Kera Liar Masuk Permukiman, Warga Resah – Polisi & BKSDA Lakukan Penanganan – bomindonesia.com

Kera Liar Masuk Permukiman, Warga Resah – Polisi & BKSDA Lakukan Penanganan

- Redaksi

Kamis, 20 November 2025 - 02:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pihak Polsek Aluh-aluh saat mengamankan kera betina yang menyerang warga Desa Pemurus,
Selasa (18/11/2025). (foto: istimewa)

Pihak Polsek Aluh-aluh saat mengamankan kera betina yang menyerang warga Desa Pemurus, Selasa (18/11/2025). (foto: istimewa)

BOMINDONESIA.COM, ALUH-ALUH Suasana Desa Pemurus, Kecamatan Aluh-aluh, sempat berubah tegang ketika seekor kera betina liar beberapa hari terakhir terlihat mondar-mandir di sekitar permukiman, Selasa (18/11/2025). Hewan itu masuk sampai ke halaman rumah warga untuk mencari makanan dan sempat menyerang tiga anak, termasuk seorang balita.

Di tengah rasa iba melihat hewan yang tampak kelaparan, warga tetap khawatir dengan keselamatan anak-anak mereka. Sejumlah emak-emak akhirnya melapor ke pihak kepolisian karena takut kejadian serupa terulang.

“Kasihan sebenarnya, tapi kami takut karena sudah ada anak yang diserang,” ujar salah satu warga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menerima laporan tersebut, Kapolsek Aluh Aluh Ipda Deden Lesmana bersama anggotanya mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan BKSDA Kabupaten Banjar. Pendekatan dilakukan dengan hati-hati agar tidak membahayakan warga maupun hewan tersebut.

“Seekor kera betina liar sudah kami amankan dibantu petugas BKSDA,” jelas Ipda Deden.
Kera itu kemudian dipindahkan ke kawasan hutan yang lebih jauh dari permukiman agar tidak kembali ke desa.

Menurut Deden, langkah ini diambil setelah adanya laporan tiga anak yang mengalami serangan ringan serta satu balita yang hampir terkena cakaran kera tersebut.

Warga mengaku lega setelah hewan itu berhasil ditangani. Meski begitu, sebagian tetap mengingatkan anak-anak untuk tidak bermain terlalu jauh dari rumah untuk sementara waktu.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa interaksi satwa liar dan permukiman penduduk bisa terjadi kapan saja, terutama ketika hewan kehilangan sumber makanan atau habitatnya makin terdesak.

Penulis/ Editor : Mercurius

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Gelar Rapat Paripurna, Pemkab Kotabaru Sampaikan Raperda Perubahan APBD 2026
Kabar Gembira dari Halong, Hujan Deras Guyur Balangan di Tengah Cuaca Panas Kalsel
Korem 101 Antasari Gempur 17 Titik Karhutla di Kalsel, Lebih dari 100 Hektare Terbakar
Menakjubkan, Pagelaran Sastra “Simponi Kemerdekaan” Digelar di Kotabaru
HUT ke-2 FKPWK Bertabur Penghargaan, dari Pelajar Berprestasi hingga Seniman Banjar
Astamaops Polri dan KSAL Tinjau Karhutla Kalsel, Kapolda Turun Langsung Padamkan Api
Aksi #KalselLumpuh, Mahasiswa Soroti Karhutla, Listrik Padam hingga Antrean BBM
Kabut Asap Diduga Picu Kecelakaan “Gus Dur”, DPP FKPWK Respons Cepat

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 15:06 WITA

DPRD Gelar Rapat Paripurna, Pemkab Kotabaru Sampaikan Raperda Perubahan APBD 2026

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:20 WITA

Kabar Gembira dari Halong, Hujan Deras Guyur Balangan di Tengah Cuaca Panas Kalsel

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:54 WITA

Korem 101 Antasari Gempur 17 Titik Karhutla di Kalsel, Lebih dari 100 Hektare Terbakar

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:06 WITA

Menakjubkan, Pagelaran Sastra “Simponi Kemerdekaan” Digelar di Kotabaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:35 WITA

HUT ke-2 FKPWK Bertabur Penghargaan, dari Pelajar Berprestasi hingga Seniman Banjar

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights