BOMINDONESIA.COM,BANJARMASIN – Malam nostalgia rock menyelimuti Station Corner Cafe, Banjarmasin, saat vokalis Edane Ervin Nanzabakrie tampil bersama sederet musisi rock Banua dalam sebuah konser yang dikemas dengan konsep makan bersama sekaligus perayaan ulang tahun pemilik Station Corner, Minggu (26/7/2026) malam.
Penampilan dibuka oleh vokalis rock Banua Mifta “Judika” Koso yang sukses memanaskan suasana melalui aksi panggung penuh energi.
Nuansa kemudian berubah menjadi lebih syahdu ketika Connie Dio membawakan lagu Setitik Air, yang langsung mendapat sambutan hangat dari para pengunjung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Duet tersebut berlanjut lewat lagu Istana Menanti, karya rocker Malaysia Rahim Maarof. Lengkingan vokal khas Ervin berpadu apik dengan karakter vokal Connie Dio, menghadirkan nuansa rock klasik yang memukau. Penampilan keduanya terasa semakin spesial karena Connie diketahui masih memiliki hubungan keluarga sebagai sepupu Ervin Nanzabakrie.
Di tengah acara, suasana kembali membara ketika sejumlah lagu Jamrud dibawakan sebagai bagian dari perayaan ulang tahun owner Station Corner.

Kemeriahan semakin mencapai puncaknya saat Ervin Edane berkolaborasi dengan Erol, vokalis band rock Banua BlackStone.
Deretan lagu hits Edane menggema di seluruh ruangan dan sukses menghidupkan atmosfer konser, sementara para penonton kompak ikut bernyanyi dari awal hingga akhir ketika Ikuti mengawali penampilan Ervin Nanzabakrie.
Tak hanya menyajikan aksi para vokalis, panggung juga diramaikan duel solo gitar dua gitaris andal Kalimantan Selatan, Hurries dari Banjarmasin dan Agus Young dari Banjarbaru.
Aksi mereka memukau penonton sebelum dilanjutkan dengan lagu Kau Pikir Kau Lah Segalanya (Kau Manis Kau Iblis) yang kembali membakar semangat pecinta rock.
Setelah sempat diisi penampilan tamu yang membawakan lagu-lagu nostalgia, Ervin kembali naik ke atas panggung untuk menutup pertunjukan dengan lagu Benci Tapi Rindu, yang dipopulerkan almarhumah Diana Nasution.
Dengan karakter vokal serak dan lengkingan tinggi yang menjadi ciri khasnya, Ervin menghadirkan nuansa baru pada lagu tersebut.
Penonton pun larut bernyanyi bersama hingga lagu berakhir, menutup malam yang penuh kenangan.
Konser itu bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi ajang temu kangen lintas generasi pecinta musik rock.
Lagu-lagu legendaris Indonesia dan Malaysia yang dibawakan sepanjang malam berhasil menghadirkan suasana nostalgia yang hangat dan membuktikan bahwa musik rock tetap memiliki tempat istimewa di hati para penggemarnya.
Penulis/Editor: Mercurius









