BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Malam dingin usai hujan lebat tak menyurutkan semangat warga Gang Cendrawasih,Jalan Kelayan A Kelurahan Kelayan Dalam, Kecamatan Banjarmasin Selatan, untuk menggelar nonton bareng (nobar) film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI, Selasa malam (30/9/2025) pukul 20.30 WITA.
Acara berlangsung di kediaman tokoh masyarakat sekaligus aktivis anti-korupsi, H. Din Jaya , dan diinisiasi oleh Ketua MPW Pemuda Pancasila Kalimantan Selatan, H. Hasnuryadi Sulaiman.
Meski beliau berhalangan hadir, suasana tetap hangat karena nobar turut dihadiri Ketua Srikandi Pemuda Pancasila Kalsel, Kristin Mariani SE MM yang menyampaikan sambutan mewakili Hasnuryadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejak petang, halaman rumah H. Din Jaya dipadati kursi dan karpet.
Meski udara terasa dingin, warga dari berbagai usia hadir membawa camilan dan minuman hangat.
Suasana keakraban begitu terasa, apalagi dengan hadirnya para kader Pemuda Pancasila yang berbaur langsung dengan masyarakat tanpa jarak.
Dalam sambutannya, H. Din Jaya menegaskan bahwa kegiatan nobar ini bukan sekadar hiburan, melainkan ruang belajar bersama agar generasi muda tetap ingat sejarah bangsa.
“Kita ingin anak-anak kita tahu, sejarah kelam bangsa ini harus jadi pelajaran agar tidak terulang lagi,” ucapnya didampingi adiknya Rolly Irawan yang juga tokoh aktivis pemuda
Din Jaya juga menyampaikan rasa terhormat dan berterima kasih atas dukungan Hasnuryadi Sulaiman. “Tanpa dukungan beliau, warga tidak bisa berkumpul dan belajar bersama malam ini,” ungkapnya.
Kristin dalam sambutannya menyampaikan bahwa Hasnuryadi Sulaiman tidak dapat hadir karena masih mendampingi Gubernur Kalsel H. Muhidin dalam puncak HUT ke-499 Kota Banjarmasin di Balai Kota.
“Beliau tetap menitipkan salam dan dukungan penuh atas terselenggaranya kegiatan malam ini. Saya pribadi merasa bahagia bisa hadir, sekaligus bernostalgia karena sudah lama sekali tidak menonton film ini,” ujar wanita berparas manis ini
Sepanjang pemutaran film berdurasi lebih dari empat jam itu, warga menyimak serius setiap adegan yang menegangkan.
Hening sesekali pecah oleh bisik-bisik kecil dan ekspresi kaget saat film memperlihatkan peristiwa penculikan para jenderal.
Acara nobar berakhir menjelang tengah malam.

Sebelum bubar, panitia mengadakan pembagian door prize berupa setrika, kipas angin, hingga kompor gas yang disponsori oleh Hasnuryadi Sulaiman.
Kristin menutup kegiatan dengan mengajak warga untuk terus menjaga persatuan dan menghayati nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Sejarah adalah guru. Kalau kita lupa, maka bahaya bisa datang lagi,” katanya menegaskan.
Penulis/ Editor: Mercurius









