BOMINDONESIA.COM, PULANG PISAU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, masih berlangsung dan memicu kepulan asap tebal yang terlihat jelas dari Jembatan Tumbang Nusa, Senin (3/8).
Pantauan di lapangan, helikopter water bombing tampak terus melakukan penerbangan bolak-balik untuk mengambil air dan menjatuhkannya ke titik-titik api yang membakar kawasan lahan gambut. Upaya pemadaman dari udara dilakukan untuk mempercepat pengendalian api sekaligus membantu tim gabungan yang bekerja melalui jalur darat.
Karhutla di Pulang Pisau menjadi salah satu fokus penanganan pemerintah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, serta instansi terkait. Memasuki puncak musim kemarau, sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah mengalami peningkatan jumlah titik panas sehingga operasi pemadaman udara terus dioptimalkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga telah menetapkan status Siaga Darurat Bencana Karhutla hingga akhir Oktober 2026. Penambahan armada helikopter water bombing diusulkan untuk memperkuat upaya pemadaman mengingat sebagian besar kebakaran terjadi di lahan gambut yang sulit dipadamkan.
Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api. Pencegahan dinilai menjadi langkah paling efektif untuk menghindari meluasnya kebakaran yang dapat menimbulkan kabut asap, mengganggu kesehatan masyarakat, serta merusak ekosistem hutan selama musim kemarau
Penulis/Editor: Mercurius










