BOMINDONESIA.COM, BOLOGNA – Lamborghini kembali mencetak sejarah melalui debut Fenomeno, sebuah hypercar hybrid dengan tenaga gabungan mencapai 1.065 HP. Mobil eksklusif ini diperkenalkan pada ajang Monterey Car Week 2025, menandai langkah besar merek Italia dalam menyatukan kekuatan mesin konvensional dan elektrifikasi dengan desain futuristik.
Nama Fenomeno bukan dipilih tanpa alasan. Terinspirasi dari banteng legendaris di Morelia, Meksiko, pada tahun 2002, kata ini dalam bahasa Italia dan Spanyol berarti “fenomenal”. Sebuah simbol yang mencerminkan ambisi besar Lamborghini untuk menghadirkan kendaraan di luar nalar.
Selain itu, peluncuran Fenomeno bertepatan dengan perayaan 20 tahun Centro Stile Lamborghini, studio desain internal di Sant’Agata Bolognese. Fenomeno menjadi manifesto desain masa depan, sekaligus bukti bahwa bahasa desain Lamborghini terus berevolusi tanpa meninggalkan DNA aslinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Fenomeno menggabungkan mesin V12 6,5 liter dengan tiga motor listrik, menghasilkan tenaga total 1.065 HP dan torsi 535 lb-ft. Angka ini menjadikannya hypercar Lamborghini paling bertenaga sepanjang sejarah.
Performa akselerasi juga memukau. Dari diam hingga 100 km/jam, mobil ini hanya membutuhkan 2,4 detik, dengan kecepatan puncak tembus 350 km/jam. Menurut Top Gear, sistem aerodinamis baru meningkatkan downforce hingga 30% serta pendinginan yang lebih efisien.

Desain Futuristik ala Spaceship
Mitja Borkert, Direktur Desain Lamborghini, menyebut Fenomeno sebagai karya yang “terlihat seperti pesawat luar angkasa yang tak terduga.” Filosofi itu tergambar jelas pada long tail, air intake ala Huracán GT3, serta penggunaan logo Lamborghini terbaru.
Seluruh bodi dan interior dibangun dengan 100% serat karbon, dipadukan dengan opsi personalisasi lebih dari 400 warna melalui program Ad Personam. Sementara itu, teknologi suspensi balap dan rem keramik CCM-R Plus memberikan performa setara mobil balap prototipe LMDh.

Kokpit Layaknya Pilot Pesawat
Masuk ke dalam kabin, pengemudi akan merasakan sensasi “feel like a pilot.” Interior dilengkapi tiga layar digital, ventilasi 3D-printed, dan pencahayaan ambien yang memperkuat kesan futuristik. Lebih jauh, sistem sensor 6D mampu memprediksi dinamika mobil dan menyesuaikan pengaturan secara real-time untuk stabilitas maksimal.
Fenomeno melanjutkan tradisi model Few-Off Lamborghini yang eksklusif. Setelah Reventón (2007), Veneno (2013), Centenario (2016), Sián (2019), dan Countach revival (2021), kini Fenomeno hadir dengan jumlah produksi terbatas hanya 29 unit. Seluruhnya telah terjual bahkan sebelum debut publik, menegaskan statusnya sebagai barang kolektor langka.
Fenomeno bukan sekadar hypercar. Ia adalah manifestasi ambisi, teknologi, dan estetika masa depan Lamborghini. Menurut siaran pers resmi Lamborghini, model ini “mewakili DNA inovatif merek sekaligus menegaskan eksklusivitas mutlak.”
Sebagai puncak eksplorasi, Fenomeno membingkai masa depan hypercar—menggabungkan tenaga brutal, elektrifikasi canggih, serta desain yang tak ubahnya pesawat luar angkasa.
Sumber newsweek












