Demam Piala Dunia Kian Terasa, Arief dan Memet Mulai Susun Jadwal Begadang – bomindonesia.com

Demam Piala Dunia Kian Terasa, Arief dan Memet Mulai Susun Jadwal Begadang

- Redaksi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 00:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PANTAUJADWAL PIALA DUNIA – Arief dan Memet memperhatikan jadwal pertandingan Piala Dunia 2026 pada poster kecil sambil menikmati mi di Warung Kai Adi, Banjarmasin. Demam Piala Dunia mulai terasa di kalangan pencinta sepak bola yang bersiap begadang mendukung tim favorit mereka. (foto: Mercy )

PANTAUJADWAL PIALA DUNIA – Arief dan Memet memperhatikan jadwal pertandingan Piala Dunia 2026 pada poster kecil sambil menikmati mi di Warung Kai Adi, Banjarmasin. Demam Piala Dunia mulai terasa di kalangan pencinta sepak bola yang bersiap begadang mendukung tim favorit mereka. (foto: Mercy )

BOMINDONESIA. COM, BANJARMASIN,– Suasana Piala Dunia 2026 semakin terasa di Kota Banjarmasin.

Jika sebelumnya Warung Kai Adi ramai menjadi tempat berkumpul para pencinta sepak bola membahas peluang tim-tim unggulan, kini perhatian pengunjung mulai tertuju pada jadwal pertandingan yang akan berlangsung hingga dini hari.

Jumat (12/6/2026) malam, dua pengunjung setia warung tersebut, Arief dan Memet, tampak serius memperhatikan jadwal pertandingan yang terpampang pada poster kecil di atas meja mereka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sambil menikmati semangkuk mi hangat, keduanya yang dikenal sebagai musisi rock Banua itu mencocokkan jadwal laga-laga penting yang akan mereka saksikan selama turnamen berlangsung.

Di atas mereka terpajang poster besar Piala Dunia 2026 yang menjadi pusat perhatian para pelanggan warung sejak beberapa hari terakhir.

Hampir setiap pengunjung yang datang menyempatkan diri melihat jadwal pertandingan, menghitung selisih waktu, hingga memprediksi tim yang bakal melaju jauh.

Menurut Arief, persiapan menonton Piala Dunia tidak kalah penting dibanding pertandingan itu sendiri.

Apalagi  sambung pria berkacamata yang mengunggulkan Jepang dan Brasil ini sebagian besar laga berlangsung pada malam hingga dini hari waktu Indonesia.

“Kalau tidak dicatat dari sekarang bisa ketinggalan pertandingan besar. Ada beberapa laga yang wajib ditonton meskipun harus begadang sampai subuh,” ujar drummer Kracak Biak ini

Sementara itu, Memet mengaku sudah mulai menyesuaikan aktivitas sehari-hari agar tetap bisa mengikuti pertandingan tim favoritnya.

Bahkan beberapa teman sesama pencinta bola telah berencana menggelar nonton bareng di warung maupun di rumah masing-masing.

“Piala Dunia itu momen yang ditunggu empat tahun sekali. Jadi sayang kalau dilewatkan. Dari sekarang kami sudah atur jadwal supaya tidak bentrok dengan pekerjaan,” tambah gitaris muda yang menjagokan Argentina dan Brasil ini .

Pemilik Warung Kai Adi mengaku sejak pembukaan Piala Dunia, jumlah pelanggan yang datang pada malam hari mulai meningkat.

Banyak pengunjung memanfaatkan warung sebagai tempat berdiskusi seputar sepak bola, berbagi prediksi skor, hingga membahas peluang negara-negara unggulan menjadi juara.

Tidak sedikit pula pelanggan yang datang hanya untuk memotret jadwal pertandingan yang ditempel di warung agar lebih mudah mengatur waktu menonton.

Atmosfer tersebut menunjukkan bahwa euforia Piala Dunia tidak hanya dirasakan di stadion maupun layar televisi, tetapi juga hidup di warung-warung kopi dan tempat berkumpul masyarakat.

Bagi Arief dan Memet, kebersamaan menikmati mi hangat sambil menyusun jadwal pertandingan menjadi bagian dari tradisi yang selalu hadir setiap kali pesta sepak bola terbesar dunia digelar.

“Yang penting kopi siap, mi siap, teman diskusi ada, tinggal menunggu pertandingan dimulai,” ujar Memet sambil tertawa.

Penulis /Editor : Mercurius

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tangis Maldini Iringi Kepergian Franco Baresi, Milan Kehilangan Kapten Abadi
Legenda Rock Indonesia-Malaysia Bergema di Station Corner, Ervin Edane dan Connie Dio Hipnotis Pecinta Musik
Jamu PWI Kalsel, PWI Kalteng Tahan Imbang 5-5 di Laga Uji Tanding Mini Soccer
Ferran Torres Antar Spanyol Juara Dunia 2026, Argentina Gagal Pertahankan Gelar
Mengenang Tjahyo Wisanggeni, Putra Mantan Jaksa Agung yang Menjadi Shredder Legendaris Indonesia
Dari Gendongan Sang Legenda Menuju Panggung Final Dunia: Kisah Messi dan Lamine Yamal
BlackStone Luncurkan Mini Album “Suara Dunia Karya Kita”, Connie Dio dan Legenda Rock Banua Satu Panggung
Ribuan Warga Padati Bundaran Besar Palangka Raya, Pasha Ungu Guncang Huma Betang Night

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:35 WITA

Tangis Maldini Iringi Kepergian Franco Baresi, Milan Kehilangan Kapten Abadi

Senin, 27 Juli 2026 - 01:17 WITA

Legenda Rock Indonesia-Malaysia Bergema di Station Corner, Ervin Edane dan Connie Dio Hipnotis Pecinta Musik

Minggu, 26 Juli 2026 - 09:11 WITA

Jamu PWI Kalsel, PWI Kalteng Tahan Imbang 5-5 di Laga Uji Tanding Mini Soccer

Senin, 20 Juli 2026 - 07:33 WITA

Ferran Torres Antar Spanyol Juara Dunia 2026, Argentina Gagal Pertahankan Gelar

Sabtu, 18 Juli 2026 - 23:09 WITA

Mengenang Tjahyo Wisanggeni, Putra Mantan Jaksa Agung yang Menjadi Shredder Legendaris Indonesia

Berita Terbaru

AIR MATA MALDINI – Paolo Maldini tak kuasa menahan tangis saat menggotong peti jenazah Franco Baresi dalam prosesi pemakaman di Basilika Sant'Ambrogio, Milan. Ribuan Milanisti dan legenda sepak bola dunia mengantar kepergian sang

Halo Internasional

Tangis Maldini Iringi Kepergian Franco Baresi, Milan Kehilangan Kapten Abadi

Kamis, 6 Agu 2026 - 13:35 WITA

Banjarmasin Bungas

Banjarmasin Cetak 47 Fotografer Bersertifikat Nasional

Rabu, 5 Agu 2026 - 22:22 WITA

Verified by MonsterInsights