Kalsel Targetkan 30.000 Hektar Lahan Cetak Sawah Tahun 2025 – bomindonesia.com

Kalsel Targetkan 30.000 Hektar Lahan Cetak Sawah Tahun 2025

- Redaksi

Kamis, 17 Juli 2025 - 22:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menggelar Rapat Koordinasi Optimalisasi Lahan dan Cetak Sawah di Banjarbaru

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menggelar Rapat Koordinasi Optimalisasi Lahan dan Cetak Sawah di Banjarbaru

BOMINDONESIA.COM, BANJARBARU – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menggelar Rapat Koordinasi Optimalisasi Lahan dan Cetak Sawah di Banjarbaru, Kamis (17/7/2025). Rakor ini sebagai langkah konkret mempercepat program swasembada pangan nasional.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel Ariadi Noor membuka rakor sekaligus mewakili Sekda Kalsel, dan dihadiri Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan RI Andi Nur Alam Syah, dan Plt Dirjen Lahan dan Irigasi, Hermanto.

Ariadi Noor menyebutkan program cetak sawah dan optimalisasi lahan ini bukan hanya sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), tetapi juga menjadi bagian dari visi pembangunan daerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, Kalsel sedang diarahkan untuk menjadi Gerbang Logistik Kalimantan sekaligus daerah penyangga ketahanan pangan nasional.

“Nilai strategis Kalsel bukan hanya sebagai jalur distribusi, tetapi juga sebagai produsen utama. Kita menjadi broker dan produser. Salah satu fokus kita adalah sektor pertanian, terutama komoditas padi, disamping sektor perkebunan, peternakan, dan perikanan,” ujar Ariadi.

Plt Dirjen Lahan dan Irigasi Kementerian Pertanian Hermanto memastikan, program cetak sawah bagian dari strategi nasional untuk mempercepat swasembada pangan. Presiden melalui Menteri Pertanian menargetkan agar penanaman di lahan cetak baru sudah bisa dimulai paling lambat akhir September 2025.

“Strateginya jelas: kita percepat Survei Investigasi Desain (SID) dan langsung masuk konstruksi. Ini tidak bisa dikerjakan sendiri-sendiri, makanya kita bentuk tim terpadu yang melibatkan pusat, provinsi, kabupaten, TNI, Kejaksaan, dan Satgas Pangan,” tuturnya.

Ia menambahkan, Kalsel ditarget 30.000 hektare cetak sawah tahun 2025, progres SID saat ini telah mencapai 60–70 persen. “Begitu SID rampung, kita langsung eksekusi konstruksi. Tidak boleh menunggu. Sistemnya paralel,” jelasnya.

Hermanto optimis target dapat tercapai asalkan seluruh pihak bekerja secara cepat dan serempak. Keterlambatan bukan karena hambatan teknis, melainkan karena perlunya perencanaan yang matang. “Perencanaan ini fondasi. Kalau sudah siap, pelaksanaan akan langsung jalan,” bebernya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel Syamsir Rahman menyatakan, pihaknya tidak menunggu pasif dalam pelaksanaan program.

‘Kegiatan Optimalisasi Lahan (Oplah) sudah berjalan di sejumlah wilayah seperti Kabupaten Banjar dan Barito Kuala, yang dilaksanakan langsung oleh TNI,” paparnya.

Bahkan, ucap Syamsir, pihaknya tetap bergerak, meski DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) belum keluar. Oplah jalan, TNI sudah mulai kerja. “Untuk cetak sawah, kita tinggal tunggu DIPA dan langsung kontrak konstruksi,” katanya.

Pemprov Kalsel sangat serius. “Jika ada daerah atau pelaksana yang lambat, akan dilakukan evaluasi cepat,” tandasnya.

Terkait realisasi, dari target 30.000 hektare lahan cetak sawah tahun ini, baru sekitar 1.500 hektare yang telah terbuka. Namun, Syamsir optimis jika seluruh pihak bekerja serempak, percepatan bisa dilakukan.

“Kalau ada 20 alat berat bekerja serentak satu hari satu hektare, kita bisa capai target dalam waktu singkat,” tambahnya lagi.

Rapat menghasilkan kesepakatan pembentukan tim terpadu lintas instansi yang akan bertugas melakukan pengawasan, monitoring, hingga evaluasi secara ketat terhadap pelaksanaan program cetak sawah.

‘Tim ini akan turun langsung ke tingkat kabupaten/kota, dipimpin oleh bupati, dan didampingi unsur provinsi dan pusat,’ imbuhnya. (adv/diskominfo)

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Muhidin Apresiasi Kunjungan Komisi II DPR RI
Gubernur Haji Muhidin Tinjau Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan
Atas Penerangan Jalan Bypass Batulicin-Banjarbaru,Ini Apresiasi Gubernur Kalsel Haji Muhidin
Gubernur Haji Muhidin Serahkan Penghargaan Satyalancana Untuk 985 PNS Kalsel
Gubernur Haji Muhidin Resmi Tutup Kalsel Expo 2026: Transaksi Penjualan Capai Rp20 Miliar dan Pengunjung Hingga 1.2 Juta Orang
Dorong Transparansi Publik, Jurnalis Senior Hasby Suhaily Perkuat Jajaran Komisioner KI Kalsel
Gubernur Kalsel Haji Muhidin Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Semangat Perjuangan Pahlawan Merebut Kemerdekaan
Gubernur Muhidin dan Wagub Hasnuryadi Sulaiman Hadiri Rapat Paripurna Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan ke-76 Tahun

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 21:12 WITA

Gubernur Muhidin Apresiasi Kunjungan Komisi II DPR RI

Selasa, 1 September 2026 - 23:25 WITA

Gubernur Haji Muhidin Tinjau Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan

Selasa, 1 September 2026 - 20:01 WITA

Atas Penerangan Jalan Bypass Batulicin-Banjarbaru,Ini Apresiasi Gubernur Kalsel Haji Muhidin

Selasa, 1 September 2026 - 19:36 WITA

Gubernur Haji Muhidin Serahkan Penghargaan Satyalancana Untuk 985 PNS Kalsel

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:02 WITA

Gubernur Haji Muhidin Resmi Tutup Kalsel Expo 2026: Transaksi Penjualan Capai Rp20 Miliar dan Pengunjung Hingga 1.2 Juta Orang

Berita Terbaru

Pasis Sesko TNI-AU Lakukan Kajian Stategis di Banjarmasin

Banjarmasin Bungas

Data Karhutla, Pasis Sesko TNI-AU Lakukan Kajian Strategis di Banjarmasin

Kamis, 3 Sep 2026 - 21:08 WITA

Banjarmasin Bungas

Merasa Tak Sesuai Desil, 2.599 Warga Banjarmasin Melapor

Kamis, 3 Sep 2026 - 12:51 WITA

Verified by MonsterInsights