BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Selain tes narkoba, Fakultas Farmasi UNISKA MAB juga melaksanakan tes buta warna kepada calon mahasiswanya.
Tes buta warna dilakukan demi menghindari hal yang tak diinginkan dalam hal pemilihan zat kimia atau obat-obatan yang penuh dengan warna.
Dekan Fakultas Farmasi Uniska, apt. Hasniah S.Farm, M.Farm didampingi M Fauzi, Penanggung Jawab tes buta warna, menyampaikan, sedikitnya ada 69 calon mahasiswa yang dites buta warna.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski tes kesehatan dan narkoba yang dilakukan panitia penerimaan mahasiswa baru dinyatakan lulus. Namun tes buta warna ini menjadi tambahan yang krusial bagi fakultasnya.
“Mahasiswa farmasi tidak boleh buta warna, oleh sebab itu kita lakukan tes tersebut. Ini penting, karena farmasi banyak melakukan praktek yang berhubungan dengan warna, misal pemilihan zat kimia, obat-obatan yang banyak warnanya,” ujarnya.
Hasniah melanjutkan, dalam tes warna sejauh ini belum ada yang ditemui calon mahasiswa yang buta warna total maupun buta warna parsial.
Misal tidak bisa membedakan warna biru dan hijau atau warna orange dan kuning (buta parsial). Buta warna total hanya melihat warna hitam, abu-abu dan putih.
“Sejauh ini tes dilakukan tidak ada yang ditemui buta warna, kalau tahun lalu ada satu orang,” ujarnya.
Hasniah juga menyampaikan, bahwa calon mahasiswa baru Fakultas Farmasi Uniska itu terdiri dari penerimaan umum, namun ada juga melalui jalur prestasi misal juara olahraga, prestasi akademik dan lainnya, juga penghafal alquran.












