Dibalik Tingginya SiLPA Banjarmasin, Edy Sebut Karena Peruba

Dibalik Tingginya SiLPA Banjarmasin, Edy Sebut Karena Perubahan Sistem

- Redaksi

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Screenshot

Screenshot

BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN-  Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Pemerintah Kota Banjarmasin mencapai Rp538,02 miliar. Tingginya nilai tersebut mengundang tanya masyarakat, tentang bagaimana cara kerja kepemerintahan.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BPKPAD) Kota Banjarmasin, Edy Wibowo, menyampaikan, bahwa tinggi Silpa bukan soal bagaimana kinerja pemerintah.

Tapi karena adanya perubahan regulasi di tengah pelaksanaan anggaran tahun 2025 lalu. Yakni perubahan regulasi dari sistem pengadaan E-Katalog.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ada perubahan regulasi sistem E-katalog dari versi 5 ke versi 6 itu yang membuat agak terhambat,” ungkap Edy, Rabu (17/6/2026).

Baca Juga :  Child Grooming ada di Banjarmasin, Orang Tua Bejad Gerayangi Putrinya

Kemudian faktor lainnya, adanya rotasi pegawai juga turut berpengaruh. Mengingat akun terpusat di Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) atau yang disebut INAPROC.

“Perubahan-perubahan orang, lalu ada yang perlu dilakukan perbaikan terhadap sistem perencanaan untuk disesuaikan. Misalnya pada saat sebelum direncana betul, tapi saat dilakukan analisa mungkin kualitasnya atau perlu dilengkapi. Hal ini menyebabkan agak tertunda dan terlambat dilaksanakan,” jelasnya.

Kendala ini lanjutnya, hampir seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemko Banjarmasin yang menghadapi. Namun memang yang berkaitan dengan proyek fisik paling terdampak besar.

“Sementara terkait non fisik seperti pembayaran honor, pembayaran bantuan-bantuan seperti panti asuhan itu tidak masalah,” tuturnya.

Baca Juga :  Pelaku Usaha Wajib Lapor LKPM, Kalau Tidak Izin Usaha Terancam Dicabut

Proyek fisik sendiri sambungnya, tidak hanya pekerjaan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) saja. Dinas lain seperti Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin termasuk.

“Proyek fisik tidak hanya di PUPR saja, dinas lain ada pekerjaan fisik juga. Jadi rata-rata mengalami ini,” imbuhnya.

Adapun SiLPA yang ada akan dimanfaatkan untuk Anggaran Pendapatan Asli Daerah (APBD) perubahan 2026 atau APBD murni 2027.

“Tinggal bagaiman programnya, kita menunggu arahan lebih lanjut dari pimpinan,” pungkasnya.

bomindonesia

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sekdako Dorong Aktif IKM Urus Izin Usaha
Penataan Kawasan Cagar Budaya Kuin Banjarmasin
Panas Hujan Tak Menentu, Dinkes Ingatkan Ancaman Faringitis hingga DBD
Sekda Tezar Dorong IKM Segera Daftarkan Usaha ke SIINas
Banjarmasin Raih Penghargaan Indeks Daya Saing Daerah dari BRIN
Beras Banjar ‘Larang’, Siane Sarankan Ganti Beras Pamanukan yang sama ‘Karau’ dan Murah
Wali Kota Yamin Titip Pesan Kepada 407 PPPK yang sedang Menjalani Orientasi
RUPS Pam Bandarmasih Fokus Perkuat Layanan di Tengah Tekanan Ekonomi

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:52 WITA

Dibalik Tingginya SiLPA Banjarmasin, Edy Sebut Karena Perubahan Sistem

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:17 WITA

Sekdako Dorong Aktif IKM Urus Izin Usaha

Minggu, 14 Juni 2026 - 06:24 WITA

Penataan Kawasan Cagar Budaya Kuin Banjarmasin

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:26 WITA

Panas Hujan Tak Menentu, Dinkes Ingatkan Ancaman Faringitis hingga DBD

Rabu, 10 Juni 2026 - 19:11 WITA

Sekda Tezar Dorong IKM Segera Daftarkan Usaha ke SIINas

Berita Terbaru

Screenshot

Banjarmasin Bungas

Dibalik Tingginya SiLPA Banjarmasin, Edy Sebut Karena Perubahan Sistem

Rabu, 17 Jun 2026 - 19:52 WITA

Verified by MonsterInsights