Huang Nvidia: Mending Fisika Daripada Kuliah IT

Huang Nvidia: Mending Fisika Daripada Kuliah IT

- Redaksi

Minggu, 27 Juli 2025 - 10:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CEO Nvidia Jensen Huang (Foto: Mandel Ngan/AFP)

CEO Nvidia Jensen Huang (Foto: Mandel Ngan/AFP)

BOMINDONESIA.COM, JAKARTA – CEO Nvidia, Jensen Huang, bikin pernyataan mengejutkan. Sosok yang dijuluki “Manusia Rp2.300 Triliun” ini justru nggak nyaranin anak muda buat ambil kuliah di jurusan IT atau software. Lho, terus jurusan apa dong yang menurut dia lebih oke?

Menurut Huang, kalau dia sekarang berusia 20-an dan baru lulus, dia nggak akan pilih teknologi informasi, tapi malah condong ke ilmu fisika.

“Kalau saya masih muda sekarang, saya lebih milih ilmu fisika daripada software,” ucap Huang dalam wawancara bareng CNBC, Kamis (17/7).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

FYI, Huang sendiri lulusan teknik elektro dari Oregon State University dan punya gelar master dari Stanford University. Pada 1993, dia mendirikan Nvidia bareng Chris Malachowsky dan Curtis Priem. Sekarang, Nvidia jadi perusahaan chip paling bernilai di dunia, bahkan sempat tembus kapitalisasi pasar US$4 triliun (sekitar Rp64.884 triliun).

Kenapa fisika?

Baca Juga :  Putin Tawarkan Teknologi Nuklir: Rusia Siap Bantu Indonesia Masuki Era Energi Masa Depan

Huang menjelaskan, dalam 15 tahun terakhir dunia udah masuk ke berbagai fase perkembangan AI. Mulai dari Perception AI, lalu Generative AI, sekarang masuk ke era Reasoning AI, dan bakal lanjut ke fase yang lebih kompleks yaitu Physical AI.

Dia menyebut, gelombang pertama AI modern dimulai saat AlexNet diluncurkan sekitar tahun 2012. Model itu jadi pemicu perkembangan AI berkat kemampuan deep learning-nya buat mengenali gambar.

Setelah itu, muncul AI Generatif, yang bisa mengerti makna dan bikin konten baru dalam bentuk teks, gambar, kode, dan lainnya.

Saat ini, menurut Huang, kita udah masuk ke tahap Reasoning AI, yaitu kecerdasan buatan yang bisa memahami, memecahkan masalah, dan bikin keputusan dari situasi yang belum pernah dihadapi sebelumnya.

Nah, tahap berikutnya ini yang menurut dia paling seru: Physical AI. Di sinilah ilmu fisika bakal jadi kunci.

“Physical AI ini menuntut pemahaman tentang hukum fisika, seperti gesekan, gaya, kelembaman, dan sebab-akibat,” katanya. Jadi, bukan cuma pintar ngolah data, AI masa depan harus bisa mikir layaknya manusia saat berinteraksi dengan dunia nyata.

Baca Juga :  Meutya Hafid Ajak Mahasiswa Gabung AI Talent Factory

Contohnya, AI bisa memperkirakan ke mana bola bakal menggelinding, atau tahu seberapa keras harus mencengkeram benda biar nggak rusak. Bahkan bisa menyimpulkan keberadaan pejalan kaki meski nggak kelihatan.

Kalau AI jenis ini dipasang ke robot, kita bakal punya robot-robot canggih yang bisa bantu kerja manusia.

“Harapannya, dalam 10 tahun ke depan, saat pabrik dan fasilitas produksi makin modern, kita punya sistem robotik yang bisa bantu atasi krisis tenaga kerja global,” kata Huang.

Dengan pernyataan ini, jelas bahwa Huang nggak meremehkan jurusan IT, tapi dia melihat tren masa depan bakal banyak butuh pemahaman dunia fisik lewat pendekatan seperti fisika dan robotika.

Sumber: CNN Indonesia
Editor: Redaksi BOMINDONESIA

bomindonesia

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satelit Nusantara Lima Bukti Nyata Kedaulatan Digital Indonesia
Fokus Utama Digitalisasi Koperasi Desa Dipercepat
Menkomdigi: Internet Harus Dipakai di Sekolah dan Puskesmas, Bukan Sekadar Dibangun
Wi‑Fi Sering Tidak Sampai Kamar? IndiHome Telkomsel Hadirkan Ultra Mesh Wi‑Fi untuk Rumah Banyak Sekat & Kamar
Kerja Sama RI–Korea: Internet Lebih Stabil, Data Lebih Aman, Talenta AI Diperkuat
HP Bisa Ubah Kemajuan Teknologi Dunia
Bahaya, Jika Scan QR Sembarangan, Bisa Ludes Isi Rekening Seketika
Pembatasan Sosmed Anak pada 28 Maret 2026

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 12:38 WITA

Satelit Nusantara Lima Bukti Nyata Kedaulatan Digital Indonesia

Senin, 27 April 2026 - 13:19 WITA

Fokus Utama Digitalisasi Koperasi Desa Dipercepat

Minggu, 19 April 2026 - 11:34 WITA

Menkomdigi: Internet Harus Dipakai di Sekolah dan Puskesmas, Bukan Sekadar Dibangun

Jumat, 17 April 2026 - 17:52 WITA

Wi‑Fi Sering Tidak Sampai Kamar? IndiHome Telkomsel Hadirkan Ultra Mesh Wi‑Fi untuk Rumah Banyak Sekat & Kamar

Minggu, 5 April 2026 - 13:04 WITA

Kerja Sama RI–Korea: Internet Lebih Stabil, Data Lebih Aman, Talenta AI Diperkuat

Berita Terbaru

Film Terbaru Disclosure Day

Lifestyle

Yuk Tonton di Bioskop Kesayangan, Ini Film Terbaru

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:30 WITA

Verified by MonsterInsights