Bahan Baku Impor, Harga Plastik Alami Kenaikan – bomindonesia.com

Bahan Baku Impor, Harga Plastik Alami Kenaikan

- Redaksi

Senin, 6 April 2026 - 12:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Plastik Alami Kenaikan

Harga Plastik Alami Kenaikan

BOMINDONESIA.COM, JAKARTA – Ketua Bidang Infokom Dewan Pengurus Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPP IKAPPI), Reynaldi Sarijowan mengatakan kenaikan harga plastik terjadi karena Indonesia masih tergantung bahan baku plastik dari impor. Kenaikan harga disebut mencapai hingga 50%.

“Kami pantau sudah cukup lama, pada saat memasuki bulan suci Ramadan harga plastik sudah mulai ada kenaikan. Puncaknya ini harganya yang kami sudah hitung kenaikannya mencapai 50%,” kata Reynaldi.

Reynaldi mencontohkan harga plastik kresek yang awalnya Rp 10.000 menjadi Rp 15.000 per pack, kemudian plastik klasifikasi lainnya ada yang naik dari Rp 20.000 menjadi Rp 25.000.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Memang ini risiko jika kita masih mengalami ketergantungan impor sehingga dampak dari perang yang ada di Timur Tengah ini implikasi secara serius ke dalam negeri sehingga kenaikannya akan terus terjadi. Kami pantau memang signifikan sekali harga plastik ini kenaikannya,” imbuhnya.

Ia menyebut pedagang pasar yang dominan menggunakan plastik untuk membungkus dagangannya sudah teriak dengan kenaikan harga ini. Ia tidak menampik jika kenaikan harga plastik bisa berpotensi mengerek harga komoditas yang dijual di pasaran.

“Emak-emak yang menggunakan plastik untuk dagangannya tentu sudah teriak-teriak, ini akan membuat harga di pasaran juga berpotensi mengalami kenaikan,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, plastik sebagian besar berasal dari hasil pengolahan minyak bumi termasuk polyethylene (PE) dan polypropylene, dua jenis plastik yang paling banyak digunakan di dunia. Kenaikan harga minyak akibat perang tidak hanya meningkatkan biaya produksi plastik, tetapi juga harga bahan bakunya.

Terlebih kawasan Timur Tengah merupakan pemasok utama bahan baku plastik global. Berdasarkan data S&P Global Energy, kawasan ini menyumbang sekitar 25% dari ekspor polyethylene dan polypropylene dunia. Konflik yang terjadi pun secara otomatis mengganggu rantai pasok produk turunan minyak bumi tersebut.

“Sekitar 84% kapasitas polyethylene Timur Tengah bergantung pada Selat Hormuz untuk ekspor melalui jalur laut,” kata Harrison Jacoby, Direktur Polyethylene di Independent Commodity Intelligence Services.

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Soft Launching BGCC, Hadirkan Pusat Pelatihan dan Karir Global bagi Generasi Banua
FKPWK Dukung Wacana Penambahan Layer Tarif Cukai Rokok, Dinilai Dorong Industri Ilegal Masuk Jalur Resmi
Dukung UMKM Melalui Kerja Sama KUR, Jamkrida Kalsel dan Bank Kalsel
Maraknya Rokok Polos Dinilai Ancam Industri Resmi dan Pendapatan Negara
Run dan Fun Walk Ramaikan HUT ke-20 Tahun Senwell Family di Banjar
Ditopang Modal Usaha KUR BRI, Pedagang Kecil di Banjarmasin Berhasil Tingkatkan Taraf Ekonomi Keluarga
BTN Luncurkan Layanan Digital yang Permudah Mendapatkan KPR
Harga Minyak Gula Melonjak, Ribuan Warga Banjarmasin Manfaatkan Pasar Murah

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 19:01 WITA

Soft Launching BGCC, Hadirkan Pusat Pelatihan dan Karir Global bagi Generasi Banua

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:38 WITA

FKPWK Dukung Wacana Penambahan Layer Tarif Cukai Rokok, Dinilai Dorong Industri Ilegal Masuk Jalur Resmi

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:00 WITA

Dukung UMKM Melalui Kerja Sama KUR, Jamkrida Kalsel dan Bank Kalsel

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:22 WITA

Maraknya Rokok Polos Dinilai Ancam Industri Resmi dan Pendapatan Negara

Minggu, 31 Mei 2026 - 09:26 WITA

Run dan Fun Walk Ramaikan HUT ke-20 Tahun Senwell Family di Banjar

Berita Terbaru

Banjarmasin Bungas

Cegah ISPA, Dinkes Banjarmasin Bagikan 20 Ribu Masker ke Masyarakat

Rabu, 26 Agu 2026 - 19:24 WITA

Verified by MonsterInsights