BOMINDONESIA.COM, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen mengintegrasikan ekonomi biru sebagai penggerak transformasi ekonomi daerah.
Hal ini disampaikan Plt. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalimantan Selatan, Galuh Tantri Narindra, saat mengikuti Webinar Nasional bertema “Penerapan Blue Economy sebagai Penggerak Transformasi Ekonomi Indonesia di Daerah” yang digelar Kementerian Dalam Negeri secara daring di Command Center Setda Provinsi Kalsel, Banjarbaru.
Ekonomi biru adalah konsep yang berfokus pada pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menjaga kesehatan ekosistem laut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tantri menjelaskan, webinar ini merupakan langkah strategis dari pemerintah pusat untuk mendorong seluruh pemerintah daerah menjadikan ekonomi biru sebagai indikator penting dalam pelaksanaan pembangunan.
“Transformasi ekonomi biru menjadi perhatian serius. Pemerintah pusat mendorong agar ekonomi biru tidak hanya sebagai konsep, tetapi menjadi bagian nyata dalam kebijakan pembangunan di daerah,” ujarnya.
Menurut Tantri, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan merespons arahan tersebut dengan memasukkan indikator ekonomi biru ke dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kalsel 2025–2029.
“Indikator ekonomi biru sudah kami tagging dan terintegrasi dalam misi ketiga RPJMD, yang fokus pada peningkatan pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.
“Ekonomi biru bukan hanya berbicara soal laut sebagai sumber daya alam, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi yang berkelanjutan. Di Kalsel, ini sejalan dengan prinsip pembangunan berbasis potensi wilayah dan pelestarian lingkungan,” imbuh Tantri.
Lebih lanjut, Ia juga mengungkapkan, selain ekonomi biru, pemerintah provinsi juga telah mengintegrasikan indikator ekonomi hijau dan ekonomi syariah ke dalam perencanaan pembangunan daerah.
Ketiga pendekatan ini diharapkan dapat saling melengkapi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Kalimantan Selatan.
“Mudah-mudahan dalam beberapa tahun ke depan, pertumbuhan ekonomi Kalsel dapat semakin kuat dengan dukungan pendekatan ekonomi biru, yang berorientasi pada keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat,”imbuhnya.
Editor: Afdirahmana












