis.

Kelompok musik tersebut rutin tampil di salah satu klub malam ternama di Surabaya.

Baca Juga :  Innalillahi, Emilia Contessa Meninggal Dunia

Di sela aktivitas manggung, Suud mengaku aktif menciptakan lagu dengan harapan suatu saat dapat merilis album sendiri.

Salah satu lagu ciptaannya berjudul “Kehancuran”, yang disebutnya sering dibawakan bersama Lies Hadi.

Menurut pengakuan Suud kepada Aktuil, suatu ketika Lies Hadi memutuskan berangkat ke Jakarta untuk melanjutkan karier musiknya.

Sebelum berangkat, Lies disebut meminta izin untuk membawa lagu “Kehancuran” agar dapat dinyanyikan di ibu kota.

Karena menganggap Lies seperti adiknya sendiri, Suud mengaku tidak keberatan memberikan izin tersebut.

Namun beberapa bulan kemudian, Suud terkejut ketika lagu “Kehancuran” beredar di pasaran dalam bentuk kaset yang dinyanyikan penyanyi terkenal Emilia Contessa.

Yang membuatnya semakin kecewa, nama yang tercantum sebagai pencipta lagu bukan dirinya, melainkan seorang musisi bernama Sarwono.

Suud kemudian menuding lagu tersebut merupakan hasil pengambilan karya tanpa izin dan menyatakan keberatannya secara terbuka.

Baca Juga :  Rock Action 83, Momen Berkumpulnya Jagoan Rock Indonesia

Ia mengklaim memiliki bukti-bukti yang menunjukkan bahwa dirinya merupakan pencipta asli lagu tersebut dan bahkan berencana menempuh jalur hukum terhadap pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab.

Dalam keterangannya kepada Aktuil, Suud juga mengaku kesulitan menghubungi Lies Hadi untuk meminta penjelasan terkait bagaimana lagu tersebut bisa sampai kepada pihak lain.

Sementara itu, Emilia Contessa menolak dikaitkan dengan sengketa kepemilikan lagu tersebut.

Penyanyi yang saat itu tengah berada di puncak popularitasnya menyatakan dirinya hanya bertugas menyanyikan lagu yang telah dipersiapkan produser.

Kasus tersebut menjadi salah satu contoh sengketa hak cipta yang pernah mewarnai industri musik Indonesia pada masa lalu, ketika sistem perlindungan karya cipta dan administrasi hak kekayaan intelektual belum seketat seperti sekarang.

Sumber: Arsip Majalah Aktuil, dilansir dari akun Facebook Aktuil The Legend

*/Editor Mercurius

bomindonesia

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketika Resimen Pelopor Menyerang Markas RPKAD di Cijantung
Antusias Haul Wali Pacah Ampat Kotabaru dan Cerita Tubuh Wali yang Terbagi Empat
Aksi Dadakan Joey Jordison Selamatkan Penampilan Metallica di Download Festival 2004
Ketika Perompak Somalia Salah Pilih Lawan
Evolusi Nama Banjarmasih, Bandarmasih Hingga Banjarmasin
Festival Folk Song ’74 di Banjar Raya, Demam Musik Rakyat di Banjarmasin yang tak Pernah Benar-benar Padam
In Memoriam Rudy Laturete Cerita Pantera, Gang Tera, dan Jejak Rock yang Tak Pernah Mati
Jejak Ong Hok Liong dan Lahirnya Rokok Bentoel

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 00:38 WITA

Arsip Aktuil: Emilia Contessa Pernah Terseret Sengketa Hak Cipta Lagu “Kehancuran”

Minggu, 7 Juni 2026 - 02:02 WITA

Ketika Resimen Pelopor Menyerang Markas RPKAD di Cijantung

Selasa, 31 Maret 2026 - 14:49 WITA

Antusias Haul Wali Pacah Ampat Kotabaru dan Cerita Tubuh Wali yang Terbagi Empat

Sabtu, 14 Maret 2026 - 13:50 WITA

Aksi Dadakan Joey Jordison Selamatkan Penampilan Metallica di Download Festival 2004

Selasa, 3 Maret 2026 - 17:22 WITA

Ketika Perompak Somalia Salah Pilih Lawan

Berita Terbaru

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menggiring Frans Antoni (FA), pengendali keuangan jaringan narkoba Fredy Pratama, di gedung Bareskrim Polri (Foto Istimewa)

Peristiwa & Hukum

Kejatuhan Jantung Finansial Sindikat Fredy Pratama

Minggu, 21 Jun 2026 - 01:33 WITA

Kalender 2026

Lifestyle

Cek Sisa Long Weekend Hingga Akhir Tahun 2026

Jumat, 19 Jun 2026 - 22:42 WITA

Buah Anggur Siap Dipanen

Galeri

Konsumsi Buah Anggur Mampu Cegah Kanker

Jumat, 19 Jun 2026 - 20:30 WITA

Verified by MonsterInsights